Aug 25, 2011

Stand Up for Laugh

Muncul satu tren baru di Jakarta, yaitu stand-up comic acts. Buat yang belum tau atau belum ngerti apa itu stand-up comedy, langsung tengok aja ya ke @StandUpIndo, Google, atau Youtube sendiri aja lah ya, nggak perlu gue jelasin. Ini blog emang menggembleng kemandirian!

Walaupun komedi adalah genre favorit saya dalam segala hal, saya sebenernya nggak begitu suka stand-up comedy, tepatnya stand-up comedy konservatif gaya Amerika. Saban nonton Seinfeld aja ekspresi saya kayak nonton Dunia Dalam Berita. Bukannya nggak ngerti lawakannya yaaa, sembuarangan ente, tapi emang nggak bikin ketawa aja.

Jadi begitu stand-up comedy gaya Amerika mulai dipopulerkan di Indonesia, tepatnya Jakarta, saya langsung iba karena khawatir gagal total.

Tapi -- kalo dilihat dari popularitas online -- lumayan sukses ya ternyata? Orang berbondong-bondong ke Comedy Cafe setiap Rabu untuk naik panggung maupun nonton orang manggung. Saya beberapa kali pengen tiger sprong kesana, berhubung lokasinya deket sama rumah, tapi belum berjodoh. 

Jadi penasaran dooong.

Maka sewaktu kemaren StandUpIndo menggelar Stand Up Night dengan skala agak besar, menampilkan line-up comedian (yang katanya) andalan, dan berlokasi di Rolling Stone Cafe yang juga deket dari rumah, yah cap to the cus lah saya.




 Geng semalam

Daaan... supaya stand-up comedian yang (kali-kali) mampir ke blog ini tambah deg-degan atas karir mereka, saya haturkan ulasan dan kritik jujur dari seorang Leija. Inilaaaah dianaaaa...! *lempar segenggam glitter*

Penilaian (berdasarkan reaksi pribadi)
Main-main BB: kurang bagus, karena sampe saya cuekkin
Mengelitiki diri sendiri: tingkatkan terus usahanya, qaqaaa'...
Tepokin!: boleh deh, qaqaaa'...

*****

Pandji Pragiwaksono
Saya nyampe di lokasi tepat ketika Pandji -- sang opening act -- lagi beraksi. Karena sibuk menavigasi lokasi, cipika-cipiki centil, dan ribut pesen makan/minum dulu, saya nggak nonton setengah dari aksinya. 

Ketika akhirnya saya udah settle, doski udah setengah jalan, dan mulai agak slapstick. Ada lucunya siiiih, dan saya juga suka tempo dan lafalnya yang jelas (maklum, MC)... tapiiii, kalo ruh slapstick mulai merasuki stand-up comedian, saya terpaksa mengelitiki diri sendiri. Next!

Gusti Allah, Nggak Tau Namanya
... tapi orangnya unyu! Muklis-nya campuran antara mukanya temen saya, dan seorang bintang film horor Thailand yang biasanya mati duluan. Jadi plus point pertama, orangnya ganteng. 

Catet, saya nonton dari balkon atas yang berjarak sekitar 10 meter dari mukanya. Jadi ini ganteng menurut mata siwerku.

Sayang, plus point ganteng tersebut langsung ditimpa oleh masalah do'i yang paling utama: suaranya nggak jelas.

Tau kontrol microphone 'kan? Biasanya kontrol mic dilakukan penyanyi saat nyenyong, yang pake gerakan tarik-ulur dramatis itu lho. Tujuannya supaya lafal selalu jelas. Ternyata kontrol mic juga perlu dalam ngelawak. Kalo sepanjang manggung mic-nya diemut terus deket bibir, alhasil suara mendem dan nggak jelas, kayak si ganteng ini. Plus, tempo omongannya terasa terlalu cepat. Sayang lho, do'i jadi bagaikan ngelawak ke diri sendiri, sehingga aku pun main-main BB. Next!

Isman H. Suryaman
Sejak jaman kuliah dulu, Isman sudah menjadi penulis favorit saya, terutama kalo baca blognya. Gayanya super Seinfeld, dengan materi lawakan observasi, dan lucu banget kalo dinikmati lewat tulisan...

... tapi begitu disampaikan secara oral... JENG JENG JENG. I wouldn't say it was a disaster, tapi memang kurkuma. Kurang, seus. Padahal saya nggak tau salah Isman dimana. Penyampaiannya cukup jelas, orangnya juga terciri banget yaitu geeky, dewasa, Sunda, dan kalem, jadi punya ciri khas dibanding comedian lain yang rata-rata masih muda dan anak Jakarta semua. Materinya kurang nendang mungkin ya? Mungkin. Padahal smart, lho. Ah, aku sedih *peluk Isman, tapi sambil... main-main BB* Next!

