Nov 25, 2016

Girl's Trip to Halloween Horror Nights! Part 1

DSCF5771

Akhirnyaaa... ditulis juga trip report ke Singapura kemaren!

Sebelum gue menggelontorkan kisahnya, cerita latar belakang para oknumnya dulu, ya.

Waktu SMA, gue punya geng yang terdiri dari 11 orang cewek-cewek. Kita mulai temenan deket dari kelas 1 SMA, sampe sekarang. Kita bisa kenalan karena tergabung dalam satu ekskul, yaitu ekskul modern dance & cheerleaders. Padahal, mah, yang bener-bener suka dance kayaknya cuma 2-3 orang. Sisanya ikutan karena a) dijebak kakak kelas b) bingung c) ikut-ikutan. Hihihi.

Walaupun nggak menghasilkan skill joget yang mumpuni, seenggaknya ekskul ini menghasilkan persahabatan, ya, gaes.

Cerita soal kenapa tau-tau kita liburan bareng ke Singapura udah diceritain di sini, ya.

Awalnya, yang bisa ikutan pergi cuma gue, Mawar, Ayu, Mira, Ami, dan kita udah heboh merencanakan liburan ini dari dua bulan sebelumnya (because planning is half the fun, right?).

Sebenernya, Icha (dan suaminya, Mekka) kepengeeen banget ikutan, tapi sayang Icha nggak bisa cuti di hari Jumat (kita pergi hari Jumat-Minggu) dan nggak ada yang bisa jagain anak-anak mereka di Jakarta.

Tau-tau, di detik-detik terakhir—detik terakhirnya H MINES SATU HARI, sis!—Icha bilang mau ikut… sekeluarga.

Karena Icha dan Mekka nggak bisa ninggalin anak-anak mereka di Jakarta, akhirnya semua diboyong ke Singapura. Gokils! Udah H-1 amat, sekeluarga diboyong pula.

Trus jadinya, selama Icha pergi ke HHN bareng kita, Mekka bakal stay di hotel aja sama anak-anak. Sebenernya Mekka pun PENGEEEN BANGET ikut ke HHN (mereka berdua fans berat genre horor dan gore), tapi kali ini Mekka “rela berkorban” sebagai hadiah ultah awal buat Icha. Awww…

Anyway, sebelum lanjut, gue perkenalkan cast of characters satu-persatu ya, supaya kisahnya bisa dihayati:

DSCF6116
 
Ayu: ibu rumah tangga beranak dua, yang setelannya senantiasa semanis namanya. Punya motto “mending lupa makan daripada lupa pake bulumata palsu” dan menjadikan Victoria Beckham sebagai kiblat style-nya. Sampe-sampe kalo difoto, dese suka usaha irit senyum. Takut cepet keriput. Ilmu ini tentunya didapat dari Vic Beckham.

Orangnya ceria, optimis, selalu berenergi, mirip tokoh Poppy di film Trolls. A very girly girl, dan salah satu kebiasaannya adalah jerit-jerit manja. Pokoknya kalo ada kehebohan dikit, jerit!

Berangkat ke Singapura dengan pressure luar biasa harus mendapatkan mainan Peppa Pig lengkap untuk anak-anaknya. Akan sukseskah? Ikuti kisahnya!

Fun fact! karena orangtua kita berteman sejak kuliah, gue dan Ayu juga berteman sejak… lahir. Maygat! Kita bersahabat erat pas SD karena satu sekolah, kepisah pas SMP (tapi tetep ikrib dan hobi nginep-nginepan), trus bersatu padu kembali pas SMA. Sekelas, sebangku, satu tim dance. Plok, plok, plok.

DSCF6110

Mawar: juga ibu rumah tangga, juga beranak dua. Umur sudah tidak muda (ya, kayak kita semua, sih!) tapi jiwanya super remaja. Shawn Mendes, Taylor Swift, Fifth Harmonies... apal satu album! Paling jenaka, dan hobi ketawa, sampe OOTD-nya selama di Singapura gagal semua. Ketawa mulu, sih :D

Seperti Ayu, Mawar juga selalu ceria, optimis, murah senyum, murah ketawa, dan kalo ngemeng suka susah berhenti. Auranya senantiasa super positif banget, deh. Kalo lagi nggak positif, tinggal diumpanin coklat dan karoke aja, dijamin langsung kembali menggelora.

