Jun 10, 2012

Turning Japanese - Day 4

Shinjuku Gyoen National Garden, Kawasaki, Uniqlo Megastore at Ginza - 25 April 2012

Sebelum cerita tentang jalan-jalan hari ini, saya mau berkisah dulu tentang gempa.

Konon, ke Tokyo tuh nggak lengkap kalo nggak ngerasain gempanya. Idih, ngeri amat! Tapi ternyata, saya malah dikasih pengalaman demikian.

Sepulang dari Tokyo DisneySea, bumil tepar dong ya. Jam 3 pagi, tiba-tiba saya mimpi ditimang-timang raksasa. Oho, ternyata bukan mimpi, tapi emang lagi diayun beneran… diayun gempa! Gede banget lagi!

It felt amazing. Not scary, but amazing. Dengan demikian, saya telah membuktikan sendiri bahwa gedung-gedung Tokyo memang didesain dengan sangat baik untuk menghadapi gempa. ‘Kan katanya, fondasi gedung Tokyo tuh fleksibel semua, kayak per (nggak kebayang bentuknya cemana). Jadi kalo gempa, fondasinya nggak gampang retak apalagi langsung ambruk.

Ternyata bener banget yaaa… Akibatnya, pas gempa gini, satu kamar hotel serasa berubah jadi hammock raksasa, and we’re just swinging casually in it. Nggak ada sensasi pusing atau bergetar. Berayun-ayun aja, gitu. Enak sih, kayak naik kora-kora mini, hihihi.

Emangnya perabotan nggak pada ambrol? Nggak tuh. Sebagian besar perabotan kamar hotel emang ke-attach ke dinding atau lantai, jadi nggak ada yang geser-geser. Damai deh. Saking damainya, T nggak mau bangun. Jadi pas saya teriak-teriak, “Gempaaaa! Gempaaa!” T malah bergumam sambil merem, “Udah, nggak papa… Enak kok.” Mak!

Dan tampaknya omongan tersebut adalah omongan sadar. Karena pas dikonfirmasi besok paginya, T menegaskan lagi bahwa, “gempanya memang enak.” T___T"

*****

Anyway, lanjut ke cerito jalan-jalan.

Jadi yang namanya traveling, memang mirip roda kehidupan (yeuuk…). Kadang di atas, kadang di bawah. Setelah hari sebelumnya kami sakseis menjalankan itinerary (ke Tokyo DisneySea) tanpa hambatan berarti, maka di hari ini… ya kebalikannya. Laif is fer!

Ahenda hari ini sebenernya santai banget, cuma ke Shinjuku Gyoen National Garden, trus lanjut ke museum Fujiko F. Fujio.

Ke Shinjuku Gyoen National Garden-nya sih cingcai. Pertama, karena saya udah pernah kesana sebelumnya. Kedua, karena lokasinya bener-bener walking distance dari hotel. Sinpe. Bersin sampe.

Tapi ke museum Fujiko F. Fujio-nya ini nih yang agak menguji mentalitas Amazing Race. Detailnya nanti ya…

First up, Shinjuku Gyoen National Garden! Saya nemu taman ini tanpa sengaja lho. Ceritanya dulu lagi buka-buka Facebook-nya seorang temen yang tinggal di Tokyo, trus nemu foto-foto dese lagi piknik gegoleran di sebuah taman yang nampak besoar dan indah sekali. Ih ih ih dimana tuuuh…

Setelah diulik, taman tersebut adalah Shinjuku Gyoen National Garden, taman kota yang ternyata memang terbesar, terindah, dan ter-femes di Tokyo. Sempet menduduki peringkat 1 sebagai Top Things To Do in Tokyo versi Trip Advisor, lho... Bergengsi nggak tuh!

Lantas, waktu ke Tokyo berduaan adek saya taun 2009, kami nyempetin main ke taman ini, dan memang langsung ber-waaaw-wooow dengan kamse-nya.

In 2009

Untuk info lebih lanjut mengenai Shinjuku Gyoen National Garden, monggo di-klak-klik dimarih, dimarih, dan dimarih.

