Jun 26, 2013

Fun Things To Do In Disney... Other Than Rides and Shows. Part 1!

Biasanya, kalo kita menginjakkan kaki di Disney theme parks, apa sih ahenda kita? Naik wahana, nonton show, foto-foto. Esensinya memang itu, sih.

Namun sebenernya, Disney—dengan segala kejeniusannya—‘menyediakan’ banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan di taman bermain mereka.

Berikut adalah sekelumit aktivitas yang bisa kita lakukan, kalau sedang berwisata ke Disney theme parks manapun di dunia!

MEET AND GREET DENGAN PARA KARAKTER

Kalau ketemu dengan karakter Disney, biasanya kita…? Yap, foto bareng.

Tapi taukah Anda, kalo foto bareng bukanlah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan?

Here are a couple of other things you can do:

Minta Tandatangan

SETIAP karakter Disney yang berkeliaran di Disney theme parks sudah dilatih untuk memberikan tandatangan kepada siapapun yang minta.

Bagaimana cara minta tandatangannya? Gampang, kok.

Pertama, siapkan perlengkapannya—buku tandatangan dan spidol.

Untuk bukunya, saya menyarankan untuk bawa sendiri dari rumah. Buku tandangannya kayak apa? Bebas, kok. Menurut saya, sih, yang terbaik adalah yang ukurannya lebar (jangan notes imut segede telapak tangan) tapi harus tetap nyaman dibawa (JANGAN KANVAS JUGA KALI, AH!).

Kertasnya juga kudu polos, tebal (think sketch book papers), dan nggak gampang copot.

Disney biasanya menjual autograph books di toko suvenir mereka. Beli online juga bisa. Covernya lucu-lucu, ketebalan kertasnya pas, lebarnya juga OK. Ideal, lah...


... TAPI MEHI, BOK. Kalo mau menyandang gelar mak irit sejati, mending siapin buku sendiri, deh.

 Contoh buku tandatangan yang homemade, pake dekor-dekor cantik supaya personal. 
Hreatip yaaa...

Menurut saya, contoh buku tandatangan yang OK tuh sejenis buku sketsa pake ring, ukuran A5.

Untuk alat tulisnya, saya sarankan pake spidol tebal warna hitam. Plis jangan pake spidol kurus ala Snowman. Kesian karakternya. Tau ‘kan, kalo kostum karakter tuh tebelnya ngaujubile? Plus, banyak karakter yang kostumnya termasuk sarung tangan geda (seperti Mickey Mouse). Gimana cara mereka menggenggam spidol kurus? Susye ‘kaaan…

Maka dari itu, sediakan spidol GENDUT, seperti spidol papan tulis atau apapun yang enak digenggam oleh para karakter.

Aturan spidol tersebut bisa dibikin pengecualian untuk para face character, ya.

Tau bedanya? Karakter biasa adalah karakter yang berkostum penuh—dari kepala sampe kaki—dan nggak bisa ngomong, seperti The Fab Five (Mickey & Minnie Mouse, Donald Duck, Goofy, Pluto), Chip & Dale... paham lah, ya.


Sarung tangan raksasa! Minnie pasti NANGIS kalo disuruh paraf pake spidol Snowman...
 

Tuh, ya. Pluto kudu ngangkat buku tandatangannya sedemikian rupa supaya bisa liat kertasnya. Berat ya cari duit... :)))

Sementara face character adalah karakter yang TIDAK berkostum penuh, dan muka asli ‘aktor’nya nggak ketutup—and that’s why they’re called face (or speaking) characters. Misalnya, para princess (Belle, Ariel, Aurora, Cinderella), para pangeran, Peter Pan, Mary Poppins, Jack Sparrow, Alice in Wonderland, Tinkerbell, dan banyak lainnya.

Face characters nggak pake kostum yang mengekang jemari mereka, sehingga mereka bisa kasih tandatangan pake alat tulis apapun.

Alice from Alice in Wonderland

Autograph collector
Belle from Beauty & The Beast

Princess #7
Jasmine and Aladdin, from Aladdin

Amanda gets Cinderella's autograph
Cinderella

But still, IMO, spidol gendut adalah pilihan paling aman.

Warna hitam is debes, karena jadi jaminan tandatangan para karakter bakal tertoreh jelas. Jadi, kalo anak Anda keukeuh mau pake stabilo kuning, tolak mentah-mentah aja, ya :)))

Inilah mengapa kertas buku tandangan Anda sebaiknya tebal. Spidol ‘kan biasanya nembus, yaaa…

Also, be considerate! Plis jangan pake spidol yang gampang bocor. Kalo kostum karakternya sampe cemong, asli berabe, deh. Ada beberapa orang yang suka minta tandatangan pake krayon gendut, tapi saya nggak suka karena alasan ini. Kalo krayonnya leleh dan lumer, gutbaaay…

Kedua, kalo perlengkapan tandatangan udah siap, silahkan berburu para karakter di penjuru Disney theme parks! Kita bisa minta jadwal kemunculan para karakter ke pusat informasi. Namun, untuk karakter-karakter langka, kemunculan mereka sporadis dan nggak terjadwal.

