Feb 26, 2011

Recessionista

Dan akhirnya blog ini bangkit dari kubur.

Abis gimana dong? Apa pula yang menarik dari hidup gue setelah jadi freelancer / full time IRT-tanpa-anak? Tiap hari kerjaannya cuma makan, bobok, kerja bentar (banget), ngangkang, bobok lagi. Kalo dulu pagi-pagi bisa ribut atas statement politikus dunia (jurnalis niyeee), sekarang cuma bisa ribut atas statement artis di infotainment (ibu-ibu niyeee).

Tumpul deh otak.

Tapi meski keliatannya saya udah ber-evolusi jadi panda hamil (sifatnya doang... akunya belum hamidun!), sebenernya selama ini saya belajar ilmu-ilmu ke-IRT-an lho. Misalnya, masak dan menjadi hemat.

Soal hemat.

Kini pemasukan saya nggak stabil, kami menyewa apartemen sendiri, dan misua sekarang adalah enterpreneur. Kalo saya mempertahankan lifestyle jaman lajang, kayaknya mending nyemplung ke sumur aja sekalian... Bokek, mak... Dan sebagai perempuan, apalagi sektor pengeluaran terbesar kalo bukan shopping?

-----

Sejak masih lajang, saya bukanlah seseorang yang stylish. Saya nggak pernah dandan kalau bukan ke pesta, dan paling males mengeluarkan extra effort demi fashion, misalnya, gerah-gerahan ngoprek pasar loak Poncol atau sebaliknya, bela-belain ngemil beras sebulan demi sepasang sepatu Lanvin. Pokoknya nggak mau nyusahin diri deh!

Jadi saya selalu ambil jalan tengah, yaitu belanja di retail shops yang itu-lagi itu-lagi, seperti ZARA, F21, TopShop, atau Metro dan sejenisnya. Retail sekali yaaa...

Alasannya, pertama karena terjangkau. Murah amat sih enggak, tapi mahal sekali juga tidak (buat saya). Alasan kedua, karena pilihan bajunya yang banyak, disana saya selalu menemukan sesuatu yang cucok. Effortless shopping, lah.

Namun setelah menikah, so pasti fulus menjadi terasa lebih berharga. Dengan demikian, kemeja F21 yang dulu dianggap, "OK deh, boleh beli", sekarang menjadi "Setan! Bisa buat bayar tagihan TV kabel gue nih!" Maka, ZARA, F21, TopShop dan Metro kini berubah menjadi....





Awalnya gara-gara proximity alias kedekatan jarak aja, berhubung department store terdekat dari rumah ya Matahari iki.

Waktu pertama kali menginjakkan kaki di department store ini, saya sempet syok. Hawa 4LaY Fashion House-nya sungguh terasa! Nggak parah-parah amat sih -- no offense bagi yang suka belenji ke Matahari -- tapi sekilas baju-bajunya memang cukup alay, dengan ciri-ciri:

  • Koleksi jeansnya rata-rata berwarna acid wash, ada aksen aplikasi / applique, dan ada efek 'cakaran'nya di bagian paha. Kalopun ada yang berwarna solid, bahannya lebih gatel dari karung goni.
  • Koleksi t-shirtnya berhiaskan karikatur aneh, atau kata-kata mutiara semacam, "Are You Love Me? It's Beautiful". Udah grammarnya kacau, inti maksudnya juga membingungkan...
  • Bahan koleksi kemejanya tipis dengan motif kembang-kembang gorden.

Tapi saya punya keyakinan: orang yang punya selera bagus bakal survive belanja dimana aja. Bukan soal barangnya, tapi soal seleranya cyin... Berbekal dengan keyakinan tersebut, saya menajamkan pandangan mata, relying on my taste.... Et voila, so many hidden treasures were found!

Undies


I once raided a sackful of Matahari's colorful undies on sale, and do you know how much each item costs? No more than Rp 11,000 / piece. Beli 4 gratis 1 pula. Lucu-lucu deh, nggak beda sama La Senza. Dan mereka nggak gatel lho. Asal jeli milihnya, dapet kok yang berbahan katun, stretchy, serta breatheable demi kesehatan Miss Vahayhay.

