Sep 18, 2014

15 Minutes With... Yayi

On every 15 Minutes With… post, there will be a Q&A with people whom I think are interesting and amusing. Some of them might be famous, semi-famous, or totally unknown to the public. Some of them might be my old friends, or some complete strangers whom I've been stalking online :) It doesn’t matter at all. What matters is, to me, they are inspiring human beings, and I hope our talks would be inspiring to you as well.

***

15 Minutes with… Yayi.


Setelah melahirkan dan jadi gembrot sejak 2012, tahun ini gue bertekad menurunkan berat badan gue ke hakekatnya.

Sebenernya tekad ini sudah ada sejak taun lalu, yang gue wujudkan lewat olahraga mati-matian. Namun meskipun udah zumba dan Bikram yoga sampe kejang, badan, kok, nggak singset-singset, sih? Dari situ gue baru paham bahwa peribahasa “Langsing itu 70% datang dari makanan, 30% dari olahraga” sangat benar sekali adanya.

Perjalanan diet gue bermula pada Januari 2014. Waktu itu gue ikutan diet Mayo-nya katering Blekros, milik Vita Siregar. Walaupun berat badan gue susut 3-4kg, diet Mayo perdana gue tersebut bisa dibilang gagal, karena gue beberapa kali cheating (in my defense, gue cheat ringan kalo mau nari doang, koook… OK, OK, STILL CHEATING).

Setelah itu, gue nyoba ikut diet Mayo dari katering Ay’s As Healthy As Can Be milik Yayi. Alhamdulillah, lebih sukses, karena bodi udah nggak terlalu syok.

Kalau mau tau apa itu diet Mayo atau non-salt diet, Google sendiri aja, ya.

Sejak ikutan diet tersebut, berat badan gue berangsur-angsur turun sampe sekarang. Apakah karena efeknya dahsyat banget? I would say, NOT DIRECTLY. Nggak ada magic ingredients di dalam diet ini. Bagi gue, diet Mayo, tuh, utamanya melatih gue untuk melawan hawa nafsu—nafsu makan banyak, serta nafsu melahap unsur-unsur nggak penting dalam makanan sehari-hari (garam, pengawet, pewarna, penyedap… KULIT AYAM).  Self control, self control, self control. Pelajaran ini gue pegang sampe sekarang, sehingga berat badan gue terjaga.

Hal lain yang seru dari perjalanan diet ini adalah gue jadi kenal sama sosok-sosok hebat dibalik sejumlah katering ini. All of them are amazing women, yang bisa membagi waktu antara karir utama mereka dengan sidejob katering masing-masing dengan baik sekali. There’s the hilarious sweet black (item manis, maksudnya), Vita Siregar. Ada Lisa Rumbewas dari Kampung SCBD, Nadia Primaji (maklum, rutinitas olahraga dese sangat totalitas, sampe bodi ‘jadi’ banget)…

… dan ada si baik hati Yayi.

Kali ini gue akan ngobrol sama Kushandari Arfanidewi atau Yayi atau @kelincitertidur, salah satu perempuan termanis dan tersabar yang pernah gue tau.

Lahir taun 1987, bergulat sebagai research analyst di Jones Lang-Lasalle sejak 2012, baca blog gue sejak 2012 (narsis dikit), dan memulai katering Ay’s As Healthy As Can Be sejak awal 2014. Walau masih tergolong baru, penggemar katering Yayi ini sudah membludak, mulai dari Keenan Pearce sampai Aurel Hermansyah. Say whaaat?

Kenapa, sih, identitas internet kamu namanya @kelincitertidur?

Karena aku suka kelinci—dulu pernah pelihara selama 9 tahun—dan karena suka ketiduran, hahaha…

Coba ceritain ke pemirsa sekalian, kisah patah hatimu yang akhirnya memicu berdirinya katering diet Ay’s As Healthy As Can Be…


Dulu aku punya pacar yang suka banget makan, dan menyebabkan berat badanku naik tanpa aku sadari. Yah, namanya lagi jatuh cinta, semua makanan kayaknya enaaak banget. Mana aku nggak pernah olahraga yang serius.

Tapi tiba-tiba sang pacar selingkuh dan akhirnya nikah sama mbak selingkuhannya. Jeng jeng!

Karena udah keburu diberi mimpi-mimpi indah, aku nelongsonya lumayan lama, dan aku merasa makan adalah salah satu cara untuk mengobati patah hatiku. Tambah melar, deh… Zzzzz.

