Mar 29, 2015

Pretty Lashes? Yes, Please!

IMG_7450

Beberapa bulan lalu, gue notice ada sebuah salon kecantikan baru buka di mall Lippo Kemang Village, dan temen-temen gue—yang anak-anak Kemang—jadi pada excited.

“Asik, Tokyo Belle buka disini!”

Emang Tokyo Belle salon apaan, sik? Sungguh aku kuper sendiri.

Ternyata Tokyo Belle adalah salon kecantikan franchise Jepang yang menawarkan tiga treatment: Slimming Treatment, IPL Hair Removal, dan Eyelash Extension.

Hati gue langsung kecantol sama yang terakhir—Eyelash Extension! Ih, pengeeen… Padahal sebenernya, gue kurang tertarik bikin hal-hal palsu di muka semacem sulam alis, sulam bibir, dan lain sebagainya. Tapi pasang bulumata palsu semi-permanen gini, kok, menarik, sih?

Mungkin karena beberapa taun lalu—sekitar tujuh taun lalu?—seorang temen dance gue pake eyelash extension. Dia adalah kenalan pertama gue yang menggunakan eyelash extension, dan gue takjub banget sama efeknya. Setiap kali kami latian pagi, do’i hadir di studio dengan cantik meski belum mandi, berkat bulu matanya yang membahana.

Her falsies looked undoubtly feminine and magical. Mungkin sejak itu, alam bawah sadar gue kepengen eyelash extension.

Pucuk dicinta, ulam tiba. Beberapa minggu kemudian, gue ditawarin nyoba treatment dari Tokyo Belle, gratis!

Cusss, kita berangkat.

Arriving at Tokyo Belle Lippo Kemang Village

Welcome to Tokyo Belle!

Kesan pertama gue adalah, “Terang, ya, bok….” Salon ini memang didominasi warna putih, sehingga berkesan terang benderang bin kece. Semoga pas keluar dari sini, kitanya ikutan kece, ya.

IMG_7445   IMG_7441

Dari depan, Tokyo Belle Lippo Kemang Village terkesan sempit, namun begitu masuk ke dalam, kita bisa liat bahwa salon ini dibagi-bagi ke beberapa ruangan, untuk ketiga treatment mereka.

IMG_7458   IMG_7467

IMG_7465

Hari ini, gue disambut oleh resepsionis Tokyo Belle yang ramah, Mbak Anggi, yang langsung menjelaskan tiap treatment dengan jelas dan sabar. Ketika ditanya mau coba treatment yang mana, tentunya gue jawab Eyelash Extension. Eh, tapi trus Mbak Anggi bilang, “Mbak mau coba IPL-nya juga nggak? Coba aja, yah?”

IH, BAIK AMAT SIH?! YA MAU LAAAH! #gratisanizlyfe

IMG_7452
Hae, Mbak Anggi...

Popping My IPL Cherry

Selama ini, gue selalu melakukan waxing untuk menghilangkan bulu-bulu badan. Meski demikian, gue juga udah lama denger tentang metode IPL (Intense Pulse Lighting), yaitu penghilangan bulu badan dengan cara diberi semacam cahaya panas.

Jujur, IPL bikin ngiler, sih. Soalnya dengan IPL, bulu baru akan tumbuh lagi 1-2 bulan kemudian. Metode IPL pun ‘alus’ banget di kulit, sehingga minim iritasi dan bebas resiko in-grown hair.

Trus, kenapa nggak coba IPL dari dulu, La? Pertama, karena lebih mahal daripada waxing. Kedua, karena gue belom berani! Katanya, sih, kayak kesetrum-kesetrum kecil bak dijepret karet gelang bungkus gado-gado. Atut, ah!

Tapi daripada penasaran seumur idup, kali ini gue memutuskan untuk nyoba. You should try anything at least once in your life, right?

***

Sebelum mulai, kita diwajibkan isi formulir dulu. Formulir ini mencakup pertanyaan tentang sejarah kesehatan, serta area tubuh mana yang mau di-IPL. Memang, kalo mau melakukan treatment ini, ada beberapa syarat yang kudu diperhatikan. Misalnya, jangan IPL saat lagi menstruasi, saat kulit abis terbakar matahari, dan sebagainya.

