Jun 23, 2017

I'm Not Dead Yet!

"Laila, udah mati, ya?" HAMPIR, KAKAK!

Memang benar, ya, postingan yang gue tulis ini: kita nggak mungkin bisa menguasai tiga unsur dalam hidup secara sekaligus - pekerjaan, percintaan, dan pertemanan. Mesti salah satu atau salah duanya aja. Oh, blogging gue kategorikan sebagai "pertemanan", ya. Pembacaku 'kan temanku. Ciyeee. 

Sekarang ini hidup gue lagi didominasi oleh keribetan pekerjaan, nari, dan beberapa unnecessary hassles lainnya. Rempongnya beneran pengen bikin isdet, sehingga unsur-unsur lain dalam hidup gue nggak begitu kepegang, termasuk blogging yang hampir sebulan kemarin ini terlantar. Cedih. Tambah cedih lagi karena keribetan gue kayaknya akan berlangsung sampai Agustus.

Tapi gue pasti akan segera nge-post sesuatu, kok. Pasti. Masa' udah mau premiere Game of Thrones season baru, aku akan meneng wae?! I MEAN, DAYUM, LOOK AT THIS EPICNESS.

Geeks, let our madness begin next month. Valar morghulis.

Kenapa, ya, tiap nonton trailer GoT, hati selalu bergejolak kepengen perang melawan kebatilan? Padahal perang melawan hawa nafsu aja belum lulus, deh.

May 31, 2017

You Want a Social Life, with Friends


Hidup ini sesungguhnya adalah segitiga, yang ketiga sisinya nggak bisa kita miliki sekaligus. Seddappp.

Contohnya, nih. Katanya, ada tiga unsur yang nggak bisa dimiliki perempuan secara sekaligus: kecantikan, kepintaran, dan keseimbangan mental.

Kalo dia kece dan emotionally stable, biasanya nggak pintar. Kalo dia pintar dan emotionally stable, biasanya kurang kece. Kalo dia kece dan pintar, biasanya psycho. Dulu gue tawa-tiwi aja denger teori ini, tapi setelah ngingat-ingat beberapa "contoh kasus", kok ada enelnya ugha.

(FYI, kata mantan gue di masa muda, gue kece dan pintar. Kalau kata T, gue pintar dan lumayan emotionally stable. Berarti gue dulu psycho, sekarang jelek. Lwar byasa.)

Dan menurut Kenneth Koch, ada tiga unsur yang nggak bisa kita miliki - perempuan ataupun laki-laki - secara sekaligus: karier yang bagus, social life yang oke, dan love life yang mantaps.

“You want a social life, with friends.

A passionate love life and as well

To work hard every day. What’s true

Is of these three you may have two

And two can pay you dividends

But never may have three.
There isn’t time enough, my friends–

Though dawn begins, yet midnight ends–

To find the time to have love, work, and friends.

Michelangelo had feeling

For Vittoria and the Ceiling

But did he go to parties at day’s end?
Homer nightly went to banquets

Wrote all day but had no lockets

Bright with pictures of his Girl.

I know one who loves and parties

And has done so since his thirties

But writes hardly anything at all.”

– Kenneth Koch (1925 - 2002)

Iya juga, ya *lalu depresi*

May 29, 2017

On Having A(nother) Child

Tulisan ini adalah penulisan ulang dari blog post lama gue, dan sempat terbit di The Jakarta Post.

MEK_6926

Five years ago, I gave birth to my first—and so far, only—son, Raya. Being a mother was an undeniably sublime experience for me…

…but I wasn’t sure I’d do it again.

May 26, 2017

Sejarah Semuanya



*merasa tambah pintar 200%*
*tepuk tangan berdiri*
*sembah Bill Wurtz*

May 24, 2017

Parenting Fails

DSCF3690
Wah, gede amat!

Jadi orangtua itu banyak manisnya, banyak juga asemnya. Bagi gue, salah satu “asem”-nya adalah parenting fails.

Setiap orangtua pasti pernah fail, alias nggak sengaja melakukan kesalahan yang rasanya kok… ya, fail banget. Dilakukannya nggak sengaja, sih, tapi tetep aja. Rasanya gatot segala ilmu parenting yang udah ditimba.

Sebagai hamba Allah yang penuh dengan ketidaksempurnaan, parenting fails gue tentunya ada segambreng, tapi berikut yang sejauh ini paling terngiang.