Nov 13, 2015

Big Girls Do Dance


Pada suatu hari, di postingan ini, ada sebuah komen dari seorang pembaca bernama Opi. Berikut cuplikan komennya:

“… Gue pernah ngerasa sangat sangat sangat desperate karena ga ada yang bisa ngasih motivasi gue buat ngurusin badan. Terus tiba-tiba gue baca blog lo, dan gue memutuskan untuk nyoba-nyoba nge-dance sendiri. Gue nge-dance sambil main XBOX Dance Central, dan pilihan lagu yang gue coba mostly Hip-Hop.

Kadang secara ga sadar, gerakan yang ada di Hip-Hop dance itu banyak squats atau lunges terselubung, jadi menguatkan otot-otot kaki juga (iya ngga, sih? Apa gue aja yang ngerasa begini?). I hope you know, setiap kali gue lagi males nge-dance, gue pasti nonton youtube elo biar semangat lagi! (ngaku dulu deh, gue juga donlot video dance elo) :') Dan setelah hampir 8 bulan nge-dance (dengan gaya ga karuan, asal bergerak) gue kehilangan 15 kg aja gitu…

Dan dari Dance Central ini gue jadi belajar nama-nama gerakan yang kadang lucu-lucu banget dan ga gue sangka-sangka. Sekarang tiap nge-dance, gue udah ada di level "Hard" dan hampir khatam semua lagu-lagu Hip-Hop yang ada di game ini. :')”


15 kg! Maygat! Hebat banget kamu, Opi!

Gara-gara komen itu, gue jadi teringat tentang bagaimana bentuk badan masih mempengaruhi ke-pede-an seseorang untuk nari.

Pas gue mulai suka nge-dance, banyak temen-temen gue yang plus size pada bilang, “Wah, nge-dance seru ya, La? Gue juga pengen tapi nggak pedeee… gue ‘kan genduuut…”

Gue, sih, amat sangat dan selalu mendukung siapapun untuk nge-dance. Whethere you are male or female, small or big, old or young, it don’t matter if you’re black or white. Hiii hiiiy! *pekik Michael Jackson*

Meskipun begitu, dalam hati gue memang beranggapan bahwa kalo badan kita kurus dan enteng, nge-dance akan lebih nyaman, luwes, dan enak diliat. Utamanya untuk nari terkoreografi ya, bukan joget-joget freestyle di lantai dansa.

Well, anggapan tersebut mungkin cocok untuk jenis tarian balet aja, yang memang ketat dalam pakem-pakemnya (FYI, waktu gue dulu ikut kelas jazz balletjazz doang, lho, bukan klasik—berat badan kami selalu di-absen sama guru narinya sebelum kelas mulai. Bayangkan tekanannya, sodara-sodara!

"Laila!"

"100 kilo, Miss...

"Hah?! Jogging kamu sampe Bandung!"

Sembari teman-teman lain tertawa Lely Sagita).

Tapi ternyata dalam dunia tari hip-hop yang lebih bebas dan raw, size doesn’t matter at all. At all!

Belakangan ini, gue malah menemukan banyak penari dan koreografer hip-hop cewek yang bodinya plus size, namun dengan skill yang lebih pleeeus lagi.

Here are some of my favorites.

Allison Buczkowski (25 tahun)

Gue pertama kali tau Allison saat lagi nonton video-video dance-nya koreografer Tricia Miranda. FYI, Tricia Miranda adalah seorang koreografer Los Angeles yang lagi nge-hits banget sekarang, dan kelasnya selaluuuu rame diikuti oleh para dancer profesional.

Mayoritas penari di video-videonya Tricia yaa begitu lah, ya, singset-singset kece. Maka ketika Allison muncul, dia langsung mencuri perhatian gue.


Trus, ya, dari semua penari profesional yang ikut kelas Tricia, hanya dua orang yang beberapa kali dijadikan asisten kelas oleh dese, dan salah satunya adalah Allison.

Tricia Miranda (tengah) dengan dua asisten kelasnya, Allison (kiri), dan Darion (kanan) di 4:16

Allison di menit 2:50

Kenapa? Kalo kata Tricia, sis Allison ini nge-dance-nya presisi banget dan bisa mengikuti instruksi dengan baik. Nggak lebay. Kalo lo perhatiin, banyak dancer—terutama dancer Amerika—yang gerakannya cenderung lebay, karena mereka menari dengan amat powerful, sampai melenceng dari konsep asli koreografernya. Konsep aslinya hip hop, dibawainnya kok kayak pencak silat. Ngajak orang berantem!

Sebagai contoh, konsep Tricia di koreografi B*tch Better Have My Money di atas sebenernya nge-dance dengan gaya santai-santai, gitu. Tapi kalo lo perhatiin, banyak dancer yang nge-dance-nya kelewat bertenaga. Nah, Allison nggak begitu. She took Tricia’s instruction well, dan nggak lebay dalam gerakannya.

Gue juga bengong, sih, pas ngeliat Allison nari, karena gerakannya enteng, presisi dan “bersih”. I could never dance that clean!