DSCF5911


Mira: Kalo kita buka kamus dan cari definisi “hidup ini tidak adil”, mungkin ada fotonya Mira.

Notaris beranak dua ini nikah dengan high school sweetheart-nya (pacarannya tujuh tahun, booo, sejak kelas 2 SMA) dan cinta mereka masih membara sampe sekarang. Sampe-sampe dese suka telat dateng ke berbagai janjian karena katanya, ehm, “jajan bubble tea Quickly” dulu sama suaminya (ini metafora ya, gaes. What rhymes with Quickly?).

Hobi makan dengan porsi kuli, dari breakfast sampe dinner, tapi bodinya makin ke sini malah makin kenceng, singset, dan semampai bak perawan. Rumahnya pun kece bener, sampe suka diliput majalah. Kesel ‘kan?

Tapi dalam jalan-jalan kali ini, Tuhan cukup adil, karena Mira diberangkatkan dengan perasaan senewen. Pasalnya, seminggu setelah Singapore trip ini, Mira harus ujian PPAT. Jadi selama di Singapura, dese kudu belajar. Muahahaha! *si sirik tertawa*

DSCF5852

Ami: dalam setiap geng pertemanan, pasti ada satu anggota yang agak “unik” sehingga akhirnya jadi korban bully satu geng *ciyan*

Misalnya, di film Trolls, inget nggak sama satu tokoh troll mungil berwarna hijau yang matanya agak jereng, dan suka tiba-tiba nongol di rambut Poppy, untuk ngasih komen nggak nyambung? Itulah Ami. Nyentrik, unik, tidak klenik, tapi suka bikin kita, “Hah? Apaan sih, Mik?”

Tapi biasanya, setiap tokoh “unik” suka diam-diam mengejutkan. Begitu pula dengan Ami. Walaupun gesrek dalam kehidupan sosial, ibu anak satu ini sebenernya jenius banget. Kariernya pun gilang gemilang di sebuah perusahaan prestisius. Curiga banget Bu Direktur ini gajinya dolar!

DSCF5953


Icha: walaupun temen-temennya gesrek semua, Icha yang bekerja sebagai praktisi HR di sebuah perusahaan migas ini konsisten paling kalem, paling sabar, paling diam-diam menghanyutkan, paling “lurus”, dan paling bijak di antara kita semua. Subhanallah.

Tapi jangan salah. Meskipun anaknya teduh kayak payung, do'i hobi banget nonton film horor, thriller, dan gore dengan gagah berani. Kayaknya dia nggak pernah tutup mata sekali pun, meski ada adegan orang ngunyah bola mata orang lain, misalnya. Hiiii...

Trus, mungkin ada yang inget, suaminya, Mekka, pernah gue orbitkan jadi seleb internet sesaat lewat postingan ini, hihihi

(by the way, yes, Mekka masih jadi SAHD, tapi sekarang anaknya udah dua!)

Tanpa dateng ke HHN pun, keikutsertaan Icha dan keluarganya sebenarnya udah jadi uji adrenalin sendiri.

Kenapa? As I’ve said, di hari H keberangkatan kita—yaitu hari Jumat—Icha nggak bisa cuti kantor. Alhasil, mereka baru bakal berangkat jam 2 atau 3 sore waktu Jakarta. Dari kantor, Icha akan langsung ke bandara, dan di sana ketemu sama Mekka + anak-anak + koper.

Dengan begitu, diperkirakan mereka akan sampe di Singapura jam 5-6 sore waktu setempat. Kalau nggak sempet balik ke hotel dulu, rencananya Icha bakal langsung ke Universal Studios Singapore dari Changi Airport, sementara Mekka dan anak-anak ke hotel. Gokil mamakeee… will they make it? Adrenalin ‘kan!

***

It’s D-Day!

Jadi, rombongan kita terbagi menjadi tiga kloter.

Kloter pertama terdiri dari gue, Ayu, Mawar, dan Mira yang berangkat hari Jumat, dengan flight jam 7 pagi.

Kloter kedua terdiri dari Ami (doang), yang berangkat dari Jakarta sekitar jam 9-10 pagi, sehingga akan sampe jam 12-1 siang waktu Singapura.

Kloter terakhir terdiri dan Icha dan keluarga, yang baru akan berangkat sore.

Meskipun kloter pertama terdiri dari ibu-ibu mapan, ternyata mentalnya masih mahasiswa pelit semua. Nggak hanya berangkat dengan pesawat budget, koper kita pun nggak ada yang dimasukkin bagasi. Walaupun skala receh, lumayan menghemat, sister.

