Jul 2, 2014

Hello, Singepo! - April 2014

Baru-baru ini, kami sekeluarga family holiday ke Singapura. Nggg, sebenernya bukan baru-baru ini, deng. Tepatnya…. April, 2014. 

BUSET, TIGA BULAN YANG LALU! *terima piala Blogger Termalas*

Sebenernya, agenda utama kami adalah dateng ke resepsi nikahan temennya Teguh. Rencana awalnya, Teguh doang yang berangkat, tapi terus dese maksa ngangkut anak-istrinya juga.

Esumpadeh Teguh yang maksa. Gue, sih, lagi males bepergian bawa Raya—The Little Tornado, zzzz.

(catatan: I may have not written much about Raya here, tapi intinya, anak bayiku ini sudah bertransformasi penuh menjadi Topan Kecil *tenggak parem kocok*)

Agenda

Seperti yang udah disebutin, agenda utama kami ke Singapura adalah menghadiri resepsi nikahan temennya Teguh. Sang adalah seorang Chinese Singaporean, temen gengnya misua sejak masa sekolah di VJC dulu.

The wedding’s gonna be a sit-down Chinese reception. Duuuh, emeeen… Seumur idup, gue nggak pernah hadir ke resepsi sit-down, lho. Gue cuma pernah ngerasain resepsi standar Indonesia, dimana kita cuma musti salamin si manten, makan, kenyang, cabut. Nggak ada pengaturan musti duduk dimana, dan—yang paling menakutkan—“keharusan” stay throughout the event, mulai dari appetizer sampe dessert, tanpa bisa cabut duluan.

Nanti gue ngobrol apa sama sebelah gue? Anak gue yang hiperaktif ini kudu piye?! Duile, Laaa…

Teguh and I debated heavily on this. Apa gue dan Raya nggak ikut ke resepsinya? Apa gue nggak usah ke Singapura sekalian? Sungguh, aku ibu yang lemah.

Akhirnya, supaya mau ikut ke Singapura, gue dan Raya diiming-imingi Teguh ahenda jalan-jalan paket turis komplit. Universal Studios Singapore! Singapore Zoo! Gardens by the Bay!

Berkat iming-imingan tersebut, berangkatlah kami semua, hihihi.

Ini adalah kunjungan pertama Raya ke Singaparna, sejak kami jadi long-term tourist taun 2012 dulu. Hati jadi agak kecetit dikit, deh, karena ada hawa-hawa nostalgia. Cieee, norak…

Akomodasi

Nah, ini dia yang seru.

Dari awal, kami sepakat untuk ambil akomodasi lewat Airbnb, dikarenakan BM pengen nginep di apartemen, bukan di hotel.

Awalnya, gue cuma book sebuah unit apartemen sederhana di daerah Bugis. Murah, meriah, tapi nggak pake mencret, lah yaaa. Yang penting ada dapur dan ruang untuk Bocah Keyos lari-lari.

Eeee, sekitar seminggu sebelum berangkat, sang empu apartemen bilang bahwa dese meng-upgrade kami ke sebuah unit di The Sail @ Marina Bay, tanpa tambahan biaya. Alamakjaaaan! Rejeki orang bener ya emang begini ini, hihihi.

I was highly impressed with the apartment’s pictures, dan pas sampe di lokasi, gue tambah kagum. Pokoknya keren, lah, model-model apartemen ekspat, gitu. Sleek, modern, clean, dan fasilitasnya komplit banget. 




Yang lebih menyenangkan, servis dari si pemilik apartemen OK banget. Pokoknya, kalo perlu apa-apa, tinggal telpon. Mau early check-in? Bisaaa. Mau late check-out sampe sore? Bisaaa. AC rusak? Langsung dibenerin. Mau main tenis di lapangan apartemen? Langsung di-booking-in. Waoow...

DAY 1

Kami berangkat dengan flight pagi dari Jakarta, sampe di Singapur sekitar jam makan siang.