Sebelum pacaran, beratku 60kg. Pas putus, beratku 68kg, hampir 70kg! Tapi aku cuek, membiarkan badanku makin gendut sembari makin galau. Sampe pada suatu hari, aku dateng ke acara pernikahan, eh, ada temen komen, “Ay, lo LEBAR, yah, sekarang!” terus diketawain di depan khalayak. Aku diem aja, tapi sebenernya ngenes. Aku pun mikir, INI HARUS DISTOP. Masa’ aku mau rugi dobel, sih? Udah diselingkuhin, jadi gendut, terus sediiiih melulu. Mau sampai kapan?

Maka pada suatu hari, aku bilang ke diriku, bahwa aku akan mengembalikan 8kg yang mantanku bawa ke aku, plus mengembalikan hatiku jadi seperti dulu lagi.

Mulailah aku rajin bikram yoga dan diet Mayo.

Makanan diet Mayonya aku bikin sendiri, karena kebetulan aku suka masak. Aku penasaran ngemodifikasi menu-menunya, sehingga walau nggak pakai garam tetep bisa tasty dan kemakan, hehehe.

Setelah 13 hari diet Mayo, plus dua hari balance diet, beratku turun 7kg!

Walau belom kurus-kurus banget bak model, aku nyaman sama diriku. Ditambah, sebulan setelah rutin Bikram yoga, aku merasa lebih tenang dan ringan. Aku merasa menemukan lagi semangatku.

Kemudian aku terusin masak buat bekal makan siangku setiap hari, dengan takaran balance diet.

Alhasil, temen-temen deket mendesak aku bikin katering, karena tertarik melihat bekalku setiap hari dan perubahan badanku yang cukup signifikan. Awalnya, aku bikin buat lingkungan terdekat aja. Lumayan, lah, buat beli lipstik baru sekaligus menyalurkan passion di bidang masak. Tapi lama-lama, kok, jadi rame?


Setelah sekarang kamu singset, sukses, keren dan beken, merasa dendam patah hatinya terbalaskan nggak?

Sekarang aku sudah bisa ikhlas dengan massive brokenheart yang pernah aku alami dulu. Mungkin itu cara Allah men-detoks pikiran aku? Allah belum nunjukkin jodohku, tapi Allah memberikan aku kebahagiaan lain, karena aku bisa bantu orang-orang lewat katering ini.

Share your ultimate steps to heal a massive broken heart.


Pertama, lihat sekeliling, bantu orang lain semampu kamu, sekecil apapun itu.

Kedua, OLAHRAGA! Lari, dance, zumba, yoga, apapun deh. Lepaskan ketegangan dari otot-ototmu!

Ketiga, beli lipstik baru. Dandan, deh!

What’s your proudest recipe for your catering?

Tzaziki sauce kali, ya, yang menggantikan satu lembar keju non-fat di hari diet Mayo ke-4.

Tell us your best and worst client experience ever.

Best! Waktu nanganin Amanda Hartanto. Katanya, Amanda ini nggak pernah kurus dari kecil, punya hipertensi bawaan, kolesterol serta asam urat tinggi. Kalo capek dikit, dia bisa migren parah bahkan pingsan.

Aku debat cukup lama sama dokter giziku sebelum nerima Amanda jadi klien. Deg-degannya pun sempet meningkat, karena di H-1 sebelum mulai balance diet, Amanda migren sampe nggak bisa bangun.

Tapi ternyata mengiringi Amanda diet selama tiga minggu nggak sesusah yang dibayangkan, karena dia sendiri ikhlas ngejalanin diet ini.

Karena nggak bisa olahraga kardio yang heboh seperti lari atau zumba, Amanda cukup berolahraga dengan ngepel, beres-beres, jalan kaki agak jauh di sekitar apartemennya, pokoknya keringetan!

Hasilnyaaaa… Amanda berhasil turun 8kg dalam tiga minggu, dengan balance diet! Yippiiiii…

Worst! Waktu itu ada klien laki-laki, yang didaftarin oleh istrinya untuk ikutan diet Mayo. Di hari ke-6, tetiba si Mas ini nelfon aku. Dia bilang dia nggak kuat, dan minta uangnya dibalikin!

Lalu aku tanya, mau diganti jadi katering balance diet aja, nggak, minggu depannya? Terus dia bilang, "Wah, Mbak, ngeliat kotak kateringnya aja saya udah nggak mau."

JLEB. Rasanya dalem banget! Soalnya ‘kan tiap hari aku terjun langsung mikirin menu, nyempetin nyari bahan-bahan yang susah didapat setiap pulang kantor, masak subuh-subuh bareng asisten, sampe memastikan bahwa setiap pengantaran ke klien beres semua. Jadi sakitnya disini, kaaak, huhuhu...