Shoes
  

Sempet sakseis mendapatkan wedges dan sepatu pesta dengan harga sekisaran Rp 200,000. Enough said. *kekeup sepatu-sepatu ini di dada. I'm so proud!* 

Clothes
Kunci sukses belanja di Matahari adalah: stick to the basics. Jangan berharap dapet baju yang trendy bin edgy, and you'll be satisfied. Alhamdulillah, saya cukup puas dengan temuan-temuan saya seperti plain white shirts, kemeja polos, basic pants, dan sejenisnya. Pokoknya koleksi basic items tuh nggak pernah merugikan - nantinya akan mudah di mix-n-match kok. You can always wear it up by accessorizing it, anyway, right? Apalagi dengan harga dibawah Rp 100,000 / item. Ish! Gokil!

T-shirts / sleepwear
Pilihan sleepwearnya Matahari banyak dan lucu-lucu! Bahannya pun jauh lebih bagus daripada kaos-kaos Metrox yang ditiup aja bolong... tipis bener, jeh...

Dan karena Matahari adalah department store, suasananya pun tenang dan beradab. Nggak ada teriakan "xxx-nya, kakaaaak!' dan nggak ada bau rujak ataupun Chinese food (halo, ITC). Cucok bagi saya yang capek diporotin Debenhams, tapi suka pusing berada di ITC yang riweh atau sogo jongkok tak ber-AC. Manjanyaaa pol!

Apa trade-off dari belanja di Matahari ini? Nggak bisa lazy shopping lagi, alias harus jeli demi mendapatkan barang-barang yang memang pantas dibeli. Dengan kata lain, Matahari mungkin masih punya koleksi 4LaY Fashion House, tapi sebagian dari koleksinya cukup pantas untuk dibeli dan, kalo tengsin, diaku-aku sebagai barang Debenhams kok. And of course, it's a lot friendlier to the wallet.

I don't know if I can call this a love affair, tapi benih-benih cinta terhadap Matahari so pasti mulai tumbuh... Aiih...

Be trendy with Matahari! Exclamation marks!!!

2. Rumah Mode, Bandung


Sedih untuk mengakui bahwa, setelah sekian taun, Rumah Mode kini menjadi satu-satunya FO di Bandung yang pantas untuk dikunjungi. Yang lain udah jelek, padahal perasaan dulu kualitas FO di Bandung cukup merata deh...

Anyway, I love Rumah Mode for its collection and price. Hampir segala macem baju ada disini dengan mutu cukup bagus dan harga mursida. Untuk baju wanita, koleksinya lumayan variatif dan trendi (trendi niyee...), meskipun untuk Mr. Husband, Rumah Mode adalah tempat terbaik untuk mendapatkan basic items: basic white polo shirt, basic black golf shirts, basic shorts, basic everything in reasonable prices. I mean, how many times do you feel like ripping your hair off because you have to pay Rp300,000 for a plain white shirt in ZARA, for example?


3. Jait Sendiri

Seringkali kita membatin di mall, "Makdirabit, baju begini doang xxxx rupiah? Cuih cuih cuih!" Ya kalo ente sebel, bikin laah, jangan ngomel ajuah... Begitulah yang saya katakan kepada diri sendiri, hihihi. Dengan demikian, Insya Allah, proyek berikut saya adalah belanja fabrics dan bikin baju daily wear saya sendiri. Agak bikin kebat-kebit sih, karena kesuksesan proyek ini terletak di dua hal:

a. Bajunya sukses dijait, nggak melenceng dari ide / pola aslinya.
b. Total costnya lebih rendah daripada beli baju jadi serupa di toko. Kalo sama / lebih mahal, rugi dong ya, apalagi ada effort belanja kain sendiri dan nyambangin penjait.

Harus kembali ke masa-masa waktu masih single nih -- rajin-rajin sholat hajat dan berdoa agar mendapatkan jodoh yang baik. Cuma kali ini, kata 'jodoh' diganti 'penjait'. Semoga dapet yang oke! It's all in your hands, Pak, Bu!

Bahan lycra renda dari Passer Baroe yang dibuat menjadi legging oleh Tara. Iri!