Ketiga, antri untuk ketemu mereka.

Soal antri, saya perhatikan, nggak semua Disney theme parks mencanangkan antrian untuk ketemu karakter. Karakter di Disney parks Tokyo, tuh, nggak punya antrian, lho. Begitu muncul, orang-orang pada asal serbu aja, gitu. I hate this. Selain karena karakternya bisa kewalahan, orang-orang juga jadi nggak dapet kesempatan yang adil.

Meet & Greet yang nggak pake antrian - Donald Duck at Tokyo Disneyland 
 
Meet & Greet yang pake antrian - Phinneas & Ferb at Disney's Hollywood Studios

Selain itu, kalo pake ngantri, kita juga jadi bisa merhatiin dulu, apa urutan berinteraksi dengan para karakter tersebut? Apakah foto dulu baru tandatangan? Tandatangan dulu baru foto?

Emangnya ngaruh?

Rada ngaruh, sih. Waktu untuk berinteraksi dengan para karakter—utamanya karakter full costume—biasanya sangat singkat. Dan memang HARUS singkat, supaya mereka nggak heatstroke di balik kostum yang super berat dan gerah itu.

Nah, kalo kita mengikuti pola yang terbentuk—misal: peluk, tandatangan, foto, cabut—proses meet & greet ini menjadi lebih cepet dan efisien.

Saat antri, siapkan segala-galanya. Kamera kita harus udah on dan standby, tutup lensa sudah dibuka, buku tandatangan dan spidol harus sudah di genggaman. Again, demi efisiensi waktu.

Keempat, ketika akhirnya kita sudah feis-tu-feis dengan sang karakter idola, monggooo... sodorkan spidol dan buku untuk ditandatangani.

Kalo kita dihadapkan oleh group character (misalnya, Winnie The Pooh, Tigger, dan Eeyore sekaligus), kita harus cepat putuskan—mau minta tandangan semuanya? Atau salah satu aja? Mau di satu halaman? Atau tiap karakter tandatangan di halaman yang berbeda? Decide quickly! Jangan grogi depan mereka dan malah mengulur waktu.

 Group characters from Up! Russel, Carl, Doug

Terakhir, smile! Foto bareng, deh!

And you’re done. Yaaay!

Random Facts:
  • Setiap karakter punya tandatangan pakem. Walaupun ‘aktor’nya pasti berbeda-beda tiap hari, mereka sudah dilatih untuk memberikan tandatangan yang sama.
  • Kadang ada karakter yang nggak bisa ngasih tandatangan sama sekali, mungkin karena kostumnya super ribet. Biasanya, mereka (atau ‘pawang’ mereka) bawa stempel sebagai pengganti tandatangan.
  • Be creative! Para karakter Disney nggak harus tandatangan di buku, lho. Bisa di kaos, topi, poster, buku cerita (lucu nggak sih, kalo kita bawa buku cerita Peter Pan, trus ditandatangani sama Peter Pan-nya sendiri? Aiii….), dan sebagainya. Tapi mereka NGGAK BISA tandatangan di baju yang sedang kita pake. Alasannya, kadang kostum membuat gerak tubuh para karakter jadi awkward. Mereka nggak mau tanggungjawab kalo tau-tau pada oleng dan nimpa badan kita.  
  • Para karakter juga NGGAK BISA nandatanganin anggota tubuh kita. Jadi jangan minta paraf di tetikadi bak groupies rock band, ya. Pasti ditolak.

Bagi saya, koleksi tandatangan adalah suvenir terbaik yang bisa kita bawa pulang dari Disney theme parks—gratis, unik, and so much fun to collect. Apalagi setiap tandatangan tersebut—menurut saya—adalah ‘karya seni’ tersendiri.


Ini Jafar. Perhatiin nggak, tandatangannya ada gambar ulernya, ala tongkat Jafar? 


Tandatangan Jiminy Cricket ada payungnya!

 Tau 'kan yaaa, Donald tuh selalu bersaing keras sama Mickey. Makanya dia nulis #1, hihihi.

Daaan, menurut saya, kegiatan meet & greet ini adalah alternatif kegiatan yang seru, kalo semua antrian wahana lagi penuh edyan!

Ngobrol Dengan Para Karakter

Yes, you can chat with them! Selain memberikan tandatangan, para karakter Disney dilatih untuk berinteraksi dengan para pengunjung, lho.