Setiba di Changi International Airport, kami makan siang dulu, trus beli-beli tiket berbagai atraksi seperti tiket Universal Studios Singapore (USS) dan Gardens by the Bay. Abis itu, kami capcus ke The Sail @ Marina Bay (again, awesome place!), beberes sedikit, trus langsung ngibrit ke USS.

Universal Studios Singapore

So, how was USS?

Inget nggak, sih, betapa cintanya gue sama USS? Itu dulu. Makin kesini, makin kerasa, yah, bahwa pesona USS emang paling kenceng buat yang seumur SD sampe SMA aja.

Ini adalah kunjungan gue yang ke-4 atau 5 ke USS, dan meskipun gue adalah die-hard fan-nya theme park, gue merasa kebosenan, lho. The place is fun, but lacks charm, ya?

Jadi, bagi gue pribadi, kalo nggak musti nemenin orang yang belum pernah ke USS, atau kalo nggak ada event khusus (HALLOWEEN HORROR NIGHTS 2014! OMAGAH!), kayaknya gue belum pengen main-main ke USS dulu, semisal nanti-nanti ke Singapura lagi.

Untuk Raya, pengalaman perdananya ke USS ini juga lumayan basi, hihihi. Wahananya—bahkan wahana anak-anaknya—rata-rata masih terlalu besar dan menakutkan buat Raya. Ditambah, anaknya rada teler karena bangun subuh demi flight pagi. Alhasil, nyaris nggak ada senyum setitik pun di muka Raya selama main di USS. Boo!

Tapi tetep, sih, kami nangkring di USS dari jam 3 sore sampe 7 petang. Biar kurang bahagia, teteuuup ogah rugi duit tiket. Paksain, shay, paksaiiin…

IMG_2823
Satu-satunya foto decent selama di USS. 
Sisanya, anaknya lagi pose ngambek, atau ibunya lagi sibuk main. Bhaaay...!

DAY 2

Singapore Zoo

Sebelum ini, terakhir kali kami ke Singapore Zoo, tuh, dua taun yang lalu, disaat kami masih jadi long-term tourist. Raya masih bayik, belum ngerti apa-apa, Papa belum operasi, dan Ibu masih gembrot (sekarang singset, nih, ceu?)

Saat itu, sungguh gue nggak paham Singapore Zoo bagusnya belah mana. Apaan, sih?! Ginian aja, kok, bisa jadi atraksi andalan TripAdvisor? Bisa dibilang World's Best Rainforest Zoo? Mana gede banget lagi, jalannya ‘kan pegel!

Pokoknya waktu itu gue ngomel mulu, kayak nenek-nenek ngantri jatah beras.

Setelah itu, gue tetep penasaran, kenapa Singapore Zoo bisa jadi kebanggaan negara Singapura. Pasti ada sesuatu yang gue lewatkan.

Ternyata kuncinya adalah: ikutin itinerary yang disarankan oleh Singapore Zoo.

Jadi, kalo lo buka website Singapore Zoo, lo akan menemukan halaman suggested itinerary dari mereka, tergantung waktu kunjungan—pagi atau sore. Katanya, sih, itinerary ini mencakup highlights alias eksebisi / animal shows andalan Singapore Zoo, sementara yang kurpen-kurpen di-skip (kecuali kalo anak lo die-hard fan binatang tertentu).

Rute itineraries ini pun dibikin sistematis, jadi jalannya nggak terlalu muter, sehingga nggak menghabiskan banyak waktu percuma.

Di kunjungan kami ke Singapore Zoo kali ini, kami coba jajal tuh itinerary.

Alhamdulillah wa syukurillah, cucyoook, cyiiiin! As in, jalan-jalan kami emang jadi terasa lebih menyenangkan dibandingkan dulu. We enjoyed checking out seeing all Singapore Zoo's best exhibitions and shows. Kami pun jadi lebih bisa menikmati environment bonbinnya yang gokil. Langsung, deh, paham kenapa tempat ini digadang-gadangkan sama negaranya. Mengutip Teguh, Singapore Zoo IS a work of art.