Miund
Aduuuuh, kenapa Miund harus manggung sih? Dia 'kan baca blog akika! Jadi susah 'kan mau ngritik disindang! Muahahaha *tertawa khawatir*. Tapi Alhamdulillah ya, penampilan Miund cukup sukses. Berhubung penyiar, suara doski sudah nyaring dari awal, sehingga langsung menyedot perhatian. Begitu perhatian penonton sudah digenggam, Miund pun melancarkan serangan-serangan leluconnya. Harus diakui, sebagian besar materinya udah agak overused sih, tapi penonton tetep enzoi tuh. 

Oya, Miund juga 'bandel' karena manggung jauh lebih singkat dari slot waktu yang ditentukan (20 menit), tapi justru ini yang bikin penonton geregetan. 

The verdict? Saya agak mengelitiki diri sendiri, sambil diselingi tepokan (bener-bener ini ada unsur stress takut ceuceu-nya baca). Next!

Ernest Prakasa
Sebelumnya, saya nggak tau Ernest Prakasa ini makhluk apa, anaknya siapa, kok bisa sering denger namanya, seleb beneran apa seleb Twitter doang. Baru sekarang saya tau bahwa doski adalah penggagas StandUpIndo, Cina, dan lucu!

Saya suka penampilan Ernest karena 1) temponya bagus, lafalnya jelas dan suaranya PD. Ini penting sekali ya. Dan susah lho, cari titik tengah antara bergumam dan teriak-teriak, antara ngomong merepet dan deklamasi ala Putri Solo 2) orangnya ganteng dan keren! Lagi-lagi catet, saya nonton dari balkon atas yang berjarak sekitar 10 meter dari panggung 3) salah satu materi lawakan Ernest adalah SARA.

Yes, I love SARA jokes. Nggak yang ekstrem ya, tapi yang pas lah. Apalagi semua komedian sebelum Ernest nggak ada yang berani nyinggung SARA, sehingga suasana terasa steril. Maka begitu Ernest teriak, "Siapa yang Cina! Ngaku angkat tangan, Cina!" trus mulai mencela mereka, saya spontan jatuh cinta. Langsung saya pingin maju ke depan, ngeluarin segala celaan Cina Surabaya andalan. Mana pake nyelip-nyelipin FPI segala lagi. Di bulan Ramadhan lagi.

Aaaaa Erneeest, aylafyu! *lempar beha* *nemplok di muka istrinya* Tepokin!

Next!

PS. In case you're wondering if someone got hurt, di sebelah saya ada segerombolan penonton keturunan Cina, dan mereka ngakak bahagia ketika kaum mereka akhirnya terepresentasikan lewat jokes-nya Ernest. Chinese reppin' yo!

Asep Suaji
Saya sempet ngeliat penampilan Asep lewat Youtube. Saat itu, saya langsung memijit dagu dengan jempol dan telunjuk seraya bergumam, "Hmmm. Kurang lucu." 

Kemaren malam, berbekal dengan jam terbang yang lebih tinggi, Subhanallah, beliau tampil... hmmm, masih kurang lucu. 

Padahal menurut saya materinya lumayan. Dan seperti Isman, Asep nih orangnya juga terciri banget: agak ndeso, polos, ngudik. Harusnya bisa menjadi ciri khas yang kuat dan lucu ya. Sayang, orangnya grogian banget. Kadang-kadang grogiannya lucu, tapi seringkali malah genggeus. Satu-satunya yang membuat saya senyum-senyum nerfes hanyalah karena si Asep terus-terusan nyela bos bule-nya (Asep adalah pegawai IT di sebuah perusahaan), sementara rombongan bos bule beserta koleganya duduk PERSIS dibelakang saya... Kalo sampek ada botol bir melayang karena tersinggung, gue kecipratan nih. 

Untungnya, si bos bule cuma ngomong, "What? What? I don't understand." Phew!

The verdict: main-main BB.

Lagi-Lagi, Nggak Tau Namanya...
... pokoknya orangnya gendut. Otomatis, materi andalan beliau adalah nyela kaum gendut, which is my second favorite joke after SARA (jiwa saya agak Hitler ya?). I found his jokes funny sih, apalagi waktu si masnya cerita, pernah ada segerombolan orang yang berlari ke arah dese sambil teriak, "WIIIIIIII!" Ahahaha, diana dikirain babi-nya Angry Birds...

