May 27, 2016

Being A Content Writer

Dari Millenials of New York, "plesetannya" Humans of New York, versi anak mudanya. Lebih nyebelin, dan kurang inspiring. Kayak milenials gitu, lah, hahahaha (termasuk diri sendiri, dong? :D)

"I write articles for the internet."
What was the last thing you wrote?
"Oh, it was an article called '10 Beautiful Pictures of Disney Princesses Busy Photoshopping Disney Princesses for Disney Princess Listicles.'"

Sebagai seorang content writer, cewek ini mewakili diri gue seada-adanya.

Wahai content writers Hipwee, IDNTimes, dan sebagainya, hati nurani pernah merasa terusik nggak, sih, karena menulis artikel-artikel kayak gini, misalnya?

14 comments:

  1. ena-ena' *ngakak*
    pernah bikin artikel apa mba lei yang sangat bertentangan dengan hati nurani?
    btw thanks for the MONY.. langsung cuss follow.. lumayan bikin ngikik2 disela2 paperworks :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, di pekerjaan yang sekarang, Alhamdulillah belum (semoga nggak akan niih *cemas). Tapi di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya seriiing hahaha.

      Pertama kali nulis "nggak enak" itu waktu jaman masih kuliah, magang di majalah, dan kudu sering bikin advertorial. Harus memuji-muji produk yang tak pernah kucoba, atau tak kusukaaaa... *penulis idealis*

      Delete
    2. Hahahahaha, iya lho, mirip. Jadi ikut kepo dah :p

      Delete
  2. Ebusettt artikel hipwee nyaaa hahahaaa

    ReplyDelete
  3. Kak Lailaa pertama kali komen, udah ada yang pernah bilang belom kalo kaka mirip sama lula anak hits temennya awkarin :)) menurutku https://www.instagram.com/lulalahfah/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Omaygaat, aku nggak kenalll... siapakah mereka? Youtuber ya? Aku oma-oma niih, generasi tua :D Masa sih mirip hihihi

      Delete
  4. Habis ngobrol waktu itu aku tambah kepikiran Kak soal si artikel ini, trus akhirnya aku kirim surat ke redaksinya heheh.. Kalopun ga diwaro sama redaksinya, at least I did something lah ga misuh2 doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HEBAT KAMU QAQ! Aku pernah hampir melakukan hal yang sama untuk sebuah online media anak muda lain, karena waktu itu aku terganggu banget. Tapi emailnya masih di draft, karena aku mau mengedit bahasaku dulu yang kayaknya kelewat pedes hihi... karetnya dua bang!

      Delete
  5. pas aku baca artikel itu juga langsung mengeryitkan kening, gimana gitu, gak ada tulisan yang lebih oke apa ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli... yah beginilah resikonya online media yang dituntut naikin puluhan artikel per hari. Nggak ada quality controlnya, ya.

      Delete
  6. WAINIII!!!!! Bacaan model gitu tuh cenderung bikin lemah generasi muda sekarang (topiknya gaada gagah-gagahnya, menye semua, bhay!). Dari tulisan typonya buanyak, artikelnya kayak keabisan wangsit,topiknya pun receh nggak mendalam. Aku pernah ngritik waktu ngeshare salah satu artikel mereka, eh kirain cuma sendokir, taunya banyak yang sependapat kalo artikel hipwee nggak banget. Senang!

    ReplyDelete
  7. astaghfirulloh artikel apa itu yg barusan gw baca, HAHAHAHA... jijay! bukan tulisan ngana kan??

    ReplyDelete
  8. Aku speechless. Ga tau mau ngomong apa. Mungkin aku harus bikin lesticles dulu tentang how to say that you're speechless when you're speechless.

    ReplyDelete
  9. Parah sekali, itu sebenarnya ena ena bertujuan untuk apa sih ? kayanya kalau untuk yang sudah berumah tangga sih oke-oke saja tapi kalau buat yang dibawah umur itu konten tidak pantas

    ReplyDelete