Apr 28, 2011

Why Working At Home is Both Awesome and Horrible

Courtesy of TheOatmeal.com. Warning: crude language ahead. So sorry for that, it's their thing.

April marks the second month of my freelancing life, and if you ask how is it so far, then I'd say it's both "Awesome!" and "Horrible!". Why? Well, The Oatmeal has the perfect explanation. I mean, precise. Exactumundo.

Behold,



As my mama always say: don't fight off your biological clock. You'll die young.



Kemacetan Jakarta yang udah taraf neraka memang selalu berakibat omelan tiada berujung di Twitter / Facebook status / BB status jutaan warga Jakarta yang terjebak di mobil, bis, dan kereta, setiap rush hour pagi dan malam. Sementara saya asik baca omelan-omelan tersebut sambil dasteran dan nyegat tukang mie ayam. Muahahahaha *kacak pinggang*


Goodbye, genggeus bin bawel colleague!


Dammit, so true. Why are 'bekel' kids have to be the 'katro' kids in offices? *peluk kotak makan Hello Kitty*


"Halo, Tinuk? Lagi apa? Oh, kerja. Tadinya mau ngajakin ke Brightspot, trus lanjut ke Inacraft, trus makan siang, trus nyalon, trus ngopi-ngopi... Kalo jam pulang kantor 'kan macet, kalo weekend rame banget... Nggak bisa keluar kantor ya? Ya udah deh, selamat kerja. Mau nitip? Nggak usah ya, siapa suruh ngantor, yudadababay." -Me

---

But before you kill me, OR throw your career outside the window and start working at home, take a look at this point of view:




Misalnya lagi ngopi-ngopi sama temen-temen, lalu saya mencetus, "Kok lo makin gendutan sekarang? Hamil lagi? Doyan amat!" atau mengeluarkan istilah-istilah jadul seperti "Bando? Ya ampun!" atau "Astaga dot com!" That means I've really forgotten my social skills and have become totally out of date.

Kemungkinannya cukup gede lho, buat pekerja rumahan seperti saya, yang terisolir dari pergaulan luar.


For me, the worse distractions are online shops and bed. Terparah.

To be quite frank, my daily life has revolves around this: "Oke, gue harus nelpon Kementrian Kebudayaan untuk artikel yang ini, nomer telpnya berapa ya? Coba Google dulu... Hey, ada toko online apa ini? Bagus sekali! Direkomendasiin lho di blog X dan Y! OK! Pesen! Beli! Transfer!... Duh, capek ya ngabisin ratusan ribu, bobok dulu deh."

Kerjaan nggak selesai, yang tamat justru nasib dompet.


Meh, didn't happen. 'Kan suamiku pergi kerja? Jadi kangennya tetep dong. Kecuali kalo suami kerja di rumah, istri pun IRT. Sempurna bosennya!


Nggak pernah gerak, manteng depan komputer pake cangcut seharian, and so fatness ensues.


 In other words, loneliness. It happens to me. It so happens... *pandangan menerawang, tatapan mulai berkaca-kaca* 
 Akibatnya, antara lain, jadi suka ngomong sendiri. Terbukti pagi ini, saat saya lagi jogging keliling komplek. Nggak sengaja menemukan bunga cantik di halaman tetangga, trus nggak sadar nyerocos sendiri (kayak kalo lagi di rumah). "Aduh bagus amat! Cantik ini! Sayang banget deh nggak bawa kamera! Perfect light, perfect angle!" Ternyata bedinde-nya lagi nyiram di halaman dan neriakin "ADA APA, MBAK?" *jogging kabur*

Again, sorry for the crude language in the comics, aye? It's TheOatmeal.com thing. Psh.

9 comments:

  1. setuju abisss deh!
    I hate waking up early in the morning, and the most terrible one is, i hate traffic jam yg gilanya kebangetan di jkt ini.. parah bgt sih macetnya jekarda!

    Yah emg pasti ada good side dan bad sidenya ya mb.. Dan sampe skrg, aku belum berani buat resign jg mb.. Mental tempe sih aku.. hehehe

    ReplyDelete
  2. Duh Laila gue ketawa2 sendiri baca posting yang ini... Pake acara ngomong sendiri lagiii kyk film lenong! Gambarnya paling pas di hati gue yang di kubikel abu2 itu, trus ada di to-do listnya: kill self. Tepat pada sasaran! In all seriousness, after reviewing this great pro-con list from oatmeal (apanya yang serius ya), gue tetep pengen kerja di rumah ah, kalo bosen bisa pindah ke mol.

    ReplyDelete
  3. Nay: Muahaha.

    Ochie: Nggak resign, Chi. But work from home :) Jadi jangan takut dicap pemales / nggak berpenghasilan tho? :D

    Runi: HAHAHA. Sialan. Pemain sinetron aja nggak sampe ngomong sendiri ya (tapi di-dubbing utk menyuarakan batin hatinya). In all seriousness, we should all follow whetever TheOatmeal says because it's awesomeness!

    Eeeh siapa bilang bisa kerja di mol... Di akhir bulan, Anda akan merasakan bhw biaya yg keluar untuk 'kerja' di Starbucks itu adalah separo dari gaji freelancer yang menyedihkan ini. Seenak-enak kerja sih emang yang paling enak nggak kerja Run...

    ReplyDelete
  4. Hahahaha lucu nih. I'm actually considering to be a freelancer loh sekarang-sekarang ini, lagi nunggu wangsit tanggal baek buat cabut. Kita kerja di mall aja, pesen segelas kopi dari kafenya buka sampe tutup.

    ReplyDelete
  5. Pede: Aku tunggu jikalau hari itu tiba yaaa... Feeling gue sih abis kawin hihihi.

    ReplyDelete
  6. ANRJIT *ngakak guling2, salto, koprol, kayang*

    terbelah deh antara mau bakar blognya *laila works from home, hellooooo!* sama mau....yah nggak bakar krn pgn liat sejauh apa horrible effectsnya bakalan, HAH!

    ReplyDelete
  7. y y y
    terbukti juga buat 'pengangguran' seperti ogut

    :D

    hihihi

    ReplyDelete
  8. IrvanAirlangga: Hihihi, freelancer ya Mas? Memang endah ya hidup kita.

    ReplyDelete