Ibu hepi, Papa hepi, anak… kayaknya biasa aja, tapi kita anggap aja hepi. Hihihihi.

IMG_2859

IMG_2867

IMG_2884

IMG_2889 

Sesuai itinerary, sekitar jam 10.30 kami stenbe nonton Splash Safari Show a.k.a. pertunjukkan singa laut...

IMG_2946

IMG_2926

IMG_2986

IMG_3010

IMG_3011

... trus lanjut ceki-ceki area Primate Kingdom. Dan ternyata, emang pas lagi sesi feeding disitu.

IMG_3020
This is the exact moment when Teguh said to Raya, "Kid, pay attention. This place is a work of art," dan anaknya cuma kasih muka, 'meh'. Kacian, Papa...

IMG_3027

IMG_3043
Free guided tours to check out the monkeys!

IMG_3053

IMG_3058

Masih patuh kepada itinerary, kami lanjut ke area Elephants of Asia untuk nonton pertunjukkan Elephants at Work and Play Show

Gue sempet rada khawatir nonton show ini, karena sejujur-jujurnya, niiih, gue nggak support bisnis eksploitasi hewan (bonbin, sirkus, dll). Dan sepengalaman gue, gajah adalah satu hewan yang hatinya paling sensitif, tapi di-training-nya paling kasar.

However, I have faith in Singapore Zoo, dan Alhamdulillah, sepanjang pengelihatan gue, gajah-gajah di pertunjukkan ini diarahin dengan manusiawi (hewani?) sama pawang-pawangnya.

Still does not justifies animal shows, sih... Tapi yah, ah, gimana dong #labil

IMG_3081

IMG_3093

IMG_3090

IMG_3135

IMG_3109
Baru mulai, udah zzzzz.

Di akhir pertunjukkan, penonton diberi kesempatan untuk berinteraksi dan ngasih makan para gajah yang abis tampil. Kita bisa beli sekeranjang buah-buahan, seharga 2 SGD / keranjang (kalo nggak salah) untuk donasi. So much fun! Elephants are such gentle beasts.

IMG_3138

IMG_3142

IMG_3150

IMG_3148

IMG_3168

IMG_3159

IMG_3215

IMG_3245
Ada yang ngotot mau mampir liat beruang kutub, walau nggak masuk itinerary. Hint: yang ngotot bukan anaknya

IMG_3278

Setelah makan siang, kami melipir ke Rainforest Kidzworld, sebuah kawasan di dalam Singapore Zoo yang khusus untuk anak-anak. I couldn't believe this place - keren banget! Kayaknya area ini udah bisa jadi kebon binatang terpisah sendiri, saking lengkapnya.

Ada apa aja di Rainforest Kidzworld? Banyak. Ada Wet Play Area, komidi putar, wahana naik delman, Animal Friends Show, petting zoo, wahana naik kuda poni, dan banyak lainnya. Mayoritas dari atraksi-atraksi ini gratis, tapi sebagian harus beli tiket terpisah.

IMG_3314

IMG_3308

Atraksi pertama yang kami jajal adalah Wet Play Area, kedemenannya Raya. Dan passs banget, saat itu matahari lagi nongol bawa temen-temennya. Poanasnya, rek!

Walaupun sebelum berangkat gue udah niatin Raya main air di ini, bisa-bisanya gue lupa blassss bawa segala perlengkapan renang Raya - mulai dari popok renang sampe anduk. Sebeeeel.

Untungnya, toko suvenir-nya Rainforest Kidzworld ini sagala aya. Anduk? Ada. Baju renang? Ada, buat anak-anak maupun dewasa. Sunblock? Banyak. Popok renang aja dijual ketengan dalam berbagai ukuran. Pada paham kali ya, banyak orang yang dadakan pengen main air disini, tapi nggak persiapan.

Alhasil, Raya (dan Papa) bisa main air dengan tenang.