Emang taman ini sekece apa sih? Well, IMHO, I like this park better than the famous Central Park in NYC :D So it should say quite a lot yaaa... Sebenernya tergantung selera, sih. Shinjuku Gyoen National Garden ini lebih plain daripada Central Park, tapi bener-bener memberikan hawa damai bin gemah ripah loh jinawi. Cocok buat nenek-nenek, atau yang berjiwa nenek-nenek (seperti saya).

Karena hari ini hari nyantai, kami beranjak dari kasur rada siang. Leyeh-leyeh dulu, trus nyempetin cuci baju di coin laundrette hotel (I love laundry day!).

IMG_0492
Me in the morning. I survived a Tokyo earthquake!

Alhasil, baru keluar hotel jam 1 siang. Langsung melenggang kangkung ke Shinjuku Gyoen National Garden yang Alhamdulillah udah deket banget.

IMG_0005

IMG_0004

IMG_0037

IMG_0013

IMG_0027

Sejak trip planning ke Tokyo ini, saya nggak pernah berencana liat sakura, karena musimnya emang (harusnya) udah lewat. Prime time-nya sakura di Tokyo ‘kan akhir Maret-awal April, jadi pas mid-end April gini, saya nggak ngarep liat apa-apa…

But what a pleasant surprise—ternyata masih ada beberapa pohon sakura yang mekar di Shinjuku Gyoen National Garden. Belum rontok! Masih cantik! Senangnyaaa… Konon katanya, winter 2011 kemaren mundur. Awal Maret 2012 aja, salju di Tokyo masih setinggi betis. Akibatnya, musim semi  2012 juga mundur. Thank you, weird season. Hello, cherry blossom!

IMG_0025
Hello, cantik!

IMG_0020
Hello, cant---.... Nggg...

IMG_0029

IMG_0016

IMG_0031

IMG_0023

IMG_0032

IMG_0011

IMG_0036
Nenek-nenek lucu pada hanami (sakura viewing). Gemes banget deh, mereka tiba-tiba nyanyi-nyanyi sendiri, bikin paduan suara dadakan. Pengen nyempil trus diem-diem ikutan...

IMG_0043

IMG_0045
Kurang matjho apa coba, berpose disela-sela kembang merah jambon gini!

IMG_0046

IMG_0053

IMG_0056

IMG_0059

IMG_0074

IMG_0078
Baiklah...

Jam 2.30 siang, kami keluar dari Shinjuku Gyoen National Garden dan jalan menuju Shinjuku Station. Fujiko F. Fujio Museum, here we come!

Mencapai museum Fujiko F. Fujio nih agak ribet. Beli tiketnya susah, lokasinya pun nun jauh di Kawasaki sana, yang itungannya di luar kota Tokyo. Meski demikian, harusnya saya mampu nyampe sana dengan selamat. Kenapa? Karena dulu ijk pernah ke Museum Ghibli, yang sama-sama ribet dan jauh.