Tapi pada akhirnya aku sadar bahwa Mayo cleanse ini memang berat (emang! –red). Seseorang nggak bisa didaftarin ikutan diet ini oleh orang lain, tanpa niat kuat dari dirinya sendiri. Butuh kolaborasi jiwa dan raga untuk ngejalaninnya. Padahal, kalo diet Mayo dijalani dengan sungguh-sungguh, kita bakal bisa ‘dengar’ apa yang tubuh kita ingin bilang tentang bagaimana ia diperlakukan selama ini.


If you can have one full extra-sinful cheat day, what would you eat for breakfast, lunch, and dinner?


Sarapan, lontong kari pake kerupuk pink yang diwarnain pake pewarna, plus teh botol dingin. Jam 10, brunch cilok isi gajih. Makan siang, nasi segabruk pake ayam taliwang pelecing beberok. Sore-sore makan bakso pedes dan cuanki. Makan malam nasi padang pake ayam pop, gulai otak, balado teri, paru, lalu dessert es krim.

Kamu rutin ngasih CD mixtape gratis—bernama Banana Submarine—ke klien katering kamu. Kenapa? Selera musik tiap orang ‘kan spesifik banget…


Dari dulu aku emang suka bikin mixtape. Alasannya simpel, supaya nggak lupa pernah suka lagu A, B, C. Atau untuk mengingatkan, “Wah, lagu X, Y, Z, tuh, enak, ya, buat mood yang lagi begini, begitu…”. Tapi list lagu-lagu ini cuma aku jejerin aja di 8tracks. Pas bikin usaha katering, pengen aja bikin penyemangat buat para klien [dalam bentuk CD mixtape], supaya mood mereka slalu up, up, up! Sekaligus berbagi selera musik juga, ‘kan, dari para pembuat mix-nya.

(note: di setiap edisi Banana Submarine, Yayi berkolaborasi dengan seorang seniman untuk kemasannya, dan seorang musisi / DJ untuk penyusunan lagunya)

Sejauh ini, mixtape Banana Submarine mana yang jadi favorit kamu? Dari segi kemasan / artwork dan playlist-nya sendiri.


Paling unik, tuh, Banana Submarine v.2, dimana seluruh judul lagunya mengandung unsur makanan! Seru, deh. DJ-nya adalah Dimas Ario. Genre lagu-lagunya juga motown soul jazzy kesukaanku, gitu.

Who would you like to work with in the future for your mixtapes? Bisa musisi, bisa seniman untuk mengemas CD-nya.


EKO NUGROHO! Sape gue? Tapi aminin aja, lah (aamiiiin –red). Untuk musisinya, aku pengen banget dibikinin mixtape sama Indra Lesmana.

Siapa, sih, orang yang pengeeeen banget kamu katering-in dan kenapa?


Pak Jokowi… SEBELUM TERLAMBAT! Ngurusin negara pasti bikin puyeng dan capek, ya ‘kan, Pak? Supaya mukanya berseri-seri, kayaknya Bapak mesti banyakin konsumsi sayur buah liwat cold pressed juice, deh. Dan mungkin makan makanan kaya nutrisi, supaya agak berisi sedikit, gituuu, hehehe.

Aku pribadi, nih, nggak pernah suka rasa makanan sehat. I eat healthy food for my health, not for the taste. Do you actually believe healthy food is yum? Be honest.


Terutama sejak ketemu sama Tiara, partner katering aku, aku makin percaya! Prinsip aku sama Tiara kurang lebih sama—untuk menciptakan healthy food yang enak, kita harus banyak akal. Kami yakin menu-menu yang biasa seliweran itu sebenernya banyak banget yang bisa dibikin versi sehatnya. Hanya saja kita butuh kreativitas.

Pernah nggak kamu ngerasa kerepotan banget, capek banget, bete banget ngurusin usaha katering ini sampe mau nyerah? What keeps you going?

Pernah banget, dong, apalagi kalo kerjaan kantor lagi banjir bandang. Supermarket Grand Lucky dan Kemchiks adalah saksinya! Jadi kalo ada cewek bermuka galau lagi milih sayuran di supermarket malem-malem menjelang jam tutup, tolong dipukpuk dan disapa, ya. Itu saya!

Yang selalu bikin semangat adalah para klien aku! Semangatku selalu terpompa setiap ngeliat klien-klien yang serius dalam menjalani dietnya, sampe nge-post foto-foto makanan kateringku di social media tanpa diminta promosi. Seringkali aku jadi akrab banget sama mantan klien dan upcoming client, bahkan yang belum pernah ketemu sekalipun.

