Aug 15, 2017

Game of Thrones S7 - Episode 5: Kebut, Shay!

 Best boyband entrance ever!

“Kenapa, sih, La, season ini jarang nulis tentang Game of Thrones?”

Karenaaa… boro-boro bisa nulis. Napas aja nggak sempet, nek!

Bukan, bukan karena gue sedemikian sibuknya, tetapi karena—sesuai dugaan—setiap episode dalam season 7 ini sangatlah padat, sekel, mantap jiwa bosquuu. Alhasil, terlalu banyak hal yang harus dibahas. Bak wafer Tango, ceritanya ada berapa lapis? Ratusan!

Aug 11, 2017

35 Jam di Mutiara Maluku

20170807_083112

Minggu lalu, gue berkesempatan ke Ambon untuk pertama kalinya. Sayang, durasi perjalannya kurleb cuma 30 jam—jangan tanya kenapa—jadi gue benar-benar nggak keluar kota Ambon, apalagi untuk island hopping ke pulau-pulau sekitar. Hiks!

Ini adalah sepenggal ceritanya, yang menurut gue rada menantang untuk di-post berhubung foto-fotonya minim banget, secara kualitas dan kuantitas. Buat gue, nggak menyertakan foto untuk sebuah travel post bikin insekyur, lho. Apakah kata-kata gue cukup mewakili? Jreeeng.


Aug 2, 2017

Menjadi "Melek"


Disclaimer: Postingan ini tidak disponsori oleh media berita manapun (walaupun seharusnya iya, deh!)

Gue sadar bahwa selama ini, gue hidup di dalam bubble. Sebabnya ada beberapa.

Pertama, karena gue punya kehidupan yang sangat “mudah”, khususnya dari segi finansial.

Kedua, karena gue dibesarkan oleh nyokap yang sangat protektif. Beliau adalah orang yang membangun layer pertama bubble gue.

Ketiga, karena sosmed. Di era sosmed sekarang, gue yakin bubble kehidupan rangorang semakin tebal, karena kita—para pengguna sosmed—pasti selektif memilih akun yang kita follow. Platform berita online pun semakin customizable juga terkurasi, sehingga exposure netijen semakin sempit. Therefore, we are only exposed to what we want to read/see/hear. 

Jul 20, 2017

Bentuk Cinta Itu Ada Banyak


Emangnya ada, pertanyaan yang lebih penting daripada jawabannya? Banyak. Ketika di Hari Lebaran kita kirim pesan teks ke mantan pacar dengan kalimat, “Mohon maaf lahir batin, ya. Mama Papa apa kabar?” Pastinya kita nggak benar-benar ingin tahu kabar mama-papa dia, dong. Kita cuma kepengen pertanyaan tersebut memulai sebuah percakapan. Percakapan yang melebar.

Tapi kalau aku nanya, “Kamu lagi apa?” Aku benar-benar kepengen tahu, lho, kamu lagi apa. Bukan basa-basi demi mencipta perbincangan. Dan aku bakal peduli banget dengan jawaban kamu. Kalau kamu bilang, “Lagi di jalan”, aku akan tanya lagi, “Jalan ke mana? Dari mana?” Lalu aku cek GPS untuk tahu apakah jalanan tersebut lancar atau nggak. Kemudian aku akan tenang (atau senewen), tergantung kerasnya kondisi jalur kamu. Kalau kamu bilang, “Aku sedang makan.” Aku bakal bertanya lagi, “Makan apa?” Kalau kamu jawab soto, aku bakal teringat bahwa kemarin kamu juga makan soto. Hari sebelumnya lagi, mie Jawa. Hari sebelumnya lagi, laksa. Alhasil aku jadi paham, kamu suka makanan berkuah. Dan hatiku akan hangat, karena berhasil mendeduksi fakta baru tentang kamu.

Kalau kamu belum sadar, bentuk cinta, tuh, ada banyak.

(image: Nikole Herriott)

Jul 19, 2017