Allison juga ternyata bisa nari tap, jazz, contemporary, bahkan ballet. Cuma karena penampilannya “hip hop” banget, dia lebih sering dianggap sebagai penari hip hop.

Prestasi Allison yang terkini adalah terpilih menjadi salah satu dancer untuk tur konsernya Janet Jackson. Wuhuu!

Parris Goebel (24 tahun)

Ya, Tuhaaan, Parris Goebel. Parris effin' Goebel.


Singkat kata, Parris adalah seorang koreografer dan penari hip hop asal New Zealand yang prestasinya luar biasa. Coba, deh, klik biografi singkatnya (yang sebenarnya tidak singkat) di sini. Niscaya, lo bakal capek sendiri bacanya, karena achievement-nya banyak banget. Dan semua diraih ketika Parris baru berusia 24!

Parris pernah bekerjasama dengan segudang artis, mulai dari Janet Jackson, Nicki Minaj, Big Bang, Taeyang (Ringa Linga!) 2NE1, 4Minute (Crazy!), Nicole Scherzinger, serta ngegarap sejumlah proyek seperti American Idol, So You Think You Can Dance, film Step Up 5, bahkan Cirque du Soleil yang edisi Michael Jackson.

Udah nonton video klipnya Beyonce dan Nicki Minaj yang Feeling Myself, video klipnya Jennifer Lopez yang Goin’ In, atau video klipnya Justin Bieber yang Sorry? Nah, itulah beberapa contoh koreografi karya Parris Goebel. Untuk video klip Goin In’ dan Sorry, para penarinya malah crew alias dance group-nya Parris sendiri.


Bicara soal crew, Parris Goebel adalah “bunda”—alias penemu dan koreografer—beberapa crew ternama dari New Zealand, yaitu Bubblegums, Sorority, Duchess, ReQuest dan The Royal Family. 



Setau gue, yang paling sering mengharumkan nama New Zealand di ajang dance internasional, sih, ReQuest dan The Royal Family. Di bawah asuhan Bunda Parris, dua crew ini sukses memenangkan puluhan kejuaraan dance.

Dunia sempet kaget ketika dua crew ini mulai langganan menang kejuaraan dance tingkat dunia, soalnya New Zealand gitu, lho. Jarang banget punya prestasi di bidang dance, apalagi hip hop. Kalo Amerika atau Jepang sih sering, yaaa.

Sebagai bayangan betapa berbakatnya Parris, koreografi Sorry cuma dibuat dan disyuting dalam waktu dua hari saza. Whaaaaat? Trus konon, koreografi The Royal Family untuk ajang World Dance ini dibuat dalam waktu 6 hari saja. Apa-apaan, sih?! Ini koreografer apa Bandung Bondowoso?! Kok jagonya ngalahin ayam?! *nangis pelangi*

Apa, siiiih?! *tonjok layar penuh kekaguman*

So, big girls do dance. And they dance mightily. Malah kalo lo perhatiin, tipe badan beberapa koreografer ternama—seperti Janelle Ginestra dan Tricia Miranda—malah cenderung “besar”. Sama sekali nggak singset langsing.

Bahkan Misty Copeland, ballerina kulit hitam yang menggebrak dunia itu, dianggap keren salah satunya karena badannya super berotot, nggak slender-slender standar ballerina

Misty Copeland di iklan sportswear Under Armour. Narasinya adalah isi dari surat penolakan asli ketika Misty Copeland ditolak masuk ke sebuah dance academy di umur 13 tahun.

As long as you have real passion and skills, body size never matters.

You may break your bones from practicing your dance moves, but never be broken charcoal ((broken charcoal, niyee... patah arang! Copyright Marisa)). Yuk buibu, kita cusss ke sanggar terdekat.

Ma, nam! Ma, nam, juh, pan!

28 comments:

  1. Postingannya bikin pengen nge dance lagi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku penasaran banget lho liat Mas Dani nge-dance! Ayo dooong...

      Delete
    2. Gak berani publish sih.. Paling banter konsumsi pribadi. :D

      Delete
  2. Broken charcoal :))))

    Ish aku seneng deh liat video dansa dansi yang suka diupload Mbak Lei ke insta... ini beneran nih bisa nurunin 15 kg??? Cuss maen XBOX Dance Central!!

    ReplyDelete
  3. Aku juga dari hashtag Instagramnya mbak jadi semangat nge-dance walau badan ndut. So far sih, cuma ngikut tutorial2 gitu aja di Youtube. Gak peduli outputnya gimana, yang penting gerak, keringatan trus feeling good deh about myself :))

    ReplyDelete
  4. ya ampun mba Lei.. aku cuma bisa ngangaa.. kereeen2 amaatciikk... keren nih postingannya, jadi bikin semangat pun melek ttg hip hop dance.. tfs ya mba..

    ReplyDelete
  5. Mateeeeee kenapa keren bangat yak itu murid-muridnya Tricia Miranda! Aku kalo dijorogin masuk ke kelas dance itu, duduk sila trs baca istighfar yang banyak aja deh haha.

