Jan 7, 2015

We're Lodoh But Very Happy - End of Year 2014 Bali Trip (introduction)

Latar Belakang

Sebelum gue sekeluarga liburan ke Bali pada Agustus 2014 kemaren, gue dan Teguh absen 2,5 taun dari Bali. Jadi pas menginjakkan kaki lagi di Pulau Dewata Agustus itu, langsung norak dong, ya. Gue inget banget, Teguh sempet nyeletuk, “Akhir taun kita sabbatical sebulan disini, yuk.”

Cieeee, dapet salam dari Julia Roberts.

Dalam definisi tradisional, sabbatical adalah cuti atau break panjang—bisa dari dua bulan sampai setaun—untuk traveling. Selama sabbatical, seseorang bepergian ke tempat jauh untuk mencapai gol tertentu, belajar, atau mungkin ‘menemukan dirinya kembali’. Ihiiiy, matekkk.

Dalam definisi suamiku, sabbatical adalah liburan jangka panjang ke tempat tenang, lantas hibernasi alias molor sesering mungkin. Dan dese pengen banget melakukan itu akhir taun 2014 kemaren, di Bali.

Gue yang, “Mmmm, ya ya ya, that’s a nice idea, tapi jej lupa punya anak?”

Singkat kata, sabbatical adalah hal yang mustahil bagi kami, orangtua dengan anak kecil. Raya nggak mungkin ditinggal, sementara kalo diajak, mana mungkin ortunya bisa hibernasi? Yang ada nanti malah hipertensi. Oh, seandainya saja balita kayak kambing, bisa aman dan anteng dilepas di kebon seharian…

Akhirnya, durasi sabbatical ini ditawar Teguh menjadi tiga minggu, lalu ditawar lagi menjadi dua minggu, sementara gue ngotot untuk ngapus rencana sabbatical ini, dan menjadikannya liburan ke Bali biasa, dengan durasi normal. Semingguan, lah. Dan karena istri selalu menang, suami akhirnya nyerah, hihihi.

Durasi:
29 Desember 2014 – 6 Januari 2015

Lokasi:

Ubud dan Canggu

Anggota:

Gue, Teguh, Raya. Tapi pada tanggal 31 Des – 3 Jan, keluarga gue yang lain datang, walau pisah akomodasi.

Itinerary / Jadwal:
 
Gue dan Teguh nggak bikin jadwal, mau spontan mikir nanti di Bali aja. Kami cuma bikin aturan-aturan dasar, misalnya, pas malam taun baru nggak mau ngapain-ngapain. We also want to take things slow, nggak padet dan keburu-buru.

Gue browsing tempat dan aktivitas yang sekiranya seru, sih, tapi nggak matok, hari ini mau kemana, mau ngapain. Everything is flexible.

Soal makan, we’re not foodies, terutama saat liburan sama anak. Dengan segala rasa hormat kepada foodies dan para pecinta wisata kuliner, sepengalaman kami, ngejar tempat-tempat makan spesifik pas liburan cenderung buang waktu dan lebih sering bikin berantem, deh. Jadi malah tegang, gitu. Apalagi kalo lagi laper! Ape juga dimakan, deh! Ujung-ujungnya, usaha yang dikeluarkan nggak sebanding sama value makanannya. Jadi, kami makan yang senemunya aja, deh. Asal bukan nemu dari meja sebelah, sisaan orang… Apalagi nemu di tempat sampah…#krikkrik

Persiapan:

Gue adalah biangnya heavy packing, dan selalu traveling dengan barang lebih dari seperlunya. Nah, kali ini gue berusaha packing ringan. Gue bawa baju seadanya *kemudian bikin peta londri kiloan seantero Bali* dan baby gear yang dibawa cuma dua: botol susu dan toilet seat. No strollers, no Ergo / gendongan, no sterilizers, no iPads or other toys. Semua sewa di Bali! *bokek*

Untungnya, Raya bukan anak fussy dan steril-an. So pasti, karena guenya juga pemales, hihihi. Contohnya, banyak temen gue yang nggak mau cuci baju anaknya di londri kiloan, sementara gue nggak peduli. Different people, different style.

So, no plans, no itineraries, no targets, no baby gears. It’s totally gonna be an adventure. Or a disaster. Jangan kemana-mana ya, pemirsaaah :-*

14 comments:

  1. Buruan posting ya, Leila. gak sabar :)

    ReplyDelete
  2. #Duduk.anteng.gedeprok.nunggu.mb.lei.lanjutcerita.dg.tdk.sabar..

    ReplyDelete
  3. Pemirsanya duduk anteng di marih *seduh teh*

    ReplyDelete
  4. Duuuh, pressure... *ngetik sambil gemeter* :D

    ReplyDelete
  5. aku juga nunggu postingannya!hhahahahaha

    ReplyDelete
  6. *manteng sambil ngemil kuaci.

    ReplyDelete
  7. postingan dan review-mu selalu kutunggu mba #Mantengin

    ReplyDelete
  8. ikut nungguin juga
    #sokKenal

    *salam kenal ye mbk :)

    ReplyDelete
  9. Eh udah pulang kan ya mbak? *gelar tiker di sini nungguin ceritanya
    hehehe..pemirsah jadi peneror =P

    ReplyDelete
  10. Ga bisa sabar ini :D *nunggu sambil nyemil cireng

    ReplyDelete
  11. Hahaha udah ngakak2 sendiri baca intronya, selalu menghibur deh kamu! Aku tunggu post berikutnyaahhhhhh

    ReplyDelete
  12. Mbak Lelia , silent reader nihh, ga sabar buat komen juga, will be waiting for your stories. Hihihi

    ReplyDelete
  13. wah gak sabar nunggu ceritanya sewaktu di bali, Buruan di post ya mba Lei..

    ReplyDelete
  14. All: Huhuhuhahaha *antara stress dan seneng banyak yang nungguin* Kalian aaah, jadi pressure harus mendongeng yang epic bak Mahabharata deh...

    ReplyDelete