Kalo ketemu dengan karakter, seringkali kita memperlakukan mereka bak benda mati: ketemu, foto, kabur. Pokoknya peran mereka hanyalah sebagai properti foto. Kalo ada face character yang basa-basi, “Hello, how are you?” biasanya kita malah grogi, hihihi.

Padahal mereka itu minta diajak ngobrol, lho!

Duh, tapi mau ngobrol apa yaaa? Masa’ politik?

Harus diingat, bahwa para tokoh Disney dilatih untuk stay in character. Perilaku mereka—dibawah situasi apapun—nggak boleh melenceng dari karakternya. Jadi, kalo cari topik obrolan, sepantasnya yang masih berhubungan dengan karakter mereka, ya.

Contohnya, coba tanya ke Peter Pan, “How’s Neverland? How’s Captain Hook?”. Tanya ke Belle, “What’s your favorite book?”. Tanya ke Aladdin, “Where’s Abu and Carpet?”. Dijamin mereka akan jawab dengan semangat!

Dan siap-siap, karena biasanya mereka akan ngajak kita berinteraksi balik! Tetap in character dong, ya. Misalnya, karakter Jack Sparrow mungkin akan ngajak kita main pedang-pedangan dan Belle mungkin nanya apa buku favorit kita. Inget Tiana dari film Princess & The Frog? Karakter Tiana ini biasanya punya pengetahuan luas tentang kuliner - sesuai dengan tokohnya di film, bok! Jadi kita bisa ajak Tiana ngobrol soal makanan.

Interaksi dengan karakter ini nggak harus berupa pertanyaan, sih. Bisa juga berupa pernyataan. Contohnya, setiap tokoh princess biasanya seneeeeng banget kalo kita bilang, “You’re my favorite princess.” Kita juga bisa ngegodain para karakter. Misalnya, coba bilang ke Buzz Lightyear,  “My favorite superhero is Zurg!” Pasti dese sebel dan (pura-pura) marah.

Saya pernah baca, ada seorang turis meet & greet dengan tokoh Rapunzel dan Flynn Rider di Magic Kingdom, Orlando. Nah, si Flynn kan bawa-bawa tas tuh, kayak di film Tangled, maka si turis iseng nanya, “What’s in your bag?” Lalu, ta-daaa! Si Flynn mengeluarkan mahkota dari tasnya itu, persis kayak di film! Padahal dia nggak gembar-gembor bawa mahkota, lho. Tasnya ditenteng bak aksesoris aja.

Moral of the story: jangan malu tanya ina-inu ke para karakter. It’s fun to see their reactions ;)

Ask the Disney characters: what is your favorite food?


Nah, tadi ‘kan saya cerita tentang face characters. Gimana dengan karakter-karakter yang pake kostum penuh? ‘Kan pada nggak bisa ngomong? 

Mereka biasanya akan merespon kita dengan bahasa tubuh yang cukup jelas. Kalo kita bilang, “Minnie Mouse, I love you,” si Minnie pasti akan bikin gestur-gestur seperti pingsan GR, blow kisses, atau meluk kita.

Gimana dengan kendala bahasa? Face character biasanya bisa berkomunikasi dengan bahasa lokal, meski cuma kalimat-kalimat sederhana. Di Tokyo Disneyland, beberapa kali saya menyaksikan para princess ngobrol pake bahasa Jepang dengan para pengunjung.

Yang pasti, mereka semua bisa bahasa Inggris. Jadi untuk kita, pake bahasa Enggres aja deh, yaaa…

Just remember: be polite :) Jangan kasih pertanyaan-pertanyaan kurang ajar, ofensif, keluar dari konteks karakter mereka, dan jangan biarkan anak nendang-nendang atau jambak-jambak para karakter berkostum. Asli, itu kelakuan kempi banget yang nggak boleh dibudidayakan.

Oya, kalo anak takut sama karakter, jangan dipaksa ketemuan, yaaa... It's not worth to force it :)


COLLECT AND TRADE PINS

Kalo Anda mampir ke toko Disney resmi—terutama di theme parksnya—Anda pasti akan menemukan pin (bros) Disney dijual. Pin tuh bentuknya seperti ini:

downtown-disney-trading-pins

Nah, mungkin Anda kira pin ini dijual untuk aksesoris atau lucu-lucuan aja.

Well, you’re 70% wrong. Pin-pin ini dijual untuk dikoleksi!

Disney sudah memproduksi dan menjual pin sebagai suvenir sejak lamaaaa… banget. Tapi fenomena mengkoleksi (dan membarter) pin ini baru mulai heboh di taun 1999. Awalnya cuma heboh di Walt Disney World, Orlando, Florida. Lalu menyebar ke seluruh Disney resorts di dunia.

Kita bicara soal ngoleksi dulu ya - Q&A style!