Bagi yang pengen tau cara beli tiket museum Fujiko F. Fujio (or Ghibli, sama aja), begini caranya!
  1. Jauh-jauh hari, buka website museum yang bersangkutan. Tentukan mau kesana tanggal dan jam berapa. Museum Ghibli dan FFF itu membagi waktu kunjungannya ke 4 slot. Kalo nggak salah, jam 10, jam 12, jam 2, dan jam 4.
  2. Cup-kan tanggal dan waktu kunjungan (dalam hati aja sih…)
  3. Sampai di Tokyo, cari Lawson terdekat. Di setiap cabang Lawson, ada semacam mesin ATM yang khusus menjual berbagai macam tiket. Mesin ini namanya Loppi. Di Tokyo, tiket museum Ghibli dan FFF hanya dijual lewat Loppi.
  4. Tapi jangan anggep beli tiket dari Loppi itu gampang, soalnya… si mesin nggak punya opsi bahasa Inggris! Asem nggak sih?! Prosedur pembelian pun agak ribet. Kita harus masukkin nama museum, tanggal kunjungan, jam kunjungan, nama, alamat, dan nomor telpon kita. Setelah tiketnya ke-print dari mesin Loppi, kita kudu bayar ke kasir. Bukan selipin duit ke mesinnya, gitu…
To overcome the language barrier, cara yang sukses saya praktekkan dua kali adalah gini:
  1. Sebelum ke Lawson, samperin dulu resepsionis hotel kita. Biasanya ‘kan resepsionis hotel bahasa Inggrisnya lumayan ya. Terangin bahwa kita mau ke museum anu, tanggal dan jam sekian, blablabla. Trus minta tolong deh, “Mbak, tolong tulisin segala info itu ya di kertas, pake aksara Jepang. Jadi nanti tinggal saya kasihin ke kasir Lawson.”
  2. Berbekal secarik kertas sontekan tersebut, melangkahlah dengan pasti bersama Rindi menuju Lawson terdekat. Basi-basi dulu sama sang kasir pake ‘konnichiwa, sumimasen’ endebra endebre, lalu serahkanlah si kertas sontekan. Kalo perlu, gunakanlah body language ala Liza Natalia! Pokoknya si kasir kudu paham, kita mau minta tolong dia untuk pencetin si mesin Loppi, sesuai info di kertas.
  3. Si kasir yang baik hati pasti akan nolongin. In no time, tiket pun kecetak dari Loppi. Tinggal bayar, deh. Hore!
  4. Jangan lupa, urusan beli tiket ini HARUS kelar paling lambat 2 hari sebelum kita ke museum. Nggak bisa dadakan di hari H. Jadi, jadwal ke museum Ghibli atau FFF emang nggak bisa ditaro di awal trip.
Itu baru urusan tiket. Menuju tempatnya perlu effort lagi, berhubung lokasinya di luar Tokyo. Meski nggak jauh-jauh amat sih… macem Jakarta-Bogor 'kali ya.

Anyway, kesalahan kami yang pertama adalah nyasar di dalam Shinjuku Station. Akibatnya, salah peron. Pas akhirnya nemu peron yang bener pun, kami salah naik kereta! Harusnya turun di stasiun Noborito, Kawasaki, tapi gara-gara salah kereta, Noborito-nya keliwatan sampe 9 stasiun. YAA NABI SALAAM ALAIKA!!!

IMG_0086

IMG_0089

IMG_0092
The chaotic nightmare known as Shinjuku Station

Ketika akhirnya berhasil sampe di stasiun Noborito, waktu udah menunjukkan jam 4.30 sore, padahal harusnya kami udah nyampe museum Fujiko F. Fujio jam 3.45, trus masuk bareng kloter jam 4.

Keluar stasiun, kami melangkah gontai ke halte shuttle bus museum Fujiko F. Fujio. Nggak mau ngarep, deh. Bener aja, ketika bus-nya dateng, dia cuma menurunkan pengunjung dari kloter sebelumnya. Minta ngangkut kami ke museum? Didadahin aja deh sama Pak Sopir…. Dadaaaah…

 Taken from Japan Guide

Japanese are very, very punctual and you cannot bargain with that.

So yeah, intinya kami gagal ke museum Fujiko F. Fujio, dan melayanglah tuh dua tiket seharga 1000 yen masing-masing. So I'm very sorry, there is no Fujiko F. Fujio Museum story, hik hik hik :( Yastralahya… Yang suwe-suwe gini emang kudu ada dalam traveling. Semacam bumbu penyedap lah!

Dan kalo lagi apes begini, the worst thing you can do adalah ngambek. Makanya saya ketawa-ketiwi palsu aja, padahal sih hati berkata pengen gebukin orang! Untung bunting.

Ujung-ujungnya kami (baca: saya) memutuskan untuk menebus nestapa dengan…. shopping. Kikikikik. Tepatnya di Uniqlo Megastore di Ginza. Kenapa harus yang di Ginza? Karena disana Uniqlo-nya 12 lantai, mamitaaa… Gih dah sana belanja sampe kebawa mimpi!

Tapi kesabaran kami emang lagi diuji. Sampe di Ginza, ujan lebat! Bawa payung sih, tapi dengkul kebawah teteup basah kuyup. Teteup gengges. Nyasar pula nyariin si gedung Uniqlo ini!

Setelah 2 kali muterin blok yang sama dibawah hujan, dan (Teguh) sampe 2 kali nanya orang (sayanya diem aja di pojokan), we finally found the damn place. Lantas bales dendam, belanja berkantong-kantong, hihihi *tebar-tebar duit tak berseri* Nggak deng, palingan dua kantong... buat Yaya doang, kikikik.