IMG_3342

IMG_3344

IMG_3355

IMG_3359

IMG_3365

IMG_3375

IMG_3389

IMG_3410

IMG_3413
Hepi banget deh, da!

IMG_3414

Setelah main air, kasih makan kambing, elus-elus kuda, naik delman, dan jajan KFC, kami mampir ke Animal Friends Show, masih di kawasan Rainforest Kidzworld. Pertunjukkan ini adalah sebuah animal show yang menampilkan atraksi dari binatang-binatang domestik, seperti anjing, kucing, burung, curut (hihi), burung, dan sebagainya.

IMG_3453

IMG_3468

IMG_3507

IMG_3467

Nah, tap tap tapiii, dari awal, show ini udah keliatan FAIL banget. Binatang-binatangnya pada susah nurut sama pawangnya! Disuruh lompat malah ngeloyor, dipanggil malah cuek, hihihi.

Awalnya gue sebel, tapi kemudian sang MC menjelaskan bahwa semua hewan di Animal Friends Show ini adalah hewan-hewan terlantar yang diselamatkan dari penampungan. Banyak dari mereka yang hampir disuntik mati, dibuang oleh majikannya karena dianggap 'bandel'. Padahal nyatanya, dengan kasih sayang, mereka bisa, kok, dilatih.

OMAYGOT. Oke lah, njing, cing, rut... Kalian kumaafkan kalo belom jago-jago amat bikin atraksi. Beneran, deh. Aylafyu, semua. Pada stay happy and healthy, ya... <<< anaknya gampang meleleh.

IMG_3496

IMG_3479

IMG_3482

IMG_3513

IMG_3533
Jadi, Raya suka nggak sama shownya? Terserah, deh, yang penting kentang goreng KFC masuk mulut. Viva la micin!

IMG_3548

IMG_3569

IMG_3598

Lagi asik-asik jalan, tiba-tiba kami papasan sama BIAWAK segede-gede dosa! Biawak atau komodo atau apa sih, nih? Pokoknya doi jalan bebas lepas, enteng aja nggak ada beban. Asli, kami antara syok sama kagum. Kok bisa, sih, ada reptil sengeri ini dibiarin jalan bebas? Nggak ada petugas sama sekali, lho. Pengen ngedeketin, tapi nggak yakin kalo makhluk ini bener-bener jinak.

IMG_3605

And then, the most awesome / grossest thing happened. Si biawak ini masuk ke semak-semak, trus narik keluar seonggok bangke ikan. Hueeeek! Kayaknya bangke ini emang dia simpen sejak lama, karena ikannya udah pucet dan membusuk. Mungkin makannya mau dipirit gitu, ya. Dicicil-cicil kayak kalo kita nyimpen coklat enak di kulkas.

IMG_3617

Bisa motret sang biawak dalam jarak sedeket ini adalah prestasi besar bagi gue. Karena selain ngeri, bau busuknya juga super nyengat, sampe gue berkali-kali pengen muntah di mulut (trus telen lagi, hihihi).

-----

Kurang lebih, begitulah petualangan kami di Singapore Zoo. Nggak semua item di itinerary sempet kami jajal, tapi tetep hepi, kok. Tebak dong, kami nongkrong disini berapa jam? Dari jam 10 pagi sampe… jam 6 SORE AJA DULU, YEUK MARI. Antara betah atau (lagi-lagi) nggak mau rugi tiket masuk :D

Pulang-pulang sampe jago bahasa monyet, nih, saking kelamaan nangkring sama binatang...

Marina Bay Waterfront Promenade

Menurut gue, The Shoppes @ Marina Bay adalah mall yang standar-standar aja, malah cenderung pretentious. Tapi yang sing ada lawan dari tempat ini adalah promenade-nya, alias ‘teras’ di belakang mall The Shoppes, yang menghadap ke danau.