-----

Bismillah. Mudah-mudahan sukses menjadi recessionista -- fashionista on recession! -- sekaligus menjadi istri sakinah yang menjaga dompet suami.

15 comments:

  1. Hihihihi... lucu deh cyiiin.. bahasan tentang shoppingnya! Memang.. kita nggak boleh dibego-begoin sama brand mahal yang nyuruh bayar mahal-mahal demi barang secuil, that's why I only shop around on sale season, or else I'm heading to pasar-pasar seruuu. Puas cyiiin...

    ReplyDelete
  2. hamil!! eye catching banget nih kata..selamat Bu Teguh :D
    ah iya, setuju ma rumod, ga napsu belanja di FO lain di bandung sekarang, toss ahh..

    selamet belajar belanja low profile bu..kikikik, semoga terhindar dari ke-alay-an disana..hakhak

    ReplyDelete
  3. Lei, Matahari yang elu maksud itu, Mataharinya Citos kan ??? Itu Matahari yang lumayan beradab kalo gue bilang. Gue juga mayan seneng lah kalo ke sono. Tapi gak semua Matahari suasananya kayak di Citos itu, sisanya sih...hmm...entah deh... (no komen, tapi seengganya lebih mendingan daripada Ramayana hehe). Btw, gue juga KAGA DEMEN KE ITC! Gue ke ITC cuma kalo beli puun natal. 30 minutes-1 hr max, done! hehe.

    Setuju soal Rumah Mode. Di situ doang kayaknya mendingan. Mana kalo di bagian Minimal-nya bisa dapetin dress2 trendy berjahitan rapih dan gaya sopan dengan harga kurang dari 400 rebu.

    Soal jait sendiri, gue gak yakin Lei. Selama ini, kalo buat basic items, gue merasa lebih baek beli deh. Kayanya lebi mure. Kalo bikin, kita kasih taunya apa, hasilnya keluarnya apa. Ujung2nya memang tukang jahit yang harganya rada nusuk dada yang mempunyai visi yang baik. Just my opinion. Eh tapi kalo nemu tukang jait yang okeh, kabar2i yah.

    ReplyDelete
  4. cieh,, udah hamidun ya mb laila? Congrats ya mb laila.. :)

    ReplyDelete
  5. Tara: Ahh, Tara, bener banget. Dan kamu harus share pasar dan penjait andalan kamu dimana ajaaa... Jangan bilang jait sendiri ya, pingsan aku.

    Nyun: AKU NGGAK HAMIIIL hihihi.... Aminin aja yaaa. Yess Rumod remains the best.

    Ochie: Sekali lagi, aku belum hamiduuun! Ochie bentar lagi naik pelaminan yaa?

    Leony: Ah kamyu. Tukang jait jaman sekarang canggih-canggih kok.... Temen gue banyak yang sukses jait baju bagus. Gue pun pernah bbrp kali meski udh lama... Dan penjait pinter nggak selalu mahal sih. Nanti kalo ada yg OK banged dikabarin ya...

    ReplyDelete
  6. ahakhkahakak.. :))
    eh tapi kaos2 matahari pun ada yg lumanjannn tauu.. (tetep kudu JELI :p)
    tapi biasanya aku gunting lehernya, biar ada efek sabrina2 sikit.. :D

    btw komen oot :
    mba lehaaaaaa..
    blog kewongan apdet atuhhhhhhh..
    ih aku mah nungguin post jambayyy.. :D

    ReplyDelete
  7. Ita: Itaaaaa.... iya kaosnya suka ada yg bajus kok! *trus kabur lagi sebelum diteror wedding blog egen!*

    ReplyDelete
  8. Iya mb laila,, 19 hari deui! tapi masih super nyantai dan blm dagdigdug samsek.. heuehue

    ReplyDelete
  9. Lei.. kemana aja jeng. Merindu (postingan)mu.
    Aha! Matahari! Zaman ik msh di makassar ya bolak balik kesini. Hla wong dept storenya ini aza. Piyamanya jg lucu2.
    Nanti ksh tau yaa penjahit yg ciamik

    Fyi, rumod blm tentu lbh murah. Ada dress gw beli di FO lain, di rumod lbh mahal 50rb (dress sama plek!). Scr hawa suka ga terkontrol di FO, cb beli 5 pcs aja dg beda 50rb, dah byk selisihnya *istrikikir*

    ReplyDelete
  10. Ochie: Hehehe... bagus dong! Dijaga yaa nyantainya sampe hari H

    Iyut: What?? (merasa tertipu) Ada yang lebih murah ya?? Well, it's possible banget siiih... Mungkin RuMod emang bukan yg paling murah, tapi koleksinya konsisten bagus sih... Tapi bener juga, kalo diitung-itung selisihnya bisa banyak. Sebel!