IMG_0097

IMG_0102

IMG_0100

IMG_0094

IMG_0113

IMG_0115
Ginza at night

Hikmah dari hari ini: I love my husband beyond belief. Kok nggak nyambung?! Mungkin saya kurang banyak meng-ekspous jasa-jasa T in our previous trips, termasuk selama di Tokyo ini. But believe me, he’s an angel. The real life Michael Landon (aduuuh, bawa-bawa Michael Landon, age-revealing banget...)

He never complained, never protested even when he’s not liking the itinerary, always left everything up to me, and very, very helpful. Dan semua hal tersebut semakin nyata when we’re having a not-so-good day like this day.

I didn’t choose the wrong guy, and I hope Yaya has every bit of your quality, bih

PS. Kenapa ya, kok saya tiba-tiba nulis hal menye gini di tulisan trip report? I blame the non-stop Braxton-Hicks.

PPS. I know you’re reading this, my beloved stalker.

See you the next day!

29 comments:

  1. mba leiii.. dirimu berseri banget deh di foto-fotonya.. :)

    ReplyDelete
  2. silent rider baru berani komen setelah liat foto terakhirnya T sama bunga sakura yg....bikin ngakak sendiri pagi2 :D

    anyway,salam kenal ya Lei...

    semoga ga ada niatan mem-protect blognya biar ttp bs baca tulisan2 plus menikmati foto2 cantiknya :)

    ReplyDelete
  3. Kenapa sih lo selalu doyan mejengin foto-foto non-machonya Kangmas? Kayak yang report Babymoon di MD itu lho. Fotonya aduhai bener bersama burung-burung. Kali ini, potonya aduhai bersama sakura pink, hihihi..

    Btw T gak komplain La, lo pejengin foto-foto doi lagi bergaya ala-ala Tessy gitu di blog? :D

    ReplyDelete
  4. Jagoan suaminyaaaaah! Hidup Mr.T! !
    Inilah yg membuatku makin kesini makin ragu untuk traveling keluar kota apalagi keluar negeri. Kekompakanku dan Suamiku kurang tahan banting deh kalo itin udah melenceng dr rencana semula. Berantem pas lg diluar kota pan kaga asik yeee ;) #curcol

    ReplyDelete
  5. Kak, bangun tidurnya cantik amat...

    ReplyDelete
  6. Anjroooottt itu tamannya indah niannnnn....

    Btw, kemungkinan besar, kunjungan ke Museum itu gak jadi, karena sama yang di atas udah diatur, untuk dibarter dengan pengalaman gempa berayun-ayun! Plus sakura!

    ReplyDelete
  7. aih aiiih....mr.T cucook deh neek :p
    *syok liat foto T yg paling bawah -__-*

    ReplyDelete
  8. Duh Tugk mencuri perhatian dari cerita sesungguhnya di postingan ini.

    Tugk & sakura merah jambay-nya.

    ReplyDelete
  9. KKII, Ica, Ira, Gemma: OKEDEEEH, genap setengah dari komen postingan ini semuanya tentang misuaku! Ahahaha... Biasanya dia pasrah aja lho, fotonya dipajang-pajang gini. Tapi kalo sampe dapet fansgroup gini, kayaknya pas doi pulang kantor nanti, gue bakal dipitakin...

    Anti: Awww, sebenernya bawa lampu bohlam sih dibalik kerudung :)

    Ndutyke: Masa siiih, aduh nggak bisa ikutan Amazing Race dong ya? Mungkin karena T dulu pernah daftar Amazing Race sama temennya (trus gagal seleksi zzz) jadi emang udah terbiasa nyiapin mental pasrah gitu...

    Leony: Indah nian bukaaan? Kalo beginian ada di Jakarta sih udah pasti langsung penuh sama yang pre-wed dengan pose suap-suapan, lari-larian, tunjuk satu bintang dll dst dsb hihihi

    Bolissa: Nyindir nggak sih? Kalo muji, ini pasti bukan Lisak!