Di promenade ini, kita bisa nikmatin skyline gedung-gedung Singapura, yang tampak cantek banget kalo malem—and of course, take 1,000 selfies with that background. 

IMG_3646

IMG_3654

IMG_3658

IMG_3632

I personally loooove this spot. Plus, ada water and laser show gratisan di promenade ini tiap malam. Ihiiiy...

Kalo mau, kita juga bisa jalan kaki nyebrang Helix Bridge sampe Esplanade, trus makan di food center Makansutra Glutton’s Bay, deh!

Karena udah pada capek nangkring di bonbin seharian, malam ini kami cuma duduk-duduk di promenade, sambil nonton water and laser show, trus pulang. Lain kali kita jalan kaki nyebrang Helix Bridge, ya, Raya...

IMG_3677

DAY 3

Charpin’s wedding!

Sumpah, gue nggak pernah setegang ini dateng ke resepsi kawinan orang.

Utamanya karena gue nggak pernah menghadiri sebuah sit-down wedding, sambil gotong Raya pula. Astaga, diajak naik mobil ke Alfa Midi deket rumah aja anaknya nggak betah, gimana harus bertahan di resepsi dua jam?

Eeee, Alhamdulillah, ketakutan gue nggak (terlalu) terbukti. Resepsi berjalan lancar, dan Raya anteng mau duduk terus, walaupun kudu dipangku Teguh all the way—nggak mau duduk di highchair—sambil nggerogotin udang tempura (trus meperin tangan berminyaknya ke dasi Teguh, zzz). Mission: Impossible, done!

Yang rada jadi ganjalan buat gue justru saat harus berinteraksi sama temen-temennya Teguh. Don’t get me wrong, Teguh’s high school and college buds (beserta pacar-pacar / istri-istrinya) are super nice… Tapi tapi tapi… Ngapa dah, ngemeng Singlishnya cepet amat? Dan ngapa juga topik pembicaraan nggak ada yang nyambung? Aku sedih. Lesu.

Orchard Road

Sekeras apapun ditampik, pada ujungnya, kepada Orchard Road lah turis Indonesia kembali, hihihi.

Heits, tapi gue ke Orchard dalam misi tertentu, lho, bukan mau window shopping, comot, window shopping, comot - gue mau beli sepatu Nike Airmax One! Atau Nike Airmax 90! Mana aja deh, sedapetnya.

Gue ngidam punya Nike Airmax One atau 90 sejak Februari taun ini. Ngidamnya yang sampe kebawa mimpi, gitu. Sementara di Jakarta, Nike Airmax One atau 90 nggak dijual bebas di toko-toko, secara indang ‘kan Nike model lawas, ya.

Satu-satunya cara adalah PO-PO-an ke segenap toko online yang emang ngambil barang di luar negeri. Masalahnyaaa, gue nggak pernah mau beli sepatu PO atau online, karena gambling banget sama ukurannya. Huft.

Mumpung di Singaparna, gue sempet-sempetin, deh, hunting Ermeks. Keleus-keleus ada barangnya.

Alhamdulillah, akhirnya berhasil nemu Nike Airmax One ini, tapi setelah loncat-loncat dari Wisma Atria, Paragon, Somerset, sampe ION. Teguh sampe ultimatum, “Kalo nggak nemu di mall berikutnya, PULANG!” bak istri-istri judes.

Gue berhasil ngedapetin Nike Airmax One dengan size yang cucok di Leftfoot Cineleisure. Biar begitu, Nike Airmax One Woman yang tersedia di Leftfoot juga cuma satu pasang, lho. SATU. Gue bahkan nggak bisa milih warna, karena emang tinggal atu-atunya. Kesyeeeel.

But anyhoo, it was my first ever Nike Airmax One, and I couldn’t be happier :D


PS. Selain di Leftfoot Cineleisure, Nike Airmax juga biasanya ada di Limited Edt, 313 Sommerset, walaupun nggak janji mereka punya stok ukuran perempewi, yaaaa. Cis!