Apa bentuk dasar dari pin? Pin biasanya terbuat dari logam, memiliki jarum/tusukan di belakang, dan ‘penahan’ tusukannya, kayak giwang.



Cara ngoleksi pin gimana, sih? Prinsipnya sama kayak mengkoleksi prangko. Beli, lalu disimpan baik-baik.

Beli pin-nya dimana? Di seluruh toko resmi Disney di dunia.

Kalo kita masuk ke toko Disney, mungkin mata Anda langsung tertumbuk ke printilan seperti kaos, tas, mainan. Padahal perhatiin, deh—there’s always a pin board.


Pin juga dijual di ‘gerobak’ jualan di seluruh Disney theme park, seperti ini.


Kita juga bisa beli pin online, baik di toko online Disney resmi, eBay, atau Amazon  (tapi ati-ati. Cek kualitas dan keasliannya, ya).

Gimana cara penyimpanan pin? Umumnya, koleksi pin disimpan di album khusus. Cara naronya, pinnya ditusuk ke halaman album, lalu pasang ‘penahan’nya. Udah deh.

Albumnya bisa beli jadi, bisa juga bikin sendiri.

Contoh penyimpanan pin di album DIY

Nah, kalo ini album pin akyuuu... Dibeli taun 2007

Ini penampakan halaman pertamanya 

Album pin yang baik mempunyai halaman yang terbuat dari lapisan velvet / beludru, supaya pin-nya aman dari baretan. Di antara halaman pin pun terselip halaman pembatas (seperti yang saya pegang ini), supaya pin-nya nggak saling beradu dan baret.

Beli albumnya dimana? Di toko-toko yang saya sebut tadi. Tapi, again, kita bisa bikin sendiri, kok.

Miara pin kok rempong amat, sih? Bok, namanya juga koleksi! Kalo ente beli pin cuma buat aksesoris lucu-lucuan juga boleh, kok. Tapi kalo buat koleksi, tentunya harus dijaga dengan baik, ya. Kalo pinnya baret-baret, nilainya ‘kan berkuraaang…

Boleh disimpen di tempat selain album nggak? Asal bisa terjaga dengan baik, boleh banget. Nggak disarankan untuk nyimpen pin dengan cara ngegabrukin pin-pin tersebut begitu aja. Misalnya, disimpen di dalam satu plastik kresek (menurut ngana?).

Sebagai contoh, banyak kolektor yang suka masang koleksi mereka di sebuah papan besar, dibingkai, lalu dipajang.

Disney pins



Karena akyu anaknya kurang kreatif, saya simpen koleksi saya di album standar.

Harga satu pin berapa, sih? Per hari ini, antara 7 sampai 35 dollar Amerika.

Ada berapa jenis pin yang tersedia di pasaran?
Bok, puluhan ribu! Jenis ya, bukan jumlah!

PUYENG DOTCOM!

Saking banyaknya, it's highly impossible to collect them all. Kita kudu membatasi diri supaya nggak bangkrut. Misalnya, kita bisa koleksi pin yang bergambar Mickey saja. Atau, koleksi pin limited edition aja.

Tapi karena saya tinggal jauh dari Disney, saya nggak picky. Pin jenis apapun kuterima dengan redho. Beda halnya kalo saya tinggal di Amerika, dan bisa sering-sering main ke Disney untuk belanja pin. Mungkin saya jadi picky.

One of my favorite Disney pins. Manits banget nggak, sih? A mouse and its maker :')  

Tapi kalo boleh pilih, saya paling suka sama pin wahana.

Dua pin ini adalah contoh dari pin wahana, yaitu pin yang desainnya berdasarkan wahana. 
Yang kiri adalah pin wahana Indiana Jones, sementara yang kanan adalah pin Tower of Terror. 
 Dua-duanya interaktif, lho! Kalo pin Indiana Jones, bola batunya bisa muter...


... sementara pin Tower of Terror menggunakan trik lentikuler, jadi kalo digerak-gerakkin, gambarnya bisa berubah seperti layar TV. Akik cintaaaa, deh, sama pin interaktif begini, walau berat banget. Bikin robek baju!
 
Why do you collect pins, Lei? Menurut saya, pin adalah salah satu suvenir terbaik Disney. Apalagi kalo dikoleksi. Bentuknya kecil, desainnya unik, nggak terlalu mahal, dan abadi.

Setiap saya main ke Disney store manapun di dunia, saya selalu pengen beli cenderamata. Tapi saya tau, kalo saya beli printilan seperti kaos, tas, mainan, umurnya pasti pendek. Dalam hitungan bulan, barang-barang tersebut biasanya udah dibuang karena bosen atau kekecilan. Admit it—a Minnie Mouse printed bag isn’t very timeless.

