Jul 19, 2019

Mahkota Malang, Mahkotaku Sayang

Satu kata untuk mendeskripsikan rambut gue adalah: sad. Syedih, shay. 

Pasalnya, rambut gue sangat halus, tipis, lepek, nggak ber-volume. Batang rambutnya tipis, jumlah helai rambutnya pun sedikit. Singkat kata, mahkotaku ini hidup segan, mati pun tak mau.

Maka seumur hidup, gue nggak pernah merhatiin rambut. Gue malas pakai serum, hair vitamin, hair tonic, dan sebagainya, karena gue merasa aneka produk itu akan "memberatkan" rambut tipis gue. Cukup hidup saja yang diberatkan masalah, Ferguso!

Alhasil, gue nggak pernah merawat rambut secara khusus. Keramasin aja, lah, tanpa pernah pake kondisioner—karena kondisioner adalah musuh sobat lepek—trus udah. 

Dua setengah tahun terakhir, gue rajin olahraga. Awalnya cuma 2-3 kali seminggu, sampai lama-lama tambah cinta, jadi 4 kali seminggu. Nah, pepatah bilang, kalau cinta jangan nanggung. Maka sejak 2018, gue sekalian nyemplung jadi instruktur olahraga. Namun karena sikap ambisiusq, selain ngajar olahraga, gue pun rajin olahraga sendiri setiap hari. Otomatis, frekuensi gobyos gue tinggi banget, ya, termasuk gobyos ke rambut.  

Jadi setiap hari gue pasti keramas, dong—bahkan beberapa kali sehari—dan tentunya tanpa conditioner. Habis keramas, gue wajib hair drying, sampai rambut jadi kering. Salahnya, gue nggak keberatan rambut gue kering. Malah senang, karena rambut jadi lebih "megar" dan terkesan ber-volume, padahal volume-nya palsu. Batang rambut malah jadi rusak karena kering. Tapi teteup dong, gue dengan sengaja bikin rambut gue jadi kering—pakai sampo yang "keras", nggak pernah pakai conditioner, hobi blowes, dan nggak pernah perawatan rambut.

Ini adalah sugesti yang sama dengan sugesti orang yang kulitnya berminyak atau jerawat—pasti bawaannya pakai produk skincare yang "keras" dan mengeringkan kulit, dengan harapan wajah jadi nggak berminyak lagi, atau jerawat jadi cepat kering. Padahal sebenarnya, kulit malah jadi overdry dan rusak.


***

Beberapa waktu lalu, gue dikirimin Ellips Hair Vitamin Pro Keratin, salah satu produk dari brand Ellips yang sudah banyak digandrungi itu.

Karena mengandung Pro Keratin Kompleks, manfaat utama Ellips Hair Vitamin Pro Keratin adalah melindungi kutikula dan meningkatkan elastisitas rambut. Cocok banget untuk sobat-sobat salon yang berprinsip “tiada hari tanpa nge-blow / nyatok”. 

Nggak cuma memperbaiki rambut yang kering dan rusak, produk ini juga bisa melindungi rambut dari siksaan panas aneka alat styling rambut. Sehingga katanya, dengan pemakaian berkala, rambut bakal jadi halus dan lembut. 

Ellips Hair Vitamin Pro Keratin punya tiga varian: 
  • HAIR REPAIR: mengandung jojoba oil, menutrisi rambut kering dan rusak 
  • SILKY BLACK: mengandung kemiri & aloe vera, supaya rambut tambah hitam bersinar
  • SMOOTH & SILKY: mengandung aloe vera, supaya rambut halus 
Trus, walau di pasaran ada vitamin rambut lain yang juga dikemas dalam kapsul, produk ini adalah yang pertama menggunakan kemasan kapsul begini. Dan info bagi umat Muslim, gelatin yang mereka gunakan adalah gelatin sapi, plus punya sertifikat halal dari MUI.


Cara pakai Ellips Hair Vitamin Pro Keratin simpel, kok: sehabis keramas—atau ketika rambut setengah kering—ambil satu (atau dua, atau terserah berapa tergantung kebutuhan masing-masing) kapsul, gunting/potong ujungnya, tuang cairan vitaminnya ke tangan, trus langsung oles-oles atau gosokkan ke rambut. Ke batang rambut ya, jangan ke kulit kepala.