DAY 4

Departure day. Buhuhuhu. Ini adalah hari terakhir kami di Singapura. Tapi berhubung flight kami sore, dan boleh late check-out dari apartemen, maka kami nyempetin diri dulu pergi ke…

Gardens by the Bay

Kayaknya bisa disimpulkan, ya, bahwa kawasan favorit gue di Singapura adalah kawasan Marina Bay. Kenapose? Well, first, you got the awesome promenade, beserta segala printilan di sekitarnya (ArtsCenter, Marina Barrage, dll), and then you got… GARDENS BY THE BAY.

Sewaktu gue jadi long-term tourist di Singapura taun 2012, Gardens by the Bay (GbtB) baru buka, dan gue sekonyong-konyong jatuh cinta padanya. Otomatis, tiap ada teman atau kerabat main ke Singapura, langsung gue giring ke GbtB. Asli, gue perlu banget dibayar sama pihak GbtB, karena udah bawa sekurang-kurangnya 15 orang turis Indonesia dalam kurun waktu dua bulan, hihihi.

Kenapa, sih, kok cinta banget sama GbtB? Soalnya, seperti kebanyakan orang Jakarta lainnya, gue haus akan taman. Seumur idup, gue dicekokin film-film Hollywood yang banyak make taman kota cantik sebagai latar syuting, tapi gue sendiri nggak bisa ngerasain taman kota seperti itu, selama hidup sehari-hari di Jakarta. Kalopun ada, hets, belum tentu gue bakal betah juga. Panash! Nyamuk! Bauk!

Jadi, begitu ada GbtB yang menyajikan taman dahsyat dalam setting-an INDOOR DAN BER-AC, wajar dong kalo gue orgasme.

Di kunjungan kami ini, April 2014, Gardens by the Bay baru aja membuka fitur terbarunya—children's garden. Gratis!

Gilaaa, tempatnya keren dan orgasmik banget. Terdiri dari sejumlah playground, water play, treehouse, sampe amphitheatre. Gue aja yang bukan anak-anak ikutan kagum!

Sebelum berangkat ke GbtB, sebenernya gue udah siap-siap bawa Raya main ke children's garden ini. Udah bawa perlengkapan komplit, mulai dari sempak renang sampe handuk. ‘Kan ceritanya nggak mau mengulang tragedi-serba-ketinggalan di Singapore Zoo, ya. Tapiii setelah liat-liat waktu, kayaknya nggak sempet deh kalo mau ngejajal children's garden, Flower Dome dan Cloud Forest sekaligus. Nanti malah ketinggalan pesawat pulang.

Dan karena kita tegaan sama anak, alhasil… selamat tinggal plegron! Nggak usah kesana ya, nak. Lagian di deket rumah juga ada #kejam

Cusss, kita ke Flower Dome dan Cloud Forest!

Flower Dome

IMG_3705

IMG_3728

IMG_3732

IMG_3736   IMG_3741

IMG_3758   IMG_3775

IMG_3787

IMG_3789

IMG_3781   IMG_3794

IMG_3799

IMG_3817

IMG_3843

Cloud Forest

IMG_3853

IMG_3857

Super excited with the waterfalls! Aaaaaaa, so happy to see the kid happy.

IMG_3899

IMG_3903

IMG_3905

IMG_3911

IMG_3915

IMG_3920

IMG_3924

IMG_3928

IMG_3940


IMG_3937

IMG_3949
Anak bayiku yang gagah berani :')

IMG_3956

IMG_3978

IMG_3984

Here’s an interesting story: kayaknya hari ke-4 kami di Singapura ini adalah hari tersial bagi gue.

Tragedi pertama: Pas nyampe GbtB, ternyata kami lupa bawa tiket yang udah dibeli di Changi di hari pertama. Mak, beli tiket lagi, deh!

Tragedi kedua: iPhone gue ilang di WC GbtB. Gokils. Cuma meleng dikit, langsung disabet. Lengbet!

