May 22, 2015

15 Minutes With... Puche

On every 15 Minutes With… post, there will be a Q&A with people whom I think are interesting and amusing. Some of them might be famous, semi-famous, or totally unknown to the public. Some of them might be my old friends, or some complete strangers whom I've been stalking online :) It doesn’t matter at all. What matters is, to me, they are inspiring human beings, and I hope our talks would be inspiring to you as well.
 
***

15 Minutes With... Puche



Cewek-cewek disini ada yang punya girl-crush?

I, most definitely, am always crushing on girls all the time
. Kalo papasan sama laki-laki ganteng, gue palingan lirik-lirik setitik aja. Tapi kalo ketemu perempuan cantik, gue bisa kehipnotis saking terpesonanya. Apalagi kalo cewek tersebut ternyata berkepribadian menarik kayak tali sumur, ngefansnya bisa sampe kebawa mimpi. Hiii, serem amat…

Di era media sosial ini, poros girl-crush gue berpusat di Instagram, because it’s crazy how there are so many beautiful, interesting, and inspiring ladies around nowadays, apalagi kalo mereka menampilkan diri mereka lewat foto-foto Instagram yang maniz-maniz gitu. Aku jadi naksir sama semuanyaaaa… aaa… aaa…!

Salah satu girl-crush gue yang paling intens adalah Putricaya.

Putricaya alias Puche adalah seorang sosok yang sebenarnya nggak asing bagi gue, karena lingkungan pergaulan kami ternyata dekat. Tapi gue baru resmi jatuh cinta sama beauty enthusiast ini sejak follow feed Instagramnya, sekitar setahun lalu.


Tau nggak, sih, tipe cewek yang kayaknya nggak punya angle jelek dan nggak punya pori-pori, sehingga kalo selfie sedeket apapun nggak akan bikin sakit mata? Itulah Puche. And, man, look at that smile!

Dan yang membuat hidup ini tambah terasa nggak adil adalah karena Puche nggak cuma kece, tapi juga full of (quirky) personality. Instagram feed-nya jenaka, fresh, jujur sekaligus informatif, khususnya untuk produk-produk kecantikan. Afterall, she is a longtime beauty editor who is a total expert in her field. (Mini) beauty review Puche bisa sangat mempengaruhi, sampe-sampe follower-nya sering kesirep ikut beli apa yang Puche beli… YA, TERMASUK GUE!

*bokek*
*ngais-ngais receh di kolong tempat tidur*

And, oh, have I mentioned? She is also currently living in London and has a son who is unbelievably cute. Life is officially unfair.



Beberapa waktu lalu, gue memberanikan diri untuk memperkenalkan diri ke Puche, lalu ngobrol-ngobrol tentang—what else?—Beauty and whatnots. Penasaran nggak, sih, sama rahasia kemulusan kulit Puche, dan gimana cara do’i nyiasatin bulu-bulu halus diatas bibir?

Oya, berhubung gue adalah fans seri Beauty Uniform-nya blog Cup of Jo, beberapa (oke deh, MAYORITAS) pertanyaan-pertanyaan 15 Minutes With… kali ini berdasarkan Beauty Uniform tersebut. Just a short disclaimer! I love you, Joanna Goddard!

Lanjut, ah. Sok mangga, kalebet!

***

Gimana, sih, awalnya kamu tertarik dengan dunia makeup dan beauty?

Sebetulnya awalnya saya lebih tertarik kepada aspek atau isu-isu psikologis bidang Kecantikan. I didn't care much about the trends and whatnot. Kalau baca majalah, saya seneng banget baca tentang operasi plastik gone bad lah, body dysmorphic disorder lah, dan sebagainya.

Lama kelamaan, saya beranjak dari halaman feature ke halaman beauty spread, trus ke halaman info produk kecantikan. I love the way the editors gushing over a product—they made it sound magical!
 

Tapi jujur, saya sendiri baru suka dandan lima tahun belakangan, lho. Shocking, isn't it?