Sayang, di akhir-akhir, energinya agak menurun dan menjadi kurang lucu. Dengan demikian, sama seperti Miund, saya agak mengelitiki diri sendiri, meski kadang nepokin juga. Alhamdulillah, tetep sesuatu ya? *naik kuda putih*

Next!

Raditya Dika
Seorang temen pernah berkata, "Tiap gue nonton Dika, gue pengen matahin meja saking nggak lucunya."

Memang, ada sejumlah orang yang nggak suka dengan stand-up comedy-nya Raditya Dika karena berbagai alasan: suaranya terlalu teriak-teriak lah, terlalu slapstick lah, sampe karena bosen berhubung materinya diulang-ulang. Ada juga orang yang kayaknya gengsi aja sih, nggak mau mengakui kelucuan seorang penulis buku yang dikultuskan oleh kalangan ABG. 

Tapi kalo saya sih harus mengakui, Dika adalah stand-up comedian terbaik malam itu. Catet, not necessarily the funniest ya, tapi terbaik. Karena jam terbangnya paling tinggi (Dika sering melakukan monolog di acara talkshownya), otomatis do'i paling PD, paling menguasai materi & panggung, paling lantang, dan paling mengalir. Meski kalo slapsticknya mulai berlebihan, emang jadi tergoda nulup Dika pake senjata bius tiup ala Dayak dari atas balkon.

Still, the verdict: Tepokin! Horeeee.... Hore-nya satu, Bang!


*****

Kesimpulannya: Kalo dipikir-pikir, stand-up comedy di Indonesia emang bisa lucu (juga) kok. Srimulat aja udah punya budaya 'stand-up comedy' sejak lama, yaitu ngasih intro di awal pertunjukkan mereka. Dan siapa yang nggak kenal sama monolog-monolognya Oomleo yang udah bombastis sejak awal taun 2000an?

Dan Alhamdulillah, stand-up comedians generasi 'sekarang' ini juga cukup berpotensi.

Tapi jujur, emang kudu hati-hati kalo bikin acara. Semalam itu sesaknya minta ampun, dan pake bayar pula, sehingga ekspektasi menjadi tinggi sekali. Mungkin kalo nanti ada Stand Up Night dengan line-up baru yang lebih unik, di klub yang tertutup, nyaman, intim (kayak kolor ya), dan gratis, saya mau nonton lagi deh.

Meski demikian, acara kemaren menginspirasi duo jilbabes saya dan Dara untuk coba-coba nulis materi stand-up, lho. Kita 'kan anaknya nggak mau kalah-an yaaa... Dan kalo mengikuti format standar materi stand-up comedy (Miund nyela cewek karena dia cewek, Ernest nyela Cina karena dia Cina, Isman nyela tren kacamata karena dia berkacamata, Mas Tambun bikin fat jokes karena beliau memang tambun, dll), saya dan Dara punya materi yang solid banget: JILBABES. Kayaknya seru deh ngomongin jilbeib-jilbeib gaul ibukota yang nggak hobi sholat, atau jilbab-jilbab hobi sholat yang nggak hobi pake deodoran. Tinggal cari bekingan dukun Banten buat ngelindungin diri dari FPI, siap deh kita!

 @komikpintar taee...

Untuk stand-up comedy di Indonesia, semoga bertahan beken at least sepuluh taun ke depan ya, supaya bisa menjadi budaya, bukan sekedar tren yang timbul tenggelam :) Aamiiin.

*****

Bonus Round:

Dua grup 'stand-up comedy' masa kini yang lagi hobi saya tonton ulang tiap subuh, dzuhur, ashar, isya. Kalo maghrib sih kita kemek-kemek lah yaaa... Enjoy!

Flights of the Conchords

22 comments:

  1. seus,
    you got me worried. jij kan penulis yaa, situ pernah mampir blog sini ngga sih? kecil kemungkinan sih ya, tapi traffic blog kan ngga bisa bo'ong..*nyengir*

    nah loh, gw dpt poin yg mana nih? penting loh ini buat pencitraan, penilaian dari Leija tu sesuatu banget pokonya..hihi

    BTW, ternyata bukan gw doang ya yg suka mikir kalo raditya dika tu suka enggg...gak lucu. huehehe.