Gue udah lapor ke Lost and Found, lima kali bolak-balik menyusuri jejak ke tempat kejadian, sampe bela-belain ngaduk tiga tong sampah pake tangan kosong (FEAR FACTOR!)—henfonnya tetep nggak ketemu.

Gue dan Teguh, sih, sangat berprasangka baik sama Singaporeans, jadi kami yakin iPhone gue bukan diambil orang Singapura. Wong kami berkali-kali ketinggalan HP dan dompet di Singapura, selalu dibalikin, kok. Kesimpulannya, pasti diambil sama turis luar.

Dan bener aja. Ketika akhirnya gue beli iPhone baru, gue nge-track iPhone lama gue pake aplikasi Find My Phone. Eng ing eng… iPhone gue tampak sedang berada di…. KOREA SELATAN. Trus, nggak lama setelah itu, muncul puluhan foto-foto keluarga Korea di album foto iCloud gue. Set dah!

Oh, ngomong-ngomong, ini nggak berhubungan sama ilangnya iPhone gue ya, tapi gue mau ngasih satu tips, wahai pemakai iPhone: never, ever use iCloud. It’s the source of all evil and leaked files. Google aja. Lebih banyak mudharatnya daripada untungnya!

Tragedi ketiga: Ketika pulang, flight kami delay! Yang ngeselin, delay-nya akibat masalah teknis pesawat, dan berlangsung saat kami udah boarding. Asem nggak ketulungan, deh, dua jam kejebak nunggu take-off di dalam pesawat. Cissss.

-----

All in all, jalan-jalan kali ini capek banget, karena ahenda cukup padat bin ambisius. Tapi Alhamdulillah, capeknya sangat sepadan sama senengnya :) Sumpah.

Next family trip: Bali in August! *borong koyo satu kardus*

8 comments:

  1. Baca ini jadi pengen ke zoo lagi..

    Anyway, pengalaman ketemu biawak paling mengesankan: di daerah kantor gw di Science Park. Gw lagi di mobil bos gw, tau2 bos gw ngerem gara2 ada biawak mau nyeberang gak liat kanan kiri dulu :p

    ReplyDelete
  2. Laaa.. itu apartmentnya cakep banget. Buat bawa keluarga enak banget ya sampe ada dapurnya segala. Itu the whole apartment jadi buat lu ya? If you don't mind bisa dijapri ratenya? Makasih.

    Gue sudah lama gak lihat foto Raya. Sudah gede bangettt... tambah tinggi dan gagah dan kayaknya berjiwa petualang seperti emaknya. Gue kepingin bawa Abby juga nih tapi bapaknya Abby lagi sibuk banget. Semoga bisa terlaksana segera. Gue tertarik banget ke zoo dan ke Gbtb. USSnya nanti ajah kalo si unyil dah bisa main.

    ReplyDelete
  3. Anon: Jangan-jangan itu si Komo! Macet lagi, macet lagi, gara-gara si Komo lewat, hihihi.

    Leony: Leonyyy... Iya, Alhamdulillah apartemennya enak deh. Nanti gue japri via Meta ya. And you should bring Abby to Singepo deh, pasti seneng banget, kebanyakan arena main!

    ReplyDelete
    Replies
    1. La, makasih ya. Tadi Meta udah ngasih tau. Cup cup mwah!

      Delete
  4. buatku yg blm pernah ke singapur sama skali kyknya kudu ngikutin itin ini deh,sip banget hehehe
    tapi itu singapo zoo nya mirip secret zoo di batu malang spertinya,walopun ya ttp lbh bagus punya singapo kyknya :D

    ReplyDelete
  5. Qonita: Aku penasaran banget sama Secret Zoo, bertaun-taun nggak pernah kesampean hihihi.

    Leony: Sip, Le!

    ReplyDelete
  6. Mbak Leija, duh ganteng amat siiih anaknya <3

    ReplyDelete
  7. Dina: Wiii, alhamdulillah :) Makasih yaaa.

    ReplyDelete