Maka saya beralih ke pin untuk dikoleksi. Alhamdulillah, each of my pins becomes great reminders of my Disney trips. Contohnyaaa...

Pin yang kiri atas itu saya beli di Tokyo DisneySea saat Halloween 2009. Makanya saya sengaja pilih pin yang desainnya Halloween gitu, dan ada tulisan tahun 2009-nya. Sementara pin yang kanan atas saya beli di Walt Disney World saat mereka sedang menggencarkan kampanye Year of a Million Dreams di tahun 2008. 

Lalu pin yang tengah bawah itu saya beli di Hong Kong Disneyland awal tahun 2009tahun kerbau. Jadilah, saya pilih pin bergambar shio Kerbau. Saya suka pin yang mewakili keunikan tiap theme park gini. Pin gambar shio 'kan pasti ora ono di Disney theme park di Amerika...

Ngoleksi pin tuh seru, lho. Saban main ke Disney store, mata saya jadi jeli nyari pin-pin unik. Kalo kebetulan bisa dapet yang special edition, wah, hepi banget rasanya!

 Ini bukan pin Disney ya, melainkan Universal Studios, tapi ini adalah salah satu pin paling berharga yang saya punya. Inget nggak sih, dulu akika pernah ketiban rejeki yalan-yalan gratis ke Universal Studios, ikut VIP Tour pula? Karena ikut VIP Tour, saya dapet pin kheuseus ini. Nggak dijual di toko mana pun.

Dan, kalo disimpan dengan baik, koleksi ini bisa diturunkan ke anak kita (berdoa aja Raya juga suka yeee. Bae-bae malah dijual, zzzz).

Sekarang kita bicara soal trading / barter pin ya, masih Q&A style!

Barter pin tuh apa, sih? It’s exactly what it sounds—tukeran pin! Jadi ini barter yaaa… Bukan minta pin, bukan beli pin. Jadi tujuannya adalah menukar, bukan menambah koleksi pin kita.

Barternya sama siapa? Umumnya sama Cast Member, alias pegawai Disney, dimanapun. Kecuali di Tokyo Disney Resort.

Kalo main ke Disney theme parks, perhatiin deh, ada banyak pegawai yang pake lanyard tergantung di leher, dan di lanyard itu, terpasang berbagai pin.



Iki lho, yang namanya lanyard! Bisa dibeli di berbagai toko Disney. 
Aslinya sih polos, tapi biasanya digunakan sebagai alat majang pin.

Kalo kita ketemu dengan Cast Member yang ‘memakai’ koleksi pin-nya begini, kita bisa minta barter sama dia.


Syarat pertama, kita harus bawa koleksi kita dong, ya. Kagak usah bawa satu album segede kingkong. Cukup bawa kira-kira selusin. Pin-pin tersebut bisa kita taro di album, pasang di lanyard, topi, vest, atau apapun lah. Pokoknya bawa masuk ke theme park.

Disney Pin Trading Bag
Mau pajang pin di tas? Boleeeh...

Pajang di vest? Boleeeh...

Syarat kedua, pin kita harus asli.

Syarat ketiga, hormati pin trading etiquette.

Terakhir, langsung samperin aja si Cast Member, trus tanya, “Hi, may I see your pins?” Kalo ada pin yang menarik hati, kita bisa minta barter. Kalo nggak, just say thanks and walk away.





Kalo Cast Membernya nggak mau barter, gimana? Hampir nggak mungkin, sih. Soalnya, aturan bagi Cast Member adalah wajib mau membarter pin mereka dengan pengunjung.

Mungkin nggak, ada Cast Member yang minta barter duluan sama kita? Mungkin banget. Kalo ada Cast Member melihat kita punya pin yang dia pengen, bisa aja dia minta barter duluan.

Kalo kita nggak mau barter, kita boleh tolak tawaran barter? Boleh. Misal, kalo punya pin limited edition yang amat langka, mending ente kekep baek-baek. Jangan di-barter!

Bisa nggak, kita barter dengan sesama pengunjung? Bisa, tapi ini jarang terjadi.

Boleh nggak, kita beli pin dari Cast Member, instead of trading? Nggak boleh. Uang nggak boleh terlibat dalam barter-barteran.

Kenapa budaya barter/trading ini nggak ada di Tokyo Disney Resort? Nggak tauk. Walau pin tetap dijual, trading nggak lazim terjadi di Tokyo. Sedih ya? :(

But no worries! Di Hong Kong masih bisa barter-barteran, kok.

Have you ever trade, Lei? Pernaaah, tapi cuma 2-3x, sih. Entah kenapa. Mungkin karena saya nggak pernah bawa terlalu banyak pin tiap masuk theme park. Biasanya saya bawa pin-pin saya di lanyard, digantung di leher, dan ini BERAT, boook…

 Sexy pose with my lanyard...