    Mbak Lei, review tempat les dance hip hop yang recommended doooong! =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, for a start, boleh di Google Steps Dance Academy, P7 (dibaca P-Seven), Gigi Art of Dance, Forever Dance Crew, United Dance Works... truuus apalagi yah?

      Delete
  6. Itu yang Royal Family gileeee bener ih. *nonton lagi*

    ReplyDelete
  7. mba Leeiii, aku agak OOT dikit gapapa yaaa :D *sungkem*
    aku juga ngelakuin yang dilakuin sama Opi. bedanya, aku bikin playlist yang isinya lagu lagu dance... KOREA !!
    hahahaha.
    jadi kalo pagi suka nyetel playlist ini, nyanyi nyanyi sambil joget joget sendiri
    meskipun bakar kalorinya ga seberapa tapi hatiku hepi, berangkat kantor juga moodnya bagus.
    turun berapa kilo neng ? 3 kilo ajah... tapi udah girang, ahahaha.

    soal big girls do dance,
    ada temenku yang badannya agak subur dan gak pernah mau ikut joget gila pas karaoke.
    tapi setelah doi sering ikut karaokean bareng sama temen2 yang suka joget pas karoke, doi udah mulai ikutan joget joget juga.
    kata doi, ternyata seru juga ya nari nari begitu. akhirnya sekarang kalo karaoke pasti ada dance songnya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Leiiii, aku baru nyadar kalo Parris Goebel itu yang ngedance di MV-nya Big Bang yang Bang Bang Bang :)))

      pantes familier :D

      Delete
  8. Demi apaaaa comment gue nongol di postingan iniii? *pingsan, bangun, pingsan lagi* :')

    Duh, Janelle Ginestra itu salah satu idola juga deh. Dan bener, Lei, kalo badan mulai entengan, memang lebih gampang ngikutin gerakan yang agak njelimet pas nge-dance.

    Gue sampe bingung nih mau nulis apa lagi di sini. *speechless* Napas dulu deh. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi Opii, kamu 'kan layak dapat bintang. 15 kg dulu aja gitu, lho! Plok plok plok plookk...

      Delete
  9. Ehm..

    Sebagai plus size model yang juga sekaligus merangkap hiphop dancer di acara2 hiphop kenamaan ibukota, gue SETUJU BINGIT!
    Giiiiirlll just dance your heart out!!!
    Twerk it, grind it, whatever the hell you want.
    Gebrak meja DJ kek, dipepet abege ibukota di lantai dansa kek, yang penting pulang pergi temennya sama.
    Besokannya encok? Gak masyalaahhh.. Diulang lagi besokannya biar smakin ikrib encoknya :))


    PS: GhettoFabz are you ready???


    -bolissa-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ready dooong! Jangan cuma wacana di bibir manis saja yaaaa....

      Delete
  10. Keren amat! Yang Royal Family itu sampe merinding2 aku liat videonya. Maygaaat...

    ReplyDelete
  11. OMG baru liat betis bekonde yang bener bener bekonde di kakinya Misty ini...

    ReplyDelete
  12. Kenapa lo buka hijab yaak kalo ngedance? ada tmn2 lo yg berhijab tetep pake tuh

    ReplyDelete
  13. MISTY COPELAND! Merinding gila-gilaan nontonnya..
    mungkin aku kalo jadi dia abis terima surat sadis gitu langsung ngejgrog di kamar makan pizza 7 loyang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, lalu pensiun balet dengan pasrahnya...

      Delete
  14. Nangis Pelangi tuh maksudnya apa Kak? haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya beginiiii http://www.thepolishedmommy.com/wp-content/uploads/2014/09/crying_rainbow_meme_by_yuukanda0705-d7gc42a-700x696.jpg

      Delete
  15. Lei, jazz balet di Namarina bukan dulu? Trus gurunya miss Atty? Huhehehe been there kalo iya. Sekarang gue jg udah gendut, tapi setiap liat elo dance sumpah kangen. Sayangnya di BSD ga ada nih hiphop academy ala2 gitu, kalo ada jg isinya anak2 abege, lamasak 30 taun ikutan nyemplung :( masih ga pedeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Riri! Dulu di Namarina nggak sempet ngerasain jadi murid Miss Atty, niih... aku dulu muridnya Miss Lita. Eh, di BSD ada lho hiphop academy! Duh, tapi lupa namanya apa. Soal jadi murid paling tua sendiri, jangan sediiiiih, aku sering ikut kelas dimana aku paling tua sendiri, sementara murid lainnya seumuran.... SMP *mandi krim anti-aging*

      Delete
  16. ahahaha.. aku fans berat nya one million studio, coba cek youtube nya deh sometime. they're korean but awwwsome. and i'm not a kpop fan! gara-gara itu jadi inspired ambil kelas dance hip hop hahahaa..

    Love this post! | Beauty Redemption

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYAAAA, aku follow banget 1MillionStudio! Sampe akhirnya follow Instagram koreografer-koreografernya. Favoritkuh si Mina Myeouung... hihihi. Mereka narinya bagus, nggak monoton, "bersih", dan nggak kelewat enerjik kayak kebanyakan dancer Amerika. Laf!

      Delete