Saya memulai perjalanan di bidang kecantikan sebagai penganut aliran natural garis keras, jadi dulu saya dandan cuman bermodalkan Vaseline, penjepit bulu mata, dan lip & cheek stain. Soalnya saya gerah banget liat orang dandan medok di siang bolong.

What makeup do you put on your face everyday? Produk yang sehari-hari pasti dipake, deh.

Secara berurutan:
Acid toner
Serum
SPF alias sunscreen
Kalau muka terasa berminyak, compact powder
Eyeshadow warna taupe atau coklat
Eyeliner
Cheek gel atau cream blush
Lipstick

Merknya, sih, berubah-ubah sesuai suasana hati. Sementara untuk skincare, saya lagi cinta banget sama produk-produk Aurelia dan Sunday Riley.


Kulit kamu bagus banget! Gimana, sih, cara kamu merawat kulit wajah?

Sejujurnya, nih, saya nggak terlahir dengan kondisi kulit begini, dan rasanya masih banyak hal yang bisa diperbaiki dari kulit saya. Kayaknya saya harus berterimakasih ke kamera handphone saya karena udah sukses nipu orang-orang, hahaha.

Tapi iya, saya memang bisa dibilang telaten merawat kulit, dan kulit saya jadi jauh lebih baik ketika akhirnya menemukan skincare regime yang pas.

Kulit saya sebenernya cenderung kombinasi—berminyak di T-Zone tapi normal/ kering di area lain. Saya juga rentan jerawatan akibat hormon. Dulu sempet bolak-balik ke dokter kulit, tapi stop total ketika hamil. Setelah melalui buanyaaak sekali trial and error—I was a beauty editor, so tons of products were thrown at lucky me!—ada satu produk yang bener-bener memberikan perubahan nyata, yaitu Sunday Riley Good Genes.

Produk ini adalah chemical exfoliator pertama saya, and it was quite life changing. Saya juga banyak 'berguru' sama beauty blogger Caroline Hirons, dan mencoba untuk ngikutin metodenya. Ternyata cocok, dan bisa dimodifikasi dikit sesuai kondisi kulit.

Selain itu, saya banyak minum air putih—minimal tiga liter sehari—mengkonsumsi suplemen Omega dan Squalane, nggak pernah absen cuci muka, dan hanya menggunakan virgin coconut oil buat menghapus makeup mata. It seriously delays any signs of aging around the eyes. 


What's your morning and nighttime beauty routine?

Cleansing balm yang kemudian dibasuh dengan handuk atau kain basah panas, clay cleanser, acid toner, serum, SPF, chemical exfoliation satu atau dua kali setiap minggu, dan masker wajah yang deeply nourishing dan hydrating kalau kulit sedang terasa kering. Baru-baru ini saya menambahkan retinol ke dalam rutinitas tersebut.

Apa produk kecantikan “mahal” favorit kamu?

Apapun dari Sunday Riley, Aurelia, dan merk-merk parfum yang niche atau unik seperti Annick Goutal atau Maison Francis Kurkdjian. Mungkin ini kedengeran somse, ya, tapi saya percaya banget dengan pepatah, "you pay peanut you get monkey". Ada harga ada kualitas.

Dan sebaliknya, kamu punya produk-produk drugstore murah-meriah favorit nggak?

Pastinya! Buat essential makeup, terutama eyeshadow, eyeliner, dan mascara, saya malah cenderung bergantung kepada drugstore, karena produk-produk ini cepet banget masa pakainya. Gawat, dong, kalau harus terus-terusan beli merk high-end setiap produknya habis. Bisa nggak makan gue, hahaha! So far I have two favorites, Maybelline Gel Eyeliner dan lipstik Wardah.

Do you have a "game-changing" beauty product?

Sunday Riley Good Genes, Sunday Riley Ceramic Slip, Alpha-H Liquid Gold, dan Pixi Glow Tonic. Pokoknya produk-produk eksfoliasi berkualitas, deh. Without proper exfoliation, I would have pizza-face forever.


Untuk acara-acara istimewa, tampilan andalan kamu apa?