IMG_7464
Ruangan treatment IPL

Hari ini, gue milih untuk IPL underarms alias ketiak.

Pertama-tama, daerah yang akan di-IPL dicukur dulu dengan electric shaver sampai bersih. Rasanya geli-geli enak aja. Kayak ciuman pertama.

Setelah itu, kulit dipakein gel anastesi. Trus baru, deh, ditembakin sinar panas IPL. Setelah sekitar lima menit kedua ketiak gue ditembakin, we’re done!

Sakit nggak? Sakit, tapi nggak terlalu, kok. Beneran kayak dijepretin karet gelang, dalam skala kecil. Yang bikin gue nggak nyaman adalah sensasi kaget-kaget kesetrumnya serta bau gosongnya yang bikin parno, tapi secara keseluruhan, rasanya tolerable, kok… NGGAK KAYAK THREADING ALIS DAN KUMIS YANG BIKIN NANGIS DURJANA SEEMBER! But that’s another story.

Prosedur IPL tergolong singkat, agak pedes, tapi memuaskan. Sama sekali enggak ada rasa sakit setelahnya, dan—seperti yang dijanjikan—in-grown hair gue jadi pada keluar! Iih, geli banget. Ternyata in-grown hair ketek gue banyak, hoek.

Setelah IPL ketiak, kita dilarang pake deodorant dulu selama empat jam setelahnya, dan untuk kedepannya, kalo bisa jangan balik ke metode cukur atau waxing lagi. Kalo nggak mau IPL lagi, at least cukur dengan electric shaver. Katanya, sih, electric shaving jauh lebih lembut dan aman daripada cukuran biasa atau waxing.

Oya, satu lagi keunggulan dari IPL—SEMUA bagian badan kita bisa di-IPL. Beneran semuanya. Kalo tangan, kaki, bikini line gitu, sih, biasa, ya. Nah, ternyata kita juga bisa IPL dahi, pipi, bawah hidung, sampe… get this, sekitar puting. Mak! Apose rasanya?! Mungkin kudu latian dulu sebelum treatment, dengan cara ngejepretin karet gelang ke puting? *pingsan*

Harga gemana? Nah, harga IPL tuh sangat bervariasi, tergantung bagian tubuh mana yang mau di-IPL. Semakin besar areanya, semakin mahal harganya. Yang pasti, IPL sebaiknya dilakukan berkala selama minimal empat kali, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Kalo mau coba IPL di Tokyo Belle, gue sarankan ambil paketnya, deh. Udah gue itung sendiri pake kalkulator buah, it is SERIOUSLY way cheaper daripada beli treatment ketengan (beli samsuuu kali ‘ah, ketengan). Selain itu, Tokyo Belle. selalu punya promo diskon setiap bulan. Lumayan banget, lah.

Hari ini pun gue ditawarin paket promo, cuma Rp500,000 untuk 10x treatment IPL. I mean, what?! Hepi banget nggak, sih?

Kesimpulannya, I really do like IPL. Gue jadi mempertimbangkan untuk pindah jalur ke IPL, terutama karena minim iritasi, dan bulu numbuhnya jadi lama. Lebih praktis, 'kan?

Eyes, Eyes Baby

Ini dia treatment yang gue tunggu-tunggu. Syahrini-look, here I come!

No, wait, no. Sebenernya, tampilan ala Syahrini BUKANLAH tampilan yang akan diciptakan oleh Tokyo Belle.

You see, keunggulan dari Tokyo Belle adalah bisa bikin eyelash extension tanpa keliatan palsu. Berkat tekniknya yang presisi dan bahan bulumatanya yang terbuat dari mink, Tokyo Belle menjanjikan hasil yang sangat natural, jauh dari tampilan bulumata Syahrini yang—walaupun badai, tajam dan cetar—keliatan sekali palsunya, bahkan ketika foto zoom out di Instagram.

Selain keliatan natural, eyelash extension dari Tokyo Belle juga terkenal amat, sangat nyaman, kayak nggak pake apa-apa sama sekali. Oke deh, gue buktiin sendiri, ya!

Sama seperti IPL, sebelum masuk ke ruangan treatment Eyelash Extension, kita diwajibkan isi formulir dulu.