Trading paling berkesan terjadi di Disney's Animal Kingdom, Orlando. Waktu itu saya lagi liat-liat pin di ‘gerobak’ jualan, tapi nggak ada yang menarik hati. Pas saya jalan pergi, penjualnya manggil saya, “Hey, d'you wanna trade with this pin?” Lalu dia ngasih saya pin berbentuk fastpass wahana Peter Pan Flight. PINGSAN!!!

FYI, pin fastpass amatlah langka. Kalo nggak salah, pin jenis ini nggak dijual di toko. Harus hunting di eBay atau barter sama Cast Member. It's my one and only fastpass pin and I love it!

 
Lei, are you more of a trader or collector?
Definitely collector. Saya lebih suka hunting di toko daripada melototin pinnya para pegawai, trus cari-cari mana yang bagus buat di-barter. Mungkin karena akyu anaknya pemalu…

Oya, karena saya kolektor cupu, saya males beli pin yang mahal-mahal. Cukup yang 7-10 dolaran, lah. Kecuali kalo unik banget.

Seberapa besar, sih, kultur mengkoleksi dan membarter pin ini? BESAR BANGET. Terutama di Amerika. Tau ‘kan, kalo di Amrik tuh orang-orangnya suka pada obsesifan. Misalnya, penggemar Star Trek, bisa sampe fasih bahasa Klingon gitu… hihihi.

Begitu juga dengan komunitas kolektor pin. Mereka bisa obsesif banget. Nah, hal ini sangat didukung oleh Disney ('cause it means more money for them!), sehingga Disney suka menggelar event-event untuk kolektor pin, gitu. Mulai dari camp, convention, meet & greet para kolektor... embuh lah. Pokoknya rame!

Ini adalah contoh pin trading event di Hong Kong Disneyland.

Apakah cuma Disney yang memproduksi pin koleksi begini?
Nope. Universal parks also have them. Sebagai pesaing, Universal juga membudidayakan kultur koleksi & barter pin. Saya juga punya pin-pin Universal Studios, kok, hihihi.

 Dua pin Universal Studios Singapore-ku, hihihi. Tebak dari wahana apa aja?

Jadi begitulah sekilas mengenai fenomena pin collecting & trading. Seru yaaah!

Kenapa siiiih, saya koar-koar panjang lebar tentang pin disini? Pertama, obviously because I'm a huge Disney freak.

Kedua, karena menurut saya, berburu pin adalah alternatif aktivitas yang seru untuk dilakukan di Disney theme parks, selain naik wahana atau nonton show.

Keseruan menjadi meningkat kalo kita sakseis ngedapetin pin langka. Proses barter juga bisa menjadi ajang ngobrol sama Cast Member, dan kadang kita bisa dapet info-info berharga mengenai Disney dari mereka!

Ihiiiiy…

To be continued to part 2.


Photos above are not mine unless stated. Click on the images for more info.

18 comments:

  1. cara bedain pin asli ato engga gimana lei

    ReplyDelete
  2. waaaw.. selama ini silent reader lho lei.. tapi kali ini ngerasa harus banget say thanks buat post yang keren dan informatif banget ini.
    Makaasiiih bok.. :)

    Gak sabar sama lanjutannya.

    ReplyDelete
  3. Doena: Umumnya sih, kita harus jeli perhatikan kualitas pin-nya. Agak susah sih ya, karena pin palsu (istilahnya: scrapper pin) bisa mirip banget sama yang asli.

    Bisa coba-coba baca disini:

    http://www.mousemagicblog.com/2011/09/counterfeit-disney-pins.html

    http://reviews.ebay.ca/FAKE-DISNEY-PINS-101?ugid=10000000001748045

    http://disneypincollecting.wordpress.com/2011/07/01/how-to-tell-a-fake-from-the-real-thing/

    Amel: MAMACIIIH! :-*

    ReplyDelete
  4. woo postingan yang bermangfaat sekali seandainya eike ada dikasih Allah SWT kesempatan untuk ke disneyland tips2nya mau aku praktekin :D makasih mb lei dan ditunggu part 2, 3 dst-nya hehe

    ReplyDelete
  5. yaaampuuunn pin yaaa, ga pernah kepikiran !! kepikirannya magnet kulkas, heeyyaaaaa lawas banget ya le... :)))
    waktu ke disney hongkong ga sempet ketemu karakter satu pun karna nyampe'nya kesorean, huhuhuuh... sedangkan kalo' USS mau malem pun masih ada karakter yang keliaran.
    i think i'll collect it like u leee... :D

    ReplyDelete
  6. Hai Lei,
    Sebelumnya salam kenal yah. Kesini gegara dikasih link review Bandhawa dari Meta.