    ReplyDelete
  10. Etapi yaa the star of this trip adalah foto Teguh di antara bunga2 sakura. HEITZ KAK! :))))))))

    ReplyDelete
  11. i nearly died from laughter itu liat foto teguh+sakura yg terakhir :P

    ReplyDelete
  12. Gw yakin kalu suami lo ngeblog bakal kluarin tampang kaya gini :

    http://2.bp.blogspot.com/-yFF0zdj8iOw/Tj7Lptf1R7I/AAAAAAAAKKE/wv209JSB2w8/s1600/Mr+T+feather+boa.jpg

    Hahahaa. Teteup ya bo adegan makang-makang di jepang kaga ada sampe hari ke empat...

    ReplyDelete
  13. Jangan sediiihhhh... cerita tentang museum Fujiko F. Fujio akan bisa kamu nikmati di blog kuuu (2 tahun lagi).

    ReplyDelete
  14. Agak flamboyant juga yah si teguh

    ReplyDelete
  15. Bolissa: Hahaha... coba itung ya Anda orang keberapa yang ngomong gitu. Beneran heitz dong ya!

    Kara: Ahahaha... aslinya nggak (segitunya) kok ya Kaaar

    Fabz: Boook, kan dibilang gue lagi hamil, mana bisa icip-icip ini itu. And am oso not a foodie anyway, maap niiih ;)

    Fry: BOHONG! Blogmu 'kan udah buka lagiiii *sekaligus pengumuman buat para pemirsa*

    Aldi: Aldi ah! Sesama urang awak juga lo!

    ReplyDelete
  16. Beli baju bayi apaan aja di Uniqlo? Gue penasaran sm belanjaannya :D *tipikal org Indo, yg cuma tertarik buat belanja* hehehe..

    ReplyDelete
  17. Ceritanya seruu... fotonya bagusss...
    lucky me find another good blog

    Jepun pengen kesanahh jugaa..aaa.. pengen liat sakura..aaa.. pengen ke museum Fujikooo..ooo till now puas liat foto-fotonya mb Leija dulu kali yaa

    Salam kenal ya mb oh iya salam juga untuk kak Yaya dari Alika :D

    ReplyDelete
  18. Amy: Hahaha pastinya sih baju ya maaak... Asli murah lho. Gue lupa harga tepatnya berapaan aja. Yg inget, laki gue beli backpack nggak nyampe dua ratus ribu rupiah :D

    Cerita Alika: Makasiiih, aamiiin semoga cepet nyusul nengok Jepun yaaa

    ReplyDelete
  19. hi mba, mau tanya dong klo lg jln2 di jpn sholat nya gmn kah? trus klo lg di disneyland jg sholat dmn ya? hotel terdekat biasanya ada mushola ga? heehehe

    ReplyDelete
  20. Filand: Hai Filand! Wah, kalo soal sholat saat traveling, berjuta deh ceritanya :)

    Kalo di tempat umum di Jepang (dan di negara lain, termasuk Amerika), aku biasanya nyari pojokan sepi, dan sholat duduk. Kalo bisa nemu pojokan yg bisa buat sholat berdiri sih (ada space dan bersih), Alhamdulillah. Biasanya aku wudhu di WC spt biasa, trus pake mukena atasannya aja, kaos kaki, duduk, trus sholat. Jadi jangan lupa bawa mukena tipis dan alas sujud :)

    Pastinya sih diliatin orang, tapi negara yang agak 'pemalu' kayak Jepang tuh orang-orangnya nggak cingcong hehehe. Rata-rata pada maklum kok. Dan gantian jaga-jagaan aja sih sama suami...

    Di Disneyland Tokyo nggak ada tempat sholat spesifik. Tapi waktu ke Disneyland Amerika dulu, aku sempet survey dulu, email-emailan sama guest relations sana. Nggak minta mushola sih, cuma nanya aja, dimana sekiranya spot-spot sepi dan bersih yang memungkinkan kita untuk sholat.

    Kalo emang nggak memungkinkan banget sholat di tempat umum, biasanya aku jama' di hotel. Semoga membantu ya!

    ReplyDelete
  21. Wah trims mba infonya, mslhnya kan ya nanti pergi bulan puasa aku tak kuasa meninggalkan sholat (haishhhh bahasanya :D)

    Berarti nanti msti siap sajadah tipis buat dibawa2 jg ya, hehe..