    ReplyDelete
  2. Leiiii! :D

    Ceceu baca koookk tapi jangan nervousss :))) emang butuh kok review2 begini. Ini kan kritik membangun ya ndak papa toh yaaa :D

    Last night was my third performance, so I hope there will still be plenty of room to improve. I really appreciate your comments, and most of all, thank you for coming. Nuhun pisan yah. *peluk*

    Btw kalo mau ikutan open mic dengan audiens yg lebih kecil, sok atuh bergabung di Comedy Cafe Kemang. Tanggal 7 Sept akan ada open mic santai. Hayuuu ditunggu materi the Jilbabes-nya. Semalem eke ngobrol sama om Indro dan beliau bilang ada komedian cewek lucu bgt dari Jogja, jilbabe juga. Eke penasaraan sekali dengannya. Tapi kalo belum bisa liat dia, liat kamyu dulu juga mau banget! :D

    ReplyDelete
  3. baca link ini dari RT-an tweetnya miund. terus lupa id twitter nya ceuceu... *sigh*

    komen yang ga nyambung

    tapi ceu.. itu di foto pertama temannya ketawanya renyah banget kog.. aku pikir lucu. hihi

    ReplyDelete
  4. gw SETUJU pisan lah sama komentar2nya disini. Biarpun baru liat stand up Indo sekali, lewat youtube pula, dan cuma yang populer doang viewsnya tapi kurang lebih pendapat gw tentang comicsnya sama pisan lah! Dan gw juga klo nonton stand up comedy atau sitcom amrik sama lempeng kok, ga bisa ketawa meskipun org amriknya yg nonton mungkin dah ketawa sampe batuk2 kali ya...

    Berhubung gw juga jilbabers, gw TUNGGU stand upnya. Bayar juga gpp!! Jadi ga sabar pengen liat... >_<

    Smangat!! Salam jilbabers!! *apapun bentuknya itu* *follow twitternya*gw SETUJU pisan lah sama komentar2nya disini. Biarpun baru liat stand up Indo sekali, lewat youtube pula, dan cuma yang populer doang viewsnya tapi kurang lebih pendapat gw tentang comicsnya sama pisan lah! Dan gw juga klo nonton stand up comedy atau sitcom amrik sama lempeng kok, ga bisa ketawa meskipun org amriknya yg nonton mungkin dah ketawa sampe batuk2 kali ya...

    Berhubung gw juga jilbabers, gw TUNGGU stand upnya. Bayar juga gpp!! Jadi ga sabar pengen liat... >_<

    Smangat!! Salam jilbabers!! *apapun bentuknya itu* *follow twitternya*

    ReplyDelete
  5. "Kayaknya seru deh ngomongin jilbab-jilbab gaul ibukota yang nggak hobi sholat, atau jilbab-jilbab hobi sholat yang nggak hobi pake deodoran. Tinggal cari bodyguard buat ngelindungin diri dari FPI aja nih."

    >mwahahaha, ditunggu loh video-nya di youtube ;)

    ReplyDelete
  6. ooh, temennya audrey n kas. nice blog post. gue yg di blkg rerumputan di foto raditya.

    ReplyDelete
  7. seruuu... ini rutin gak sih lai? or a one-time thing? and ooh yesss, i love (relatively appropriate) SARA jokes and fat jokes (walaupun blakangan ini gue objeknya). plis plis plis do jilbabe jokes! (bisa ditimpuk adeknya pacar gua nih..) anonymous aja dah...

    ReplyDelete
  8. Nyun: Eh aku kurang paham lho nih seus, maksudnya apa. Blognya minta diponten apa gimana, gitu? :D

    Miund: Ceuceeuh *sun tangan* sebelumnya saya minta maap ya kalo ada kritik yang kurang berkenan di sanubari ceuceu ataupun temen-temen StandUpIndo lainnya. I had lots of fun, dan asal itu ter-delivered, inti hakekatnya Stand Up Night tercapai dong yaaa. Ih, kudu liat si jilbabe Jogja dulu ahhh, baru berani manggung hihi.

    Capcaibakar: Renyaaah! Emang lucu-lucu kok, tapi hit and miss jadi nggak merata terus :)

    Rere: Waaaw, saking semangatnya komennya sampe keulang dua kali! Makasih yaaa. Gue suka kok komedi Amerika, stand-ups-nya pun ada beberapa yang lucu, although not generally. Okelah kalo disemangatin gini ogut jadi semangat!

    Tyka: Asal duet yaaa... :D

    Yoshi: Hi Yoshi :) Iya, gue udah familiar sama lo (dan geng CCF lainnya) kok dari jaman gue wara-wiri di Ruru dulu. Kemaren ada Tandun dan Achi juga 'kan ya?