Berhubung koper kita dibawa ke kabin, maka berat masing-masing nggak boleh lebih dari 7 kg dong, ya.

Tapi pada prakteknya, koper kita sedikit overweight semua. Udah pada nyadar dari rumah, sih. Lagian namanya juga perempuan ibukota. Mana mungkin travelling cuma bawa sepasang sepatu—harus dua, dong—dan nggak bawa hairdyer? Mengutip kata Ayu, “Hairdryer gue kudu yang 1500 watt! Hairdyer hotel mana bisa bikin blow mateng?” #prinsip

Apesnya, koper gue ternyata overweight-nya terlalu obvious (10 kg!). Kata temen-temen gue, dari jarak 5 meter pun koper gue udah keliatan nggak mungkin 7 kg. Nyesel, deh, bawa koper keras.

Sementara Mira ketiban sial, karena dapet counter check-in yang nyuruh dia nimbang bagasi, hihihi.

Alhasil, gue dan Mira kudu bayar denda overweight, sementara Ayu dan Mawar sukses lolos. Asyem!

Lesson learned: kalo mau travelling rame-rame tapi berhemat, boleh aja cuma pada bawa koper kabin. Tapi musti ada satu orang yang bawa koper gede, untuk dimasukkan bagasi. Nah, barang-barang berat para peserta travelling dimasukin, deh, ke koper itu. Batas bebannya ‘kan besar, tuh. Jadi nggak masalah kalo berat. Nanti biayanya dibagi rata.

Tips ini dipersembahkan oleh mertuanya Ayu yang gmz liat ibu-ibu mapan ini pada hemat-hematan, bak mahasiswa bokek. Nel ugha...

***

Kita sampe di Singapura dengan sehat, selamat, dan bahagia. Setelah ambil koper, langsung caw keluar bandara, menuju hotel.

Nginep di mana? As always, Ibis Bencoolen!

Kalo lagi males mikir, di Singapura emang paling ideal nginep di Ibis Bencoolen. Murmer, nyaman, strategis, mumpuni. Nggak heran dijadiin andalan banyak orang.

DSCF5755
We're here!

Sampai di Ibis Bencoolen, waktu menunjukkan sekitar jam 10.30 pagi. Belum bisa check-in, jadi kita langsung jalan lagi.

DSCF5765

DSCF5762

DSCF5763

DSCF5761
Kenapa, sih, beli payung satu dolar di 7-11 aja harus foto pose palsu?

Tujuan pertama adalah Bugis Junction dan Bugis+, dua mall terdekat dari hotel, karena a) mau cari ATM b) Mawar mau beli sendal Birkenstock Eva.

Bagaikan sudah suratan, kebetulan waktu itu Birkenstock Eva lagi diskon di penjuru Singapura. Beli 2 pasang jadi diskon 50%, beli 3 pasang jadi diskon 60%. Wooow...

Maka jikalau beli 2 pasang, harga per pasangnya jadi sekitar Rp370,000. Melihat harga Birkies Eva di Jakarta dan online shop Instagram (800 rebuan, mak), tentunya ini adalah hal yang membanggakan, ya.

(eeeh, tau-tau temen gue di Jakarta cerita, dia beli Birkies serupa di Inggris, harganya cuma Rp200,000 aja, dong. ‘Zel).

Anyways, setelah Mawar sukses dapet Birkies incarannya, kita makan di Nandos Bugis Junction. We love Nandos! We miss Nandos! Kenapa nggak masuk Indonesia lagi, sih?

DSCF5781

DSCF5789
 Kembalilah ke Indonesia, Nandos!

DSCF5792

DSCF5793

Kelar makan, dalam rangka berusaha menyetir teman-temanku tersayang untuk nggak nge-mall melulu, gue ngajak mereka ke Haji Lane, mumpung lokasinya deket.

DSCF5795
Ngakunya seasoned traveller, tapi kalo ebes-ebes pergi bareng, adegan berantem-baca-peta tetep aja ada. Yang lebih seru, karena udah lama nggak ke Singapura, Ayu belum terbiasa dengan timing nyebrang jalan di sini. Maka setiap nyebrang jalan di traffic light, Ayu bakal lari sendiri sambil ngejerit "Aaaaaa...!" takut ketabrak. Emangnya di Jakarta?