IMG_7463

Dalam formulir ini, terdapat pertanyaan-pertanyaan seputar sejarah kesehatan, karena—seperti IPL—ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita melakukan extension. Misalnya, ibu hamil atau perempuan yang sedang program hamil nggak boleh pasang bulumata ini. Kenapose, ya? Apakah khawatir bayinya nanti kaget pas brojol, karena ibunya cetarrr banget apa gimana? Nggak tau, deh.

 ***

Selesai isi formulir kesehatan, kita akan ditanya, mau model bulumata yang mana?

Tokyo Belle menyediakan lima model: Natural, Sexy, Cute, Gorgeous.

Natural: model paling natural dan nggak memberikan perbedaan yang terlalu kentara. Modelnya rata aja, mengikuti garis dan panjang bulumata asli kita.

Sexy: model bulumata yang memanjang di ujung, sehingga memberikan kesan menggoda. Iya, lah, ujung bulumatanya aja udah panjang melambai gitu. Jadi tiap kedip kesannya, “Haai mz… Sini dunks…”

Cute: model bulumata yang bagian tengahnya lentik memanjang, membuat mata terlihat lebih besar dan ‘terbuka’, seperti boneka.

Gorgeous: untuk tampilan yang lebih ‘wah’. Ber-volume tebal, bold, Syahrini-like (versi lebih natural), tapi juga lebih mahal dan terasa lebih ‘berat’ di mata.

IMG_7459

IMG_7461

Sebenernya, nih, hati kecil gue menjerit pengen model Gorgeous. Aku ‘kan anaknya nggak mau rugi, ya. Udah repot-repot eyelash extension, sekalian heboh aja kali nggak? Lagian, kalo gue pake bulumata palsu, gue sukanya pake model yang pendek tapi volume tebel, kayak Syahrini. It suits me best.

Tapi gue tau, eyelash extension bikin bulumata rontok, sementara bulumata gue sendiri nggak terlalu tebel dan kuat. Maka kalo gue pilih model Gorgeous, bebannya pasti terlalu berat. Ah, ternyata nggak cuma hidup yang bisa ngasih beban…

Akhirnya pilihan jatuh kepada model Natural. Semoga efeknya tetep membahana, ya.

***

IMG_7473   IMG_7468

IMG_7471

Sebelum mulai melakukan extension, terapis memasang tape di bawah mata kita dulu, agar nantinya bulumata atas nggak nempel-nempel dengan bulumata bawah.

Kemudian terapis memasang beberapa helai bulumata palsu, yang menurut dese paling natural dengan bulumata kita, trus kita disuruh nilai sendiri, udah OK belum? Kurang panjang? Kepanjangan?

Berhubung gue anaknya kecentilan, gue langsung protes lho, pas liat preview ini, “Mbaaaak, mau bulumata yang lebih panjang, yaaa!” Zzzzz.

Kalo udah sreg dengan pilihan bulumata palsunya, maka prosedur extension pun dimulai.

The procedure was very, very painless. Nggak ada rasa apapun sama sekali, dan kebanyakan orang malah ketiduran, termasuk gue. Apalagi diiringi lantunan musik Jepang di latar belakang … “Blabliblu… Arigatooo… Aishiteruuuu…” Ngoroook.

Prosedur pemasangan eyelash extension ini memang lama, sekitar 1.5 - 2 jam. Gue tidur-sadar-tidur-sadar tiga kali, dan sempet kebosenan setengah mati, apalagi nggak bisa melek buat main henfon.

Kenapa lama, sih? Karena bulumata palsu kita dipasang satu per satu. You heard it right—helai per helai. Wowza! Sang terapis akan ngambil satu helai extension, dioles lem, trus ditempel ke bulumata asli kita. Jadi, kalo bulumata asli kita berjumlah 60 helai (pada satu mata), maka extension yang dipasang juga berjumlah 60 helai. Ladies and gentlemen, THIS is the key of the eyelashes’ natural look. Kesabaran!

Setelah selesai, terapis akan memastikan lem bulumata kita udah bener-bener kering, sebelum kita bisa melek dengan nyaman. Pasalnya, uap dari lem bulumata ini pedih bangettt… sepedih ditinggal kawin mantan. Jadi kalo lemnya belum terlalu kering, uapnya bakal nusuk mata. Tapi tenang, yang ‘nusuk’ uapnya aja, kok, bukan lemnya.