    ReplyDelete
  22. Filand: Seeppp sama-sama... Oya, yang dimaksud dengan 'sholat duduk' tuh aku biasanya duduk di bangku yg tersedia, atau aspal yang memang bisa diduduki gitu yah. Soalnya kalo ngejogrok dibawah, suka kotor dan takutnya ngalangin orang lewat. Nggak enak kan :) Have fun yaaa

    ReplyDelete
  23. halo mba, salam kenal...
    mba, kalo mau beli tiket museum doraemon kan harus masukin alamat kita. nah itu yang di masukin alamat di indonesia ato alamat hotel di jepang?
    makasih ya mba :)

    ReplyDelete
  24. Rina: Halo Rina, kayaknya bebas aja deh. Waktu beli tiket Museum Ghibli dulu aku masukkin alamat Indonesia, waktu beli tiket Museum Fujiko F. Fujio aku masukkin alamat hotel.

    Tapi intinya semua data itu diketikin sama karyawan Lawsonnya sih... :D Goodluck yah...

    ReplyDelete
  25. Hi mba Lei,
    boleh tanya yaa.. Kebetulan aku berencana mau ke Jepang juga pertengahan April besok. What to pack and wear ya? Dari info yg kudapat suhu di Jepang bln April sekitar 10-20c (kayak di Puncak), tapi mba Lei sepertinya cuma pakai cardigan aja tuh.. Hehehe mohon pencerahannya ya kakaaak.. Makasiih :)

    ReplyDelete
  26. Riri Maulidina: Holaa...!

    Pack lightly aja. Infomu bener kok, ibaratnya kayak ke Puncak atau mall duingin aja hehehe.

    Selama aku disana kemaren, suhu terendah tuh 12C, tertinggi 21C, kalo gak salah. Pada prakteknya rada panas lhooo... Jangan lupa faktor terik matahari, dan banyaknya jalan kaki yang bakal kita lakuin. Ujung-ujungnya keringetan juga deeeh ;) Tiap hari aku cuma pake undies - singlet - kaos - cardigantebel - celanajeans. Cukup kok...

    Intinya sih, kalo bepergian di musim 'nanggung' seperti springtime, kudu dress in layers. Misalnya, pas keluar hotel pake kaos biasa dan jeans aja, tapi bawa stoking/legging (buat lapisan dibalik celana jeans) dan sweater di tas. Kalo udara mendingin, tinggal dipake deeh...

    Nggak perlu thermal atau jaket winter yaaa ;)

    Sebenernya, yang lebih nyusahin di musim semi di Tokyo ini bukan udaranya, tapi UJANNYA! Bawa payung dan sepatu yang gampang di-lap yaaa.

    Semoga membantuu! :D

    ReplyDelete
  27. Thanks Mba Lei.. Tapi, tapi, trench coat masih bisa dipake kan? *memandang nanar trenchcoat yang dibeli secara impulsif* :)) Makasih yaa pencerahannya kakak, hampiiiirr aja beli trench coat lagi nih hehehee..

    ReplyDelete
  28. Laaaaa apa kabar???temen yg gegoleran d shinjuku gyoen itu gue kaaan???GR...blog nya lucu bgt, udah seharian ini baca mulai dari ketawa sendiri sampe nangis sesegukan, suka bgt!!!
    Gue skrg udh d jkt la, taun depan ada rencana mau nuris ke jepang, thanks lo referensi tempat jalan2 nya...-diyah-

    ReplyDelete
  29. Diyah: DIYAAAAAH! Iyak bener banget! Temen gue yg gegoleran itu ya elo! Hahahaha. Makasih ya Di...

    Gue jat-cin banget sama Shinjuku Gyoen pas pertama kali liat di FB lo, trus akhirnya gue jadi banyak nanya-nanya sama elo kan? Tahun 2009 ya? Gue inget banget, lo ngasitau gue ttg cara ke Ghibli, dan beli tiket di loppi hihi. Thanks yaaa.

    Diii, elo kan pernah tinggal di Jepang, kok malah dpt referensi dari gueee hahaha.

    ReplyDelete