Bulumata palsu, dan dark or deep red lipstick. Kalau lagi niat, saya suka cari inspirasi makeup runway yang 'wow' tapi nggak rumit, misalnya eyeshadow warna hijau atau ungu dengan lipstik peach. Tapi berhubung kemampuan blending makeup mata saya minimal sekali, ujung-ujungnya saya malah suka frustrasi, jadi tetep ngandelin bulumata palsu dan intense lips aja, deh, hehehe.

Do you have any funny little tips or tricks that you swear by?

I don’t know if this counts as funny or not, but when I haven't epilate my mustache yet feeling self-conscious about them, I cover them with concealer!


Gimana cara kamu ngerawat rambut, dan gimana biasanya kamu nge-style rambut?

Rambut saya aslinya ikal banget, kalau habis keramas jadi megar kayak singa. Tapi sehari setelah keramas, rambut jadi lemes. Jadi kalo dibilang keriting banget, ya nggak juga.

Perawatan yang life-changing buat rambut saya adalah keratin treatment. Better than smoothing! Tapi sebenernya saya agak males ngurusin rambut, sih, probably because they're just keratin and dead skin cells. Jadi saya cuma cuma ngandelin catokan, dan serum atau hair oil supaya rambut lebih halus.

Untuk styling, bagi saya yang ideal, sih, rambut digerai aja, tapi ujung-ujungnya saya lebih sering bikin messy buns. Kalau kata teman yang benci banget sama kemalasan saya soal rambut ini, gaya konde mbok-mbok, hehehe. And so he was very happy when I cut my hair into a short bob for the first time, hahaha.


Apa hal yang paling kamu suka dari wajah kamu, meskipun hal tersebut unik atau nggak konvensional? Misalnya, mungkin kamu punya tompel yang kamu suka? Hihihi.

Somehow, I can pull off lived-in/worn/sweaty makeup better than the neat one. Saya lebih cocok pake makeup gaya berantakan nyantai daripada pake makeup rapi. Misalnya, pake lipstik agak bleber, atau pake eyeshadow tanpa primer sehingga ujung-ujungnya jadi glossy eye karena kelopak mata berminyak. I love those looks better!

Trus, gara-gara sebuah kecelakaan minor waktu saya kecil, bibir saya nih asimetris. Dulu saya nggak suka dan sempat pengen operasi koreksi, sampai suatu hari saya mewawancara dokter estetika, dan beliau meyakinkan saya untuk nggak mengubah ‘kekurangan’ wajah yang justru menjadi signature look saya ini. I'd like to be delusional and call my lips cute, hahaha.

Saya juga punya tanda lahir di pelipis kiri, and I was extremely insecure about it when I was growing up. But when I stopped thinking and caring about it, it became less noticeable somehow.

Dalam hidup, kapan kamu pernah merasa cantik banget?

Superficially speaking, disaat berat badan saya ideal, mulai pake makeup, rajin olahraga, mengkonsumsi diet yang seimbang (nggak ada skincare yang bisa bikin wajah lebih glowing daripada diet yang seimbang!), menggunakan Latisse sehingga bulumata dan alis jadi bagus, dan masih berumur 20-an, hahaha.

Untuk jawaban yang lebih 'dalem', jujur, saya merasa lebih cantik semenjak jadi ibu, meskipun badan babak belur, hahaha. Justru karena kebabakbeluran tersebut. saya jadi sadar diri bahwa saya harus melakukan sesuatu dan berusaha lebih keras supaya bisa tampil ‘rapih’ dan presentable. Nggak ada lagi, deh, yang namanya effortless beauty.

Also, this may sound extra cheesy, but knowing that I still have a loving husband even after all the changes made me see myself in a more positive light.


 
 
Do you have any regrettable beauty moments?

Banyak gila, hahaha!

Yang paling parah adalah waktu SMP kelas dua, sewaktu saya ngelurusin rambut.

Pada masa itu, belum ada metode rebonding atau smoothing, cuma ada metode lurus papan. Nah, sebelumnya, saya udah beberapa kali menjalani prosedur ‘lurus papan’ tersebut dan nggak pernah puas dengan hasilnya, terutama karena akar rambut saya tetap berombak.