    Eh malah berakhir keasyikan baca mundur tulisan sampe tahun lalu.

    Seneng sama foto2 dan gaya tulisannya.

    ReplyDelete
  7. suka dah kalo lagi ngebahas soal disney2-an! huahahaha :)

    itu elu yang koleksi tanda tangan? si andrew juga suka tuh minta tanda tangan. kalo gua sih suka poto2 aja ama karakter. hehehe.

    dan iya kayak kata lu, ada karakter2 yang gak bisa tanda tangan. kayak sulley nya monster inc. pegawainya bilang soalnya dia monster jadi dia gak bisa tanda tangan ntar bukunya malah disobek kalo dikasih ke dia. :P

    trus lightning mcqueen juga. kalo ini sih tergantung yang pas jaga. pernah sekali ama yang jaga bukunya digesek2in ke rodanya sebagai tanda tangannya. tapi kali lain kita poto ama mcqueen kata penjaganya gak bisa tandatangan. gak konsisten ah... :P

    iya sih karakternya suka berinteraksi. emang anak2 jadi demen ya. kayak andrew pernah ngegambarin mickey mouse trus ditunjukin ke mickey nya, wuii seneng banget si mickey trus dipamerin ke orang2 disana. si andrew jadi demen dah.

    tapi kadang gua sih suka sebel kalo karakter yang terlalu suka ngobrol kelamaan. terutama yang princess2 itu. soalnya gua kan tujuannya cuma pengen foto. that's it. kalo mereka ngobrol kelamaan bikin antriannya jadi lama. huahaha.

    pas tangled dulu baru keluar, kita ngantri buat ketemu rapunzel ama flynn itu sampe 1 jam lebih lho! ternyata rapunzel ama flynn nya berduaan suka banget ngobrol dan becanda2. sampe lama. padahal kitanya pasif2 aja, eh mereka yang ngajakin becanda. haiyaaa... :P

    btw kalo pengen ketemu karakter tanpa ngantri, bisa ikut character dine in. di tiap disneyland atau di hotelnya pasti ada character dine in. gak tau di tempat lain, tapi kalo yang di CA setiap restoran karakternya beda2. jadi mesti liat2 dulu pengen ketemu siapa. misalnya kalo pengen ketemu princess, ada restorannya sendiri. kalo pengen ketemu miki dan karakter2 yang mainstream, restorannya beda. kalo mau ketemu karakter yang rada beda kayak gufi, gepeto, beda lagi restorannya...

    tapi enaknya kalo character dine in, pasti kita bisa foto sama semua karakter (karena mereka yang nyamperin) dan gak perlu ngantri. :)

    tentang pin sih kita gak ikutan. mahal soalnya! huahahaha. :P padahal emangn sebenernya ok ya.. buat keepsake ya...

    ah jadi pengen ke disneyland.... :D

    ReplyDelete
  8. this post makes me all warm and fuzzy haha. more disney posts!

    ReplyDelete
  9. Ehhh seru banget postingnya! Sangat sangat berguna. Ya Allah semoga kaga perlu nunggu jompo gua udah bisa sampe satuuu aja Disney hahahah. Bacanya sambil ngakak2 tapi, ngebayangin brengsek banget kalo ada yang ngasih PENSIL buat ttd karakter. Dipatahin gue rasa ahuahauhuha.

    ReplyDelete
  10. Dian Lingga: Makasiiih! Aamiin, someday yaaa..

    Cyntia: Hahaha, koleksi magnet kulkas juga gpp sih! Cuma pin di Disney desainnya lebih seruuu. Ada satu lagi nih collectible items yang lagi dikembangkan Disney: vinylmation. Aku agak males soalnya bentuknya rada geda, susah dibawa dan di-barter hehehe.

    MbakDe: Haaai Mbak De :) Aku tau banget Mbak De, dulu aku rajin baca blognya lho, tp silent reader hihihi. Skrg rada sibuk jadi keteter deh... Makasih yaa, salam buat Mas Rafa dan Dek Fayra :-*

    Arman: Maaaaan, kalo gue ke LA, kita harus banget ke Disneyland & DCA bareng yaaah! Gandengan sambil lompat-lompat!

    Orang Amerika kayaknya doyan banget ngobrol ya Man, jadi deh karakter di Disney parks Amrik paling bawel hehehe :p

    Gue cuma koleksi pin, nggak koleksi tandatangan. Pictures above are not mine hihihi. Soalnya dulu pernah ngumpulin ttd, EH BUKUNYA ILANG! *bunuh diri*

    Iyaaaa, gue tau tuh soal Character Dining, tapi jujur, gue belom tertarik nyoba. Soalnya gue bukan tipe foodie, Man. Kalo di theme parks, gue selalu pilih makanan yang grab & go aja. Enak gak enak, yang penting cepet & kenyang, hihihi. Dan karena gue bukan foodie, gue selalu kurang rela keluar duit lebih untuk makanan. This happens everywhere, bukan cuma di Disney :p

    Tapi bagi yang suka, emang seru sih Character Dining ini. Udah dapet makanan enak (bukan makanan counter service burger2 gitu doang kaaan...), bisa quality time pula with the characters. Plus, it's a great opportunity to relax nggak sih, setelah seharian lari2 ngejar wahana?