Kalo pernah ke Haji Lane, pasti tau, ya, bahwa syoping di sana sebenernya nggak bikin hati gembira. Barang-barangnya berhawa ITC Mangga Dua, dan harga-harganya nggak murah juga. Sama aja kayak harga mall. Ada, sih, barang-barang unik, seru, atau murmer, tapi nyarinya kudu usaha.

Tapi harus diakui, Haji Lane memang fotojenik beneur. Jadi—seperti kebanyakan turis lainnya—kita bela-belain, deh, keringetan jalan ke Haji Lane cuma buat foto-foto.

DSCF5802

DSCF5811

DSCF5815

DSCF5816
Tawa-tawa palsu demi pencitraan

Eeeh, di Haji Lane, nggak sengaja ketemu Manda.

Manda ini cowok, dan merupakan temen satu SMA kita. Dia kerja di sebuah perusahaan internasional, dan akhir tahun lalu ditempatkan di Singapura.

Lucunya, sebelum pindah ke Singapura, anak pertama Manda dulu sempet satu sekolah sama Raya. Jadi gue juga kenal sama istrinya Manda. Small world!

hajilnae

DSCF5819

DSCF5824

DSCF5825

DSCF5847
Fake posing is life, yo

DSCF5842

Kelar foto-foto dan mimik-mimik dikit di Piedra Negra, kita balik ke hotel untuk istirahat sebentar, bebenah, dan… siap-siap ke Halloween Horror Nights!

***

Sesampai hotel, kita baru ketemuan sama Ami, yang abis makan siang sendiri di Bugis Junction.

Pas lagi goler-goler istirahat di kamar, tetiba dapat kabar menegangkan dari Icha dan keluarga. Mereka ketinggalan pesawat! Matek!

Jujur, hati gue retak dengernya. Kebayang betapa rempongnya mereka—bawa satu balita plus satu bayi!—dan terpaksa harus keluar biaya ekstra untuk beli tiket pesawat berikutnya.

Mereka bakal sampe Singapura jam berapa? Icha bakal sampe USS jam berapa? Gustiii… Randaaa… :(

Yang bisa gue lakukan hanya terus-terusan Whatssap Icha untuk selalu berkabar, dan mengupayakan supaya kita nggak masuk HHN duluan, sampe Icha dateng.

Sekitar jam 7 malam, dengan mengucap basmalah seratus kali, berangkatlah kita semua ke USS. Cusss...

Stay tune for part 2!

16 comments:

  1. Gregetttt nungguin kelanjutan ceritanyaaaaaa... aaaakkkk!



    Melly

    ReplyDelete
  2. ku tak sabar menanti lanjutannya...

    mba lei, foto mba mawar bajunya ketiup angin pas OOTD gak dilampirkan ya? *masih ngakak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... cantik ya tu! Di kisah selanjutnya yaa..

      Delete
  3. Seru dan keren amat kisahnyaaa...suka bener dahh.
    Semoga part 2 udah di draft dan cuma tinggal di poles-poles, trus cus, post. Hehehe *dijitak

    ReplyDelete
  4. aaakkk, gemeeesssss nunggu lanjutannya


    *salim dulu sama kakak kakak pkc :p

    ReplyDelete
  5. lucu banget sih yang nyebrang jalan sambil teriak takut ditabrak mobil itu. hahaha.

    ditunggu cerita horror night nya nih!

    ReplyDelete
  6. Kok udah mak-mak tapi semua masih keceee? Geng banget yaa, Mbaa, sampe white sneakers samaan hihi.

    Part duaaaa ditunggu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. 'Kan mahmud starter pack banget tuuh: sneakers putih dan celana pleats, hihihi. Sambil ngarep keriputnya tersamarkan, tetep aja nggak ngaruh :D

      Delete
  7. Oooo jadi AADC tuh terinspirasi kalian yah, ada yg centil, ada yg gesrek, ada yg nomboy (doyan gore).... Kamu cintanya ya kak Lei? Hahaaa....

    Part 2 nya jgn lama lama yaaah :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kayaknya jadi penjual toko buku di Pasar Senennya aja deh... :D

      Delete
  8. menghibur sekali postingannya mba lei, sampe di baca berkali kali(kurang kerjaan amat yak he2) pun ga bosen

    ReplyDelete
  9. Mbak, Tampilan baru blognya keceeeeh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaa, terimakasih Laras! Udah direncanain sejak lama sekali, tapi baru bisa dieksekusi sekarang hehe

      Delete