Kali ini, dengan kreatifnya, saya minta sang "stylist" untuk mengoleskan obat pelurus rambut hingga ke akar-akarnya, ceritanya supaya rambut jadi lurus dari ujung ke ujung, deh. Selesai proses pelurusan, saya mandi, dong. Eeeh, rambut saya rontok sampe segenggam tangan, dan bagian atas kepala saya jadi literally botak! Saya nangis-nangis histeris. I thought I was gonna die. Akhirnya, sepanjang tahun, model rambut saya jadi ajaib banget, kayak jamur berjambul dan harus pake bandana bak pemain telenovela. Nggak ada cantik-cantiknya, deh.

Alamak! Hahaha. Anyway, sekarang kamu tinggal di London untuk sementara. Apa produk kecantikan UK favorit kamu?

Aurelia!!!

What’s your signature scent?

Jo Malone Nectarine Honey Blossom, atau Annick Goutal Petite Cherie.

Do you have any other non-beauty rituals that make you feel your best? 

Olahraga, banyak minum air, dan mengkonsumsi vitamin, as much as cliché as that sounds. I also love dancing actually, tapi kayanya sekarang udah super kaku, sih.

Apa produk atau perawatan kecantikan yang nggak akan kamu cobain?

Apapun yang menjanjikan hasil instan yang too good to be true DAN dengan harga murah. Sejujurnya saya nggak percaya produk murah apapun dari negara dunia ketiga yang ngejanjiin hal-hal muluk. So dodgy.

Apa hal-hal yang paling kamu suka disaat bekerja sebagai Beauty Editor?

Saya nggak bakal bo’ong, ya. Saya sih suka banget sama freebies dan kesempatan travelling-nya, hahaha. But there's also so much knowledge and experiences to gain too. Finding a new angle to write every month is a very challenging and exhilarating process, too.

What are the things you love most about London?

The scenery, the buildings, the museums and galleries, the fresh air, that British flair, politeness, and mannerism. I love being greeted with "darling" and "sweetheart" and always told to "have a nice day" by strangers. 

 

Apa yang paling kamu kangenin dari Indonesia selama tinggal di London?

Selain keluarga dan teman-teman terdekat, saya kangen sama Korean skincare, Bakmi GM, A&W, Ayam Suharti, martabak, dan RM Padang Pagi-Sore. Oh, dan panggil jasa pijat ke rumah! And will you hate me if I admit I miss having a nanny, too? I really, really want a concert date with le hubster T___T


***

Deconstructing the “Puche-Look”

Ditilik dari feed Instagram-nya, tampilan andalan Puche memang messy makeup dan effortless at its best.

For many times, I tried to deconstruct her look, alias nyoba-nyoba nyamain tampilan. Ya, tentu saja  hasilnya lebih sering kayak hasil dandanan bocah umur 4 taun, alias messy beneran, bukan messy cantik, hihihi. But after some times, here’s the closest 'recipe' / method I came up with:

1. Start with a good skincare. Bagian wajah Puche yang paling menarik adalah kulitnya yang bagus, so take care of your skin first.

Sekilas info, gue jadi kenal produk-produk Sunday Riley karena Puche, dan hasilnya memang oke banget, walaupun ada beberapa orang yang nggak cocok. Tapi buat gue, sih, omigit... ini produk dibuat dari tetesan airmata malaikat, ya?! Bagus amaaat.

2. Sebisa mungkin nggak usah pake base makeup (foundation, face powder, etc.). Cukup pakai pelembab dan SPF untuk menangkal sinar UV. Tapi kalau kulit kamu belom cukup paripurna untuk ditampilkan apa adanya, pakailah BB atau CC cream dengan tipis, asal menyamarkan noda dan meratakan warna kulit yang belang.