Hal lain yang bikin aku bertahan adalah karena para awak Ay’s As Healthy As Can Be yang baik-baik banget. Mulai dari partner yang super pengertian, para mamang kurir yang so sweet dan siap nganterin aku kemana dan kapan aja, sampe para supplier yang selalu siaga nganterin pesenan tiap pagi, serta nyariin bahan apapun yang aku butuhkan.

Intinya, I feel blessed
. Gara-gara katering ini, aku jadi banyak kenal dengan orang-orang baik. Walaupun cape bingit, gara-gara tiap hari bobok paling lama cuma lima jam, trus abis itu struggling di kantor, aku happy!

***

Baby, it's called karma
. Karena kamu selalu baik dan manits sama semua orang, orang-orang pun jadi baik sama kamu. All the best for your catering's endeavor, Yayi!

14 comments:

  1. Melihat badan yang udah kayak BABON siap digulingin, dan karena baru saja tadi di sekolah anak dikira hamil lagi (setelah 5.5bulan absen nganter anak sekolah-karena udah kerja lagi), mari kita bulatkan tekad untuk order sama @kelincitertidur. Etapi akoh cemen, mau order balance diet dulu aja deh belom berani mayo-nya hihihi

    Thanks La, doakan aku menyusul kamu dong aga menyingset sikitttt gitu laah :D

    ReplyDelete
  2. sepertinya tahu siapa klien laki-laki ituuu.. hahaha

    Hebat mbak ini. Pengen nyobain juga catering sehatnya, but soon ya.. kalo skarang masi blm kuat (duitnya).. xD

    ReplyDelete
  3. yayi,
    ini mantan yang pernah lo pacarin lama waktu kita di semabel bukan sih?
    hahahhaha *gosip aje*


    woowww mbak lei.. ditunggu another 15 minutes-nyaaa!
    aku mau JK doong... hihihi

    ReplyDelete
  4. Waa... Kayaknya aku tau mantannya mbak Yayi ini, tak kusangka ternyata selingkuh ya :'( #gagalfokus

    Jadi mbak Lei turum berapa kilo? Hihihi

    ReplyDelete
  5. Widiwww...pemirsa boleh rikues siapa yang mau di-15-menitin ga mba lei? *ngelunjak :)))*

    aduh itu yang minta duitnya dibalikin dan bilang liat kotak makannya aja udah nggak sanggup tega banget sik. It was rude, completely rude --'

    ReplyDelete
  6. Ninta: Hayok atuuuh... Kalo emang mau turun banyak, hajar aja langsung Mayo! Palingan muntah sama pingsan dikit lah *demotivasi* hihihi

    Anon: Aku pun sebenernya udah tau lama ;)

    Gadis: JK!!!! *pingsan*

    Anon: Hehe, sebenernya nggak drastis, sekitar 5-6kg aja tapi udah cukup banget.

    Bening: Lumayan nyelekit yaaa. On the other hand, diet Mayo emang sadiiisss... Nggak bisa asal ikutan sih :D

    Hahaha, aku beban nih kalo request...

    ReplyDelete
  7. Aduh La, gue yang tadinya mau Bikram aja trus baca postingan lo trus ga jadi hahaha *cemen*. Errr kayaknya tau juga deh klien laki2 itu, ada di blog si istri kan hehehe

    ReplyDelete
  8. Seru iiihh.. 15 minutes with-nyaa.. ^o^
    *silent reader yang akhirnya gatel pengen comment

    ReplyDelete
  9. mba ninta BUKAAN... bukan hehehe yang ada di blog sang istri justru yang baik bangeeettt <3<3

    ReplyDelete
  10. Pryta: Nuhuuun, makasih yaaa :)

    ReplyDelete
  11. kreatif ni rubrik 15 minutesnya.. *halah rubrik*

    mbak yayi , (doekarisfa@yahoo.com) udh email berkali kali ga ditanggapin, pengen ikutan mayo diet juga. kasihanilah aku mbak, pipi udh kaya bakpau

    ReplyDelete
  12. Walaupun gak kenal siapa Yayi, tapi isi interviewnya menarik...Gak sabar menunggu edisi "15 minutes With..."berikutnya :D

    ReplyDelete
  13. Mbaa yayii dikau kereenn....aku jadi terinspirasi nih, secara juga doyan masak dan skg udah ada 3 orang antri minta dibuatin menu diet. Ini akunya pusing bagi waktu hahha... Tapi, jadi semangat baca ini. Thank you..

    ReplyDelete
  14. Waaaahh jadi terinspirasi dan semangaatt nih aku. Soalnya skg ada temen yg antri mnta dibuatin menu diet mayo juga. Thank you yayiii :*

    ReplyDelete