Ketika gue akhirnya bisa membuka mata dan melihat hasilnya… WOW, BIDADARI DARI SURGA MANA, INI? KOK KECE AMAT?

IMG_7495

IMG_7500

Seperti yang sudah dijanjikan, eyelash extension Tokyo Belle ini super, duper nyaman. Sama sekali—and I mean, SAMA SEKALI—nggak berasa lagi pake apa-apa.

Hasilnya pun natural, gegara bahan extension-nya yang mink itu dan jumlahnya yang sesuai jumlah bulumata asli kita. Sayangnya, berhubung gue kecentilan minta extension yang lebih panjang daripada yang disarankan terapis, gue sempet merasa extension gue kepanjangan. Tetep nyaman, kok, tapi tampilannya ya oloh… melambai amat. Tiap kedip, rasanya gue bisa bikin taksi berhenti. Mr. Snuffleupagus


FYI, terapis menyarankan gue pake bulumata tipe C11, dan gue pilih yang setingkat lebih panjang, C12.

But by the end of the day, I got used to this look and started to love it.

Yang bikin tambah kesengsem, Tokyo Belle memberikan after service yang oke. Misalnya, kalo kita mau touch-up eyelash extension ini, selama 1-3 hari setelah pemasangan masih gratis. Setelah itu, akan ada biaya, tapi cuma seperempat sampai setengah harga asli pemasangan. Sehingga, walaupun secara teori eyelash extension ini hanya akan bertahan tiga mingguan, we can make it last until… I don’t know… 2 full months? Forever?!

The After Effect

I totally got different reactions to my new look:

T: “Aduuh... Bangun tidur kok udah lentik, sih? Geli.” KOK GELI?!
Temen A: “Ummm… panjang banget, yah…” *dengan nada khawatir*
Temen B: “Cantiknyaaa… Abis dari sini mau ke kawinan, La?”
Dua strangers di mall: “Mbak, bulumatanya bagus banget!”

Tapi yang paling penting ‘kan opini gue sendiri, ya? Alhamdulillah, gue sukaaaa sekali dengan eyelash extension ini. Mata jadi terlihat ‘hidup’, dan gue nggak perlu pake makeup apapun—not even an eyeliner—untuk tampil rapih.

Bahkan sekarang, ritual dandan sehari-hari gue adalah pake concealer / BB cream / sedikit foundation di bawah mata, pake blush-on, dan kadang lipgloss / lipstain. THAT IS ALL. Kalo lebih dari itu, gue malah kayak mau naik panggung.

Ini, tho, yang namanya cantik effortless! *kecup cermin*

The Maintenance

Selama pake eyelash extension, ada beberapa hal yang nggak bisa kita lakukan, seperti pake maskara waterproof (atau pake maskara sama sekali. Hey, you don’t need it anymore, anyway!), gosok-gosok mata, pake pembersih makeup mata berbahan dasar oil, nyemprot muka dan mata dengan shower secara langsung, dan sebagainya. Intinya, hal-hal logis yang bisa bikin bulumata lo cepet rontok.

Susah atau tidaknya menjaga keparipurnaan eyelash extension ini, bener-bener tergantung diri masing-masing.

Kalo nggak mau ribet, kita tetep bisa melakukan sebagian besar hal dengan normal. Cuci muka normal, lap muka normal, pake eyeliner, dan sebagainya. Tentu saja, eyelash extensionnya jadi nggak terlalu awet.

Tapi kalo pengen eyelash extensionnya lebih awet, we need to be more careful, misalnya, basuh muka dengan spons aja, wudhu harus hati-hati, bersihin area mata pake cotton bud, nggak gosok-gosok muka, dan ikuti semua instruksi dari Tokyo Belle. Gue bahkan nggak tidur tengkurep. 

Terakhir, bagi yang Muslim, gue sarankan pasang extension ini saat berhalangan sholat, karena 24 jam setelah pemasangan, nggak disarankan kena air dulu. Minimal jarak antara pasang extension dengan wudhu dijauhin, ya.

But is it worth it? YASSS, MAMI.

IMG_7492

IMG_7499

IMG_7498

IPL Pros:
Jauh lebih praktis dari metode pencabutan bulu lainnya, karena bulu badan tumbuhnya jadi lama.
Nggak bikin iritasi kulit dan in-grown hair.
Lebih nyaman daripada waxing.