3. Sikat alis dengan eyebrow gel. Nggak usah ngebentuk alis pake kuas atau pinsil sampe jadi terlalu ‘pakem’.

4. Dengan jari, aplikasikan eyeshadow warna coklat atau taupe ke kelopak mata. Pilih eyeshadow yang long-lasting dan matte / nggak shimmery. Aplikasikan eyeshadow ke kelopak mata bagian bawah alias dekat bulu mata aja, lalu baurkan halus ke atas. Jadi jangan urek-urek seluruh kelopak jadi coklat gitu, ya. Nanti kayak kelilipan tanah.

5. Pakai eyeliner, terserah mau cair atau pensil, asal jangan spidol :D Yang penting nggak usah dramatis atau tebal. Kalau mau lebih natural lagi, pakai eyeliner dengan metode tightline aja.

6. Jepit bulumata, lalu oleskan maskara.

7. Aplikasikan gel atau cream blush. Puche likes her blush to be intense, and sometimes I do, too. Yang penting harus di-blend, blend, blend supaya nggak jadi kayak badut. A little trick I discovered from Puche’s Instagram: kalo lagi pengen tampil agak kebakar ala-ala baru-pulang-dari-Bali, baurkan blush warna pink sampai mendekati hidung, bahkan sampai ke batang hidung. Voila! Fresh-from-the-beach look. Tampilan bak anak perawan tersipu malu gitu yaaa, ihiiiy, ca'em deh. Asal jangan jadi kayak kepiting kematengan!

8. Last but not least, lipstick. Another common thing I have with Puche is we’re not huge fans of soft pink-ish lipsticks. Puche biasanya condong ke arah warna coklat, wine, berry, atau merah. I would add neon-colors like fuschia or true purple to my list.

Tapi, apapun warnanya, yang penting aplikasinya—jangan aplikasikan lipstik terlalu rapih, sampe membingkai bibir sempurna. Gue biasanya hanya nge-tap-tap lipstik ke bibir, trus diratain pake jari. Atau oles lipstik di bagian tengah bibir aja, trus diratain ke luar pake jari. Atau, kalo lagi pake lipstain, oles di bagian tengah bibir aja, trus katup-katupin bibir dikit kayak ikan megap-megap, then I’m usually good to go.

Apapun metode kamu, pokoknya nggak usah rapih-rapih, yaaa. Kata ciwi-ciwi Korea aja, lipstik warna bold yang terlalu rapih bikin muka jadi lebih tua, ‘kan.

Oya, sekilas info aja. Udah pernah liat video tutorial pemakaian lipstik dibawah ini? One of my favorites!


Then, put your best smile, and ta-daaa! A Puche-approved look (I hope).

14 comments:

  1. She's also one of my girl crush!
    Sebelum dia pindah ke london pernah gak sengaja pas-pasan di mol... OMG Aslinya porseleeen banget ini cewek..

    TER-PA-NA.

    Apalagi sejak tinggal di london dengan kualitas fresh air yang OK.. makin mulus pastinya yaaa :s

    ReplyDelete
  2. aaaaaaaaaaaakkkkk aku juga ngefans sama Puche!!
    Feed instagram-nya bikin nagih dan sirik banget gakk sihh.. And i do adore her looks so much i bought dark lipsticks and been using them a lot.

    Makasihh 15 minsnyaa Mbak Lei :*

    ReplyDelete
  3. My Fav! Cancik bgt inihh.. one of my girl crush jugakk *dadah dadah ke puche* *biarin deh sok kenal*

    already try how to apply blush like her, and voila! tiba2 cantik, hahaha...

    tengkyu lei for the article :*

    ReplyDelete
  4. Gua tau dia pas di IG dian sastro mereka jadi juri apa gitu, dan liat dia lebih kece dari dian, dan mereka berdua lempar2an cakepan lu, ah it's all make up, no kamu flawless bikin pengen seruduk mereka bak banteng biar mereka berhenti denial mereka kgk kece karena liat gua hahahahaha...

