Jul 20, 2017

Bentuk Cinta Itu Ada Banyak


Emangnya ada, pertanyaan yang lebih penting daripada jawabannya? Banyak. Ketika di Hari Lebaran kita kirim pesan teks ke mantan pacar dengan kalimat, “Mohon maaf lahir batin, ya. Mama Papa apa kabar?” Pastinya kita nggak benar-benar ingin tahu kabar mama-papa dia, dong. Kita cuma kepengen pertanyaan tersebut memulai sebuah percakapan. Percakapan yang melebar.

Tapi kalau aku nanya, “Kamu lagi apa?” Aku benar-benar kepengen tahu, lho, kamu lagi apa. Bukan basa-basi demi mencipta perbincangan. Dan aku bakal peduli banget dengan jawaban kamu. Kalau kamu bilang, “Lagi di jalan”, aku akan tanya lagi, “Jalan ke mana? Dari mana?” Lalu aku cek GPS untuk tahu apakah jalanan tersebut lancar atau nggak. Kemudian aku akan tenang (atau senewen), tergantung kerasnya kondisi jalur kamu. Kalau kamu bilang, “Aku sedang makan.” Aku bakal bertanya lagi, “Makan apa?” Kalau kamu jawab soto, aku bakal teringat bahwa kemarin kamu juga makan soto. Hari sebelumnya lagi, mie Jawa. Hari sebelumnya lagi, laksa. Alhasil aku jadi paham, kamu suka makanan berkuah. Dan hatiku akan hangat, karena berhasil mendeduksi fakta baru tentang kamu.

Kalau kamu belum sadar, bentuk cinta, tuh, ada banyak.

(image: Nikole Herriott)

Jul 19, 2017

Jul 14, 2017

Sehari Semalam di Kota Kenang-Kenangan (part 2)

DSCF8331

SAMBOENGAN INI.

Malam

Selesai dari Mang Udjo, hujan sudah selesai, menyisakan becek dan kubangan dimana-mana. Waktu juga hampir maghrib, sehingga kami langsung cau ke hotel. 

Sekarang gue mau sedikit memuji kemampuan browsing gue, leh yha, gaes.

Jun 27, 2017

Sehari Semalam di Kota Kenang-Kenangan (part 1)

DSCF8268

Impromptu trips are the best.”

Tiga tahun lalu, gue nggak mungkin banget ngomong begitu.

Salah satu sipat gue yang dominan adalah gampang cemas, dan orang cemas biasanya control-freak. Maka impromptu trips—alias jalan-jalan dadakan—sebenarnya bukan gue banget. Beli tiket di bandara? Nggak punya itinerary? Langsung bengek.

Jun 23, 2017

I'm Not Dead Yet!

"Laila, udah mati, ya?" HAMPIR, KAKAK!

Memang benar, ya, postingan yang gue tulis ini: kita nggak mungkin bisa menguasai tiga unsur dalam hidup secara sekaligus - pekerjaan, percintaan, dan pertemanan. Mesti salah satu atau salah duanya aja. Oh, blogging gue kategorikan sebagai "pertemanan", ya. Pembacaku 'kan temanku. Ciyeee. 

Sekarang ini hidup gue lagi didominasi oleh keribetan pekerjaan, nari, dan beberapa unnecessary hassles lainnya. Rempongnya beneran pengen bikin isdet, sehingga unsur-unsur lain dalam hidup gue nggak begitu kepegang, termasuk blogging yang hampir sebulan kemarin ini terlantar. Cedih. Tambah cedih lagi karena keribetan gue kayaknya akan berlangsung sampai Agustus.

Tapi gue pasti akan segera nge-post sesuatu, kok. Pasti. Masa' udah mau premiere Game of Thrones season baru, aku akan meneng wae?! I MEAN, DAYUM, LOOK AT THIS EPICNESS.

Geeks, let our madness begin next month. Valar morghulis.

Kenapa, ya, tiap nonton trailer GoT, hati selalu bergejolak kepengen perang melawan kebatilan? Padahal perang melawan hawa nafsu aja belum lulus, deh.