IPL Cons:
Mahal, tapi di Tokyo Belle, harga paket dan promosi setiap bulannya lumayan banget.
Once you go IPL, you can’t go back (sort of).

Eyelash Extension Pros:
Ringan, nggak terasa apa-apa.
Penampilan kita jadi cantik effortless. Pretty lashes really make a difference for the whole face!
Mempersingkat waktu dandan setiap hari, karena nyaris nggak perlu dandan mata lagi.

Eyelash Extension Cons:
Mahal, tapi di Tokyo Belle, harga paket dan promosi setiap bulannya lumayan banget.
Maintanance yang rempong, tergantung pengennya eyelash extensions ini bertahan berapa lama.

Tokyo Belle Panglima Polim
(021) 29043866 / (021) 29043732

Tokyo Belle Pacific Place

(021) 57973229

Tokyo Belle Kemang Village

(021) 29528383

Opening Hours

Mon - Sun: 8:00am - 6:00pm

www.tokyo-belle.com

11 comments:

  1. Boleh tanya ngga mbak celananya apaaa? Kece badai... haha, salah pokus.. bulu matanya juga kece kok!

    ReplyDelete
  2. Si bulmat kalo kena face mist gitu jadi lebih loyo ngga Lei?

    ReplyDelete
  3. Dela: monggooo cek IG @slackdesigns :)

    Miupaw: Kesiram air aja nggak loyooo... Hebat yah. Aku sempet pake facemist, nggak papa banget kok.

    ReplyDelete
  4. Leii glowing bgttt.. Kulitnya cakepp.. Muluss.. Pake eyelash extension makin makin deeh cakepnyaa :D

    ReplyDelete
  5. cakep bener bulu matanya mbak :)
    etapi kalo pake kacamata jadi nusuk² gitu ga sih?

    ReplyDelete
  6. Mbaa Leii.. ihh ngefans deh! kece bgt mba eyelashnya..
    btw, mukanya pake perawatan apa mba?
    muluss beneuurr.. kepengen :D

    ReplyDelete
  7. Larasati, Fanny: Aaaah makasiih! Nggak mulus tauuk, itu mukaku masih berminyak, bruntusan, dan pori-pori segede ember. Kalo aku bisa photo editing, pasti fotoku udah aku photoshop dulu sebelum dipajang segede gini HAHAHA! Sayangnya nggak bisa T__T

    Dulu aku setengah taun perawatan ke dokter kulit, pake obat-obat peeling standar sih. Sekarang aku pake skincare standar aja, dari merk campur-campur, seperti The Body Shop, Hada Labo, etc. Lagi mau nyoba skincare Korea nih!

    Nonny: Kalo kita pake kacamata, kita hanya disarankan pake extension yang panjangnya standar kok, jadi nggak akan 'nabrak' sama kacamata :)

    ReplyDelete
  8. itu bulu matanya kece pisan..pengen juga tapi kok hobi ya kucek-kucek mata hiks...
    kalo yg IPL ini kayaknya musti dicoba pas mudik.. :D
    btw kalo nyobain skincare korea, langsung sulhwasoo aja Lei..pasti maksimal hasilnya hehe

    ReplyDelete
  9. Ih kece amat! Gw jadi tertarik! Padahal dulunya gw males buat ikut gini-ginian karena ngerasa puas-puas aj sama bulu mata sendiri walaupun tipis. Tapi liat fotonya langsung wow! *_____________*

    ReplyDelete
  10. Qonita: Aku juga hobi banget kucek mata, tapi pas pake extension, tangan otomatis nahan diri, mejik deh :) Penasaran nih Sulwhasoo, tapi maharaniiii...

    DwD: Hihihi, iya, aku juga nggak pernah ngeluh sama bulumata sebelumnya. Tapi pas liat hasilnya, kok WOW yaaa.

    ReplyDelete
  11. SUMPAH INI BLOG PALING KETJEEEE YG PNH GW KUNJUNGI. dan for the 1st time mau bgt gw ngeluangin waktu cmn buat komen beginian.. karna rasa respect gw sm artikel mbaknyaaa yg bikin gw ngakak sndiri bacanyaaaa.. menginspirasi sekali dgn pembawaannya yg santaiiii.. kissskiss

    ReplyDelete