    ReplyDelete
  11. omg gue udah lama banget jadi silent reader tapi kali ini baru gateeeeeeeeelllll banget pengen komentar :)))

    first of all... gue suka banget blog ini. Lei, salam kenal ya, I enjoy your stories and the way you tell it... kaya lagi nonton film komedi haaahahahahahah!

    second... booookkkk ini mengingatkan gue pada saat gue sedang mengencangkan ikat pinggang saat mau menikah taun lalu. biasanya makan makanan jepang di Sushi Tei, Sushi Tengoku... diganti dengan Hokben dan Roku Roku. biasa Metro, Zara dkk, langsung capcus ke Matahari Citos dan bener: FO di Bandung. RuMod emang kece2 tapi ada yg lebih 'beradab' dan barangnya sama kaya RuMod: The Secret di jalan Riau. harganya beda tipis: yg di RuMod 150 ribuan, di The Secret 125 ribu. barangnya PLEK sama. yuk ya barangkali bisa membantu program pengiritan :))

    Sialnya soal sepatu gue masih rada rempong karena ukuran kaki gue 'kaki bule' *taeah* tapi... UNTUNG ADA WONDERSHOE yang ukurannya sampe 43 dan harganya gak sampe 200 ribu per pair :))

    Aaaaahhh seneng deh akhirnya komen di sini :D

    ReplyDelete
  12. Miund: Maygat!!! Sebelumnya aku pingsan dulu boleh ya!!! Blogku disambangi (dan dikomentari) oleh the legendary Kak Miund! *pingsan*

    *bangun lagi*

    Iyaaa, bener ya, suatu hari emang pasti harus ada adaptasi dalam hal pengelolaan keuangan, biasanya pas kawin atau beranak hihi.

    Aku tau The Secret tapi nggak pernah nyadar dia serupa tapi tak sama ama RuMod! Gitu ya? Jarang didatengin juga sih, mungkin karena udh keburu ke RuMod duluan. Wah, lain kali kudu puter rute ah :)

    Btw, aku dulu kerja bareng Tiyas di Trans Studio selama 2 thn lebih hihi (akhirnya Tiyas keluar duluan... trus masup lagi sih). Heard so much about you dan udah suka main ke blognya dari jaman dulu hihi. All the best ya Kak Miund :D

    ReplyDelete
  13. AAAAAAAAAAAAAAAAAAA DUNIA INI KECIL SEKALIIIII!!!!

    jangan panggil kak ihhhh *bakar KTP* :)))

    oooo pernah bareng Tiyas tooohh, iya Tiyas kayanya pernah mention namamyu beberapa kali :D Ternyata ini Leila yg dimaksud haahahaha *gak nyimaaakk*

    Yuk yuk mulai rajin ngeblog dan blogwalking lagi nih eke jadi kita bisa saling bercurhatan soal kehidupan perkawinan yang membuat ikat pinggang harus diketatkan ituh huakakakak :))

    btw besok mau ke bandung dan yak saya mau ke RuMod dan The Secret *bilangnya mahal tapi tetep disambangin... dasar prempewiiihhh* :))

    ReplyDelete
  14. iyaaa undies di matahari itu lucuk lucuk. Murah murah pulaaa. udah pernah nyoab belanja di Yogya riau junction, bandung belum..? beradab kog koleksinya.. lebih murah dari matahari sih ndak tau.. soalnya kumpulan brand gitu.

    ReplyDelete
  15. Miund: Curang rang rang mau ke Bandung! Laporan yaaa.

    CCB: Belum pernaaah... Nanti deh coba menyambangi si Riau itu...

    ReplyDelete