    R: Is this Runi? Or Robert Pattinson? Ria Enes? Spill your ID, women! (walau gue yakin ini Runi). StandUpIndo tuh hal rutin kok. Katanya mereka rutin 'manggung' di Comedy Cafe Kemang tiap Rabu, dan open mic, alias siapa aja boleh coba naik. Hasrat mengobarkan jokes jilbabe jadi menggelora kan...

    ReplyDelete
  9. Leiii
    gw becandaaa...hahahah. kalo mau diponten beneran mah silakan.
    ayo posting versi jilbabes, ditunggu yaaa ;)

    ReplyDelete
  10. Interesting review nih..jujurrr euyy...gw kebetulan dateng juga
    my top 3 : MoSidik (fokus!), Ernest (delivery) dan Pandji (berani)


    bonusnya Flight of the Conchord...me want some more of Jermaine and BRett...and Murray of course :D

    ReplyDelete
  11. Nyun: Ah kamu, kirain beneran! :D

    Ngacier: Makasiiih :) Kita kurang lebih sepakat dalam hal Mosidik dan Ernest ya. Jemaine dan Bret emang menyenangkan abiiisss... hahaha.

    ReplyDelete
  12. Waaah gue waktu itu pengen banget dateng kesana tapi udah kemaleman. Sepertinya seru yah, La. Mungkin kalo tempatnya gak terlalu crowded gitu lebih asik lagi kali yaaa. Ntar mau liat ah video youtube-nya, penasaraan :D Btw, kalo lo mau open mic woro-woro dulu yah, biar bisa menonton hehehehe

    ReplyDelete
  13. kalo udah 'manggung' sebagai stand up comic.. upload di youtube ya please :), pengen liat aksinya..

    I'm also a fan of poiitically incorrect humour.. coba deh tonton Brit comic talents, lucu2 banget sampe bisa buat ketawa sampe mo nangis2.. di youtube byk... salah satunya yg diupload user = mrmoody ... asli lucu... tell me what you think

    ReplyDelete
  14. kenapa eh kenapa pakem materi stand-up comedy kebanyakan kiblatnya ke "kekurangan" diri sendiri dan kaum nya ya?
    mungkinkah biar korban nya gak tersinggung karena si comedian juga berbagi kapal? *ahahaha terjemahan bebas dari share the same boat*
    coba kalo yang ngomong beda kondisi malah mungkin dianggep offense ya?
    btw stand-up comedian fave gue adalah russell peters & jeff dunham :D

    btw lagi gue link blog lo ya jeung :)

    ReplyDelete
  15. Ninta: Iya tuuuh, mungkin nonton di Youtube malah lebih jelas kedengeran ya jokesnya

    Anon: Tolooong, jangan tambah beban akyu untuk standup-an! Hahaha. Brit comics belum familiar sih, cuma dulu hobi khatam Little Britain dan Monty Phyton aja bolak balik ;) Ntar di search deh :D

    Riya: Jokes celaan kaum sendiri is the oldest trick in the book yaaa, soalnya paling amat bo!

    ReplyDelete
  16. taeeekk comic stripnya pake jilbab gak pake celana :))))))))

    btw, harus cek the lonely island yang featuring lady gaga. lagunya super catchy, dijamin afal begitu lagunya kelar!

    ReplyDelete
  17. Marisantosa: Maksudnya "3-way?" Impress the chick with yo helicopter d***? Mana mungkin kulewatkaaaan hahaha

    ReplyDelete
  18. iyaaaa hahahahahaha mukanya gaga juga gak enak banget pas adegan itu :))))

    ReplyDelete
  19. I had fun clicking around!
    Fair banget review standup comedy nya, kyanya suatu hari akan gue sambangi

    Let me know kalo dirimu manggung ah, aku ingin pake deodoran terus menongton
    *sambil minum hore bareng mandra*

    ReplyDelete
  20. Risti: Hahahaha.... Senang deh kalo paham semua joke referencenya hihi.

    ReplyDelete
  21. salam kenal mpok...
    asyik baca resensi mpok nih ttg standup indo ya..ane jd mulai ngerti apa itu standupcom,en jd terinspirasi mau mulai coba2 ngoceh kaya gitu didepan org byk,wah...udah kebayang ya gak gampang pastinya,tp memang seru abis tuh comedy bediri..salut buat comedian indo dah tiga jempol buat mereka'..yg atu jempol ane pinjem dulu ye besok ane pulangin ke mpok dah...wassalam
    marwan

    ReplyDelete