    Many people are fans of Character Dining yaaa... Booking restonya bisa sampe bulanan sebelumnya.

    Dan emang bener, tiap restoran mengeluarkan karakter yang berbeda. Di Epcot, Walt Disney World, ada restoran yang khusus ngeluarin karakter princess. Ada juga resto yang khusus ngeluarin karakter langka spt Mary Poppins, ibu tiri dan stepsistersnya Cinderella (SERU GILAK!)

    Kalo di Chef Mickey, Disney's Hollywood Hotel Hongkong, karakternya sudah pasti Mickey dkk ;)

    I'll probably write about this later yaaa.

    Runi: Coming right up! *tau-tau bulan depan zzzz*

    Cepe: Hahahahaha anjrot Cep, DIPATAHIN! Ditelen juga gue rasa, saking gondoknya :))))

    ReplyDelete
  11. eh iya character dining, kenapa pula gua nulisnya jadi character dine in ya... :P

    gua juga sepaham ama lu kok. kalo gua sih maunya kalo di theme park ya gak buang2 waktu buat makan lama2 ya. yang grab and go udah paling cocok. walaupun biasanya ya selalu kudu makan sambil duduk karena ribet kan ya pergi ama anak kecil itu. cuma sekali pas gua ke disneyland bareng andrew berduaan doang, kita lunch nya beli hotdog dan chips sambil ngantri toy story mania. bener2 gak mau wasting time. hahaha.

    character dining so far gua cuma pernah sekali. emang diniatin ke disneyland hotel buat character dining nya doang (jadi bukan yang di dalem theme park nya). buat celebrate andrew's bday.

    kalo lagi di theme park trus character dining di dalem mah rugi ya. mendingan ngantri aja dah ketemu karakternya. gratis. huahahaha

    ReplyDelete
  12. Waah kak lei lagi2 kasih info yg berguna buat cika !
    Meski gatau kapan bisa ke disnilen,tp seengganya dah tau musti liat2 pin nya kalo pas jalan2 kesono :D
    Thank u for sharing kak !

    ReplyDelete
  13. semacam mengkoleksi stiker jaman SD ya.. ada album terus tukeran deh.. jadi pengen koleksi juga ah..

    itu harga album koleksi pinnya berapaan mbak nyaaa??

    ReplyDelete
  14. Arman: Hahaha mau disebut Character Dine-In juga nggak papaaa. Sebutannya banyak ya, bok. Character Meal lah, Character Dining lah, dll dst...

    Hihihi, iya. Kalo di theme park, gue juga berprinsip makan yang cepet-cepet aja, deh. Counter service yg pake duduk juga gpp, asal jangan fine dining yang pake appetizer sampe desert ala Character Meal, thooo hehe.

    Dan yes, bener banget kata lo. Kalo mau Character Dining, di hotel atau Downtown Disney aja gak siiih...? *ogah rugi* Andrew seneng banget dong ya dulu! Asli, gue pengen bgt ke Disneyland ama lo hahaha... fellow freaks!

    Cika: Masama darling :)))

    Sari: Hahaha iyaaa, ala ala koleksi stiker Familia :))) Harganya akoh lupa Sariii, coba intip di Disney store online kali ya.

    ReplyDelete
  15. hahaha iya kalo kita sama2 ke disneyland kayaknya kita yang lebih seneng & excited daripada anak2 ya.... :P

    ReplyDelete
  16. aiiih nyesel ga kepikiran nyari pin pas ke Tokyo DisneySea huhuhu... padahal aku jg penggemar pin (apapun) sbg suvenir.
    Koleksi pin mbak Lei lucu lucuuuuu...

    ReplyDelete
  17. Omaigat!! Gw ga tahan buat ga komen disini lagi!! Seneng banget gw baca tulisan-tulisan Disney lo. Gw ga nyangka ada juga yang suka banget (sampe segitunya) sama Disney!! Tooosss!!

    ReplyDelete
  18. Candela: Hehehehe, glad to help! Sebenernya gue juga akan ke Walt Disney World akhir Jan 2014, dan gue bikin sebuah unpublished blog untuk mencatat persiapan & perjalanan gue kesana. If you're interested, I can give you the access :) Kasitau aja email lo apa yaaa :) Have fun!

    ReplyDelete