Nov 13, 2018

Travel Photo Series: Tokyo Disneyland & the Boys

DSCF2556

Bagi gue—seorang fanatik taman hiburan Disney kelas kakap—haram hukumnya halan-halan ke sebuah kota ber-Disneyland tanpa mengunjungi Disneyland-nya. Maka pas ke Tokyo bulan Juli kemarin, tentunya gue mustik ke Tokyo Disneyland. Dua kali! Di hari yang berbeda! *nge-gas* Dalam satu kunjungan, personilnya adalah gue, T, dan Raya. Dalam kunjungan berikutnya, personilnya nambah Aydin, anaknya adek gue yang seumuran Raya.

Di masa kejayaannya (duile, kejayaan kerajaan Sriwijaya kali), blog ini banyak disukai (GR aja!) karena travel stories-nya, khususnya travel stories tentang Disnileng. So here’s a little nostalgic post, di masa senjakala blog seorang Disneypark-head ini (eh lho, kok sedih…).

Sep 29, 2018

Aruna & Lidahnya yang Tidak Membawanya Kemana-Mana


Halo!

Tumben banget nih, gue nulis sebuah ulasan film! Apalagi—karena gue nggak sanggup jadi lucu kayak Teppy—gue mau nulis ulasan ini dengan serius. Uuuu. Padahal sebenarnya gue nggak suka, lho, nulis ulasan film, buku, apalagi musik.

Film yang akan gue ulas adalah Aruna & Lidahnya.

Alasannya bukan karena film ini istimewa buat gue. Bagi gue, film ini standar aja, sih—berkesan banget nggak, jelek banget nggak, bagus banget nggak. Gue juga nggak terlibat dalam produksinya.

Alasannya adalah karena baru-baru ini, gue baca artikel ulasan Aruna & Lidahnya di sebuah media ternama di Indonesia, trus menurut gue … gue bisa bikin lebih bagus, dah. SOMBOOONG :D Padahal tulisan gue juga masih level tulisan tabloid gratisan yang ujung nasibnya jadi bungkus gorengan gini.

All joking aside, strangely, I do have a lot of things to say about Aruna & Lidahnya after watching the film, and so here goes:

Sep 6, 2018

Travel Photo Series: Tokyo, How Do I Love Thee? Let Me Count The Ways

DSCF2361

Kalau bicara soal Jepang, sudah pasti gue bakal bias-sebias-biasnya.

Jepang—khususnya Tokyo—adalah kota yang dekat dengan hatikyu, karena Tokyo adalah destinasi perjalanan internasional pertama gue. Gue perdana menginjakkan kaki di Tokyo waktu gue TK, dan hamdalah berkesempatan bolak-b alik ke sana sejak itu. Alhasil, di kepala, terbentuk kolase yang terdiri dari berbagai memori yang tercipta di ibukota negara Matahari Terbit tersebut. 

Sep 5, 2018

Travel Photo Series

DSCF2250

Pada nyadar nggak, sih, bahwa gue udah nyaris nggak pernah nulis cerita travelling lagi di sini? Padahal, kalau boleh GR, kayaknya tulisan perjalanan gue adalah salah satu kekuatan blog ini (GR banget)

Jul 31, 2018

Cerpen Pertama

Salah satu miskonsepsi besoaaar tentang penulis adalah: kalau dia suka / bisa menulis dengan satu gaya, maka dia bisa menulis dengan gaya apapun. Apalagi di era content writing gini, dimana para content writer dituntut bisa memproduksi berbagai tulisan dengan berbagai gaya. 

Namun pemirsa, penulis bukanlah perenang Olimpiade, yang harus bisa menguasai bermacam gaya sekaligus. All writers write better in one way than the other.

Kalau ditanya, lo paling suka nulis apaan, La? Jelas: nulis esai di blog. Apalagi blog gue adalah blog non-komersil dan non-citra, maka gue terbebas dari beban untuk membatasi gaya tulisan dan isi kepala. Pun kalau gue nulis di luar blog, gaya gue jelas: esai, non-fiksi, dan non-faedah :D

Kalau ditanya lagi, lo paling sebel nulis apaan, La? Jawabannya juga jelas: nulis fiksi.