Sep 5, 2018

Travel Photo Series

DSCF2250

Pada nyadar nggak, sih, bahwa gue udah nyaris nggak pernah nulis cerita travelling lagi di sini? Padahal, kalau boleh GR, kayaknya tulisan perjalanan gue adalah salah satu kekuatan blog ini (GR banget)

Kenapa, La? Apakah karena lo nggak pernah pergi-pergi lagi? Monmap banget, bukannya sombong (hanya sedikit angkuh), tapi setahun terakhir kesempatan gue untuk bepergian masih lumayan. Alhamdu? Lillah. Sayangnya, kesempatan gue untuk menuliskan perjalanan-perjalanan tersebut malah mengecil. Dulu, tiap kali bepergian, gue bisa tekun banget mencatat berbagai detil perjalanan gue untuk ditulis ulang di blog (“Pagi-pagi jam 8 bangun tidur. Jam 8.30 pup. Jam 9 nyari abang cilok. Kok nggak ada? Oya, ini ‘kan di Amerika”), trus pas pulang, langsung gue tuliskan sampai berseri-seri di blog. Cewewetnya warbiyasak. Sekarang, sih, boro-boro, deh. 

Di satu sisi, bagus, sih. Karena gue jadi lebih meresapi perjalanan gue, tanpa rese’ nge-Instastory, nge-post ke medsos, nyatet ini-itu. Tapi di sisi lain, gue jadi nggak punya rekaman dan catatan keterangan perjalanan gue. Sayang juga, ya.

Meski demikian, gue masih sering motret setiap kali halan-halan, tapi jarang gue publish. Alhasil, foto-foto perjalanan gue banyaaaak sekali yang ngendon begitu saja di external HD. Nggak di-pamerkan secara digital maupun cetak. 

Padahal kalau lagi GR, gue suka mikir, foto-foto gue leh ugha, ah. Rasaan nggak kalah sama foto-fotonya Alodita, hahaha (yha tentunya perasaan itu memang hanya perasaan…). Maka, dengan mengucap basmalah, gue mau mencoba memulai seri blogpost travel photo essay. Jreng-jreng!

Dengan prinsip “a picture tells a thousand words”, semoga gue jadi nggak harus ngetik panjang tentang kisah-kisah perjalanan gue, sehingga gue jadi nggak malas untuk nge-post.

Untuk post pertama, gue akan bercerita tentang… Tokyo! 

(trus post-nya nggak ada)
(untuk post berikutnya, yaaa...)
(sumpah nggak pakek lama. UDAH ADA DI DRAFT!)

5 comments:

  1. wohoo ditunggguuuu photo seriesnyaa! tapi aku mau membenarkan paragraf pertama postingan ini, memaaang cerita traveling kak Lei menyenangkan! meresap sampai sekaraaang!

    ReplyDelete
  2. Mbak, kalau fotonya ada wajah Nihonjin, pastiin izin sama yg wajahnya dipampang di foto yaa. Orang Jepang privacy nya tinggi. Ada aturan ga boleh ambil foto secara candid, makanya hape di sini ga ada yang bisa disilent pas motret.

    ReplyDelete
  3. Semua cerita traveling di Bali itu masih yang jadi favorit aku lho, apalagi yang edisi bebimunnn, hahahahaha

    ReplyDelete