Bistu bebas, deh, rambut mau dikeringkan apa adanya, pakai hair dryer, atau di-style dengan berbagai alat.

***

Hasilnya? Gue cerita kesan pertama dulu, ya. 

Formula Ellips Hair Vitamin Pro Keratin lumayan encer dan nggak se-oily yang gue kira. Setelah gue oles ke rambut, tangan gue nggak terasa lengket atau berminyak. Rambut pun nggak terasa "berat". Jadi, keknya betul klaim yang bilang bahwa pro vitamin B5 dalam produk ini mampu meresap ke dalam rambut—fast! Wanginya pun menyenangkan.

Setelah gue coba selama kurleb tiga minggu, sekitar dua hari sekali, YES, rambut gue jadi terasa lebih halus, lembab, dan—kalau gue nggak halu, nih—bersinar. Gue nggak bisa berkomentar soal efek perbaikan rambut rusak, ya, karena selain kekeringannya, rambut gue nggak bisa dibilang rusak atau rapuh. Lemes aja kayak orang patah hati.

Trus, meski rambut gue nyaris tak bernyawa, gue perhatikan, gue jadi punya less bad hair days khususnya di hari-hari saat gue NGGAK pakai produk ini (karena kalau pas pakai, rambut gue malah lepek. More on this later). Jadi, misalnya, gue pakai Ellips Hair Vitamin Pro Keratin di hari Senin dan Rabu, nah di hari Selasa dan Kamis, rambut gue terasa oke. Padahal di hari Selasa dan Kamis itu, rambate kuperlakukan seperti biasa—keramas dan hairdry.  

Kemasan kapsulnya juga membuat Ellips Hair Vitamin Pro Keratin praktis dibawa-bawa. Takarannya pun jadi pas, nggak bikin kita accidentally numpahin setengah botol ke kepala. Last but not least, produk ini gampang didapat di drugstores atau supermarket, dengan harga terjangkau (Rp11.500 / blister isi 6 kapsul, dan Rp80.000 / jar isi 50 kapsul).

Di sisi lain, gue harus akuin bahwa untuk tipe rambut gue—yang pada dasarnya gampang lepek—Ellips Hair Vitamin Pro Keratin bikin rambut gue semakin kempes. Jadi halus yes, lembut yes, tapi juga lepeque. Alhasil, gue cuma pakai produk ini sehabis keramas di malam hari, atau saat nggak berencana pergi kemana-mana. Kalau nggak, rambut gue akan lepek, meski setelah di blow

Tapi ibarat kata skincare, kita biasanya pakai face oil atau krim yang "berat" di malam hari sebelum tidur ‘kan? Supaya nggak mengganggu penampilan, tapi manfaatnya tetap terserap. Nah, that’s how I treat Ellips Hair Vitamin Pro Keratin—dipakai di malam hari, atau saat nggak berencana pergi kemana-mana. 

Kesimpulannya, untuk gue, vitamin rambut ini memang betul memperbaiki dan merawat rambut, tapi buat pemilik rambut lepek kayak gue musti cermat pakainya. 

Oya, dari ketiga varian, gue paling cocok dengan varian Smooth & Silky. Mungkin karena formulanya lebih "sederhana" (cuma aloe vera? Nggak seberat jojoba? Mulai deh, teori sendiri!) sehingga terasa paling ringan di rambut tipis gue.

Dan terakhir, gue juga bakal lebih hepi kalau kapsul Ellips Hair Vitamin ini bisa dibuka tanpa bantuan alat tajam (gunting / pisau). Kadang repot, ya, nyari-nyari alat untuk ngebuka kapsul ini. Apa mungkin kapsul ini bisa dibuka dengan lidah, karena lidahku kadang tajam? #bhaiq


Ada yang udah pernah coba Ellips Hair Vitamin? Thoughts? Comments?

Kalau masih penasaran, bisa ceki-ceki Instagram atau Facebook mereka, ya!

1 comment:

  1. Mbaa, itu bisa loh ga pake gunting. Pinggiran yang mengelilingi kapsul itu bisa 'dikupas'. Kelopek dari ujung searah jarum jam membentuk huruf U. Cus cobaiiin!

    ReplyDelete