    ReplyDelete
  5. Mencoba liptick wardah karena puchh

    Tak percaya akuuu... Ke-tanpa-pori-an kulit karena kamera HP. I think she is THAT gorgeous yang ga ngebosenin. Dan ga pose-y pun foto2nya

    ReplyDelete
  6. My moooost favorite "beauty representative" all the time! She's the one who inspires me to try the local brand Wardah (and totally falling in love with the products) sampai tetep mempertahankan cara nge-blush anti mainstream ala Puch from cheek-nose-cheek. Dulu suka ga pede soalnya tapi akhirnya jadi stay confident because of her (:

    Thanks udah wawancara kak Puch nya ya. From me fans garis keras kak Puch :)))

    ReplyDelete
  7. Gadis: Iyaaa! Aku juga beberapa kali papasan, trus kehipnotis pengen ngelus mukanya :)))

    Farah: sama banget, deh. Dulu aku anti gincu warna soklat, berry, dan sejenisnya, karena OMG, how very early 90s can you get. Eeh, kok di Puche bagus? Ya langsung latah lah yaa...

    Winda: Tiba-tiba cantik! Hahaha. Sama-sama Windaaa :-*

    Renta: Hahaha, pengen menyeruak di tengah-tengah trus bilang, "YA UDAH, AKU AJA DEH YANG PALING CANTIK!"

    Iyut: Hahahaha, I laughed too long on this, karena otomatis jadi inget pose-pose nggak liat kamera, nunduk, betulin rambut, kibarin rok, kibarin jilbab, etc etc :)))

    Gabriela: persis! Sama-sama Gabrila, hope you enjoyed the interview ya :)

    ReplyDelete
  8. Dear Laila,
    Thank you again for the interview ya. I had fun! Emang dasarnya bawel aja sih gue jadinya seneng ditanya-tanya :D anytime u need another narsum regarding horror/GOT count me in, haha!
    Gadis, Renta, Farah, Windu, Iyut, Gabriela:
    aaaa terima kasih ya, it really means a lot to me :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. My pleasure, Puche! Jangan kapok ya bok, dan pastinya perbincangan kita harus dilanzutkan dengan tukar gosip film/buku horror, GoT, atau gosip apa ajalah yang penting gosip, hahaha. Nice knowing you Puch!

      Delete
  9. Akuhh juga polow IG-nya hihi, cakeps amat.

    Tapi mah, kulit lo juga bagus banget kali La, bingung pada diapain sih.
    Sunday Riley bagus banget yaa?

    Anyway, rikues dong review soal krim mata hihi (ketauan deh BELIA banget nanya krim mata), sampe sekarang belom nemu yg pas.

    ReplyDelete
  10. Oh My! my fave girl crush. Sempurna bak malaikat <3. Lalu kalau ngeliat dianaaa baking juga kayaknya enak. Apalah artinya gue ini ... remah rempeyek banget...

    Anyway, thanks for the article yaaaa :)

    ReplyDelete
  11. Kak Lei, pertanyaannya sama bingitsss, andai ketemu dia duluan, walopun pas ketumu cuma ngangaaa aja liat muka muyusnya sama senyum perfectnya... sama banget pas saat ketemu dirimu, kagok mo ngomong apa, akhirnya cuma ngajak foto aja trus bilang aku fans berat blog kak lei lho hihihih... noraknya dari sabang sampe merauke.... Thanks ya, tapi mungkin kalo di muka ku si sunday rileynya baru ampuh berton tons untuk dapetin muka puche kaya gitu hihihih...

    ReplyDelete
  12. Keke: Kulitku bagus karena lensa kameraku ditempelin plastik kresek biar samar dikit, Kaaak :)) Aduh pertanyaan kamu belia banget, sama kayak pertanyaan gue sampe sekarang. Pasti kelahiran 90an ya? Hihihi. Gue juga belum dapet eye cream yang tokcer Ke, so far udah nyoba TBS, Estee Lauder dan Kiehls. Lagi PO eyecream Alpha-H semoga tokcer yaaa.

    Busylittlebrain: Soft cookiesnya ya! Testimoni temenku emang endes banget, lhooo.

    Pipit: Hihihi kamu jangan grogi gitu ah. Pasti aku kasih tanda tangan kok, eaaaa...

    ReplyDelete
  13. Puche ini dulu skolah di al-azhar kemang ga ya? She looks like my senior from elementary school :))

    ReplyDelete