Jul 31, 2015

Benci-Bencian Blogger

Yak, pemirsa, topik hari ini kayaknya agak skeri, yaitu… sebel sama orang di Internet. JENG JENG!

***

Selayaknya manusia normal di era Internet ini, gue punya idola di dunia maya, tapi ada juga orang-orang yang nggak gue suka. Dan semua orang-orang ini nggak gue kenal secara langsung. Cuma lewat dunia maya.

Kalo soal suka mengidolakan orang, I’m sure nobody has a problem with this. It’s fun to idolize and be idolized, I’m sure.

Yang jadi masalah adalah isu menjadi “hater” di dunia maya.

Gue coba jabarkan soal sebel-sebelan ini dari kedua sisi, ya. Eng ing eng...

Menjadi Hater

… menurut gue normal (apaaa?!).

Buka-bukaan aja, nih, ya: I cannot stand some people on the internet, padahal sekali lagi, gue nggak kenal mereka secara pribadi.

Beberapa dari mereka ada yang merupakan selebritis(tas?) nasional beneran, ada yang selebritis(tas?) di media sosial doang, ada yang selebritis(tas?) di kepalanya sendiri alias halu alias sebenernya bukan siapa-siapa.

(JADI SEBENERNYA SELEBRITIS APA SELEBRITAS, SIK?)

Alasan kenapa gue sebel pun cem-macem. Ada yang karena si anu tampak pretentious, si inu tampak fake, si ini keknya kasar, atau emang karena si itu murni annoying aja. Yang pasti, jujur aja, mayoritas alasan-alasan gue ‘sepele’ dan subjektif. But then again, liking / disliking someone is always based on subjective reasons, yagaksih?

Sejujur-jujurnya, gue kurang percaya sama kata-kata mutiara, “Always Be Kind,” “Be Positive,” “Think Before You Write,” dan berbagai kutipan manis sejenisnya.

Bukan berarti gue jahat dan bitchy (ah, masaaa…), tapi sebagai manusia, kita ‘kan dilengkapi oleh berbagai macam emosi—ada yang positif (love, empathy, happiness, etc) ada yang negatif (anger, sadness, jealousy, etc)—dan kita sebaiknya terima aja segala emosi tersebut. Kalo emang sebel sama sesuatu—karena alasan sekonyol apapun—ya sebel aja. Gue usah dipaksain jadi suka. It's not healthy.

Keknya yang penting kita mustik pandai-pandai mengelola rasa sebel itu, sesuai situasi dan kondisi. Dipendem? Dilampiaskan? Dialihkan? Itu pilihan kita sendiri, asal tau konsekuensi masing-masing.

Begitu gue nggak suka sama seseorang, kadang gue menghindari orang tersebut sama-sekali, misalnya dengan unfollow do'i di dunia maya, cuma sesekali ngintip kalo lagi nggak ada kerjaan aja. Kadang-kadang gue tetep follow orang tersebut, just to feed my guilty pleasure of not liking this person.

Kadang, ketidaksukaan gue terhadap seseorang bisa cukup tinggi, sehingga pada akhirnya orang ini gue gunjingkan dengan teman-teman, of korsss. Tapi, ya, semua orang juga gitu nggak, sih..? Bo’ong ah, kalo lo bilang nggak pernah.

Ada seorang “semi-seleb” Internet—kita sebut saja namanya Aminah—yang kebetulan nggak gue sukai karena alasan-alasan yang mungkin bagi sebagian orang sepele. Eh, ternyata Aminah ini nggak disukai banyak orang di dunia maya, cuma ya pada diem-diem aja. Lama kelamaan, orang-orang anti-Aminah ini pada saling kenalan. Then… we became good friends for years. Ahahahaha.

Tentunya selama bertaun-taun, persahabatan geng anti-Aminah ini nggak melulu diisi oleh ahenda nyelain Aminah. Kadang nyelain orang lain juga, lah, hihihi… enggak deeeng… (iya deeeng).

Sehingga gue berkesimpulan bahwa ternyata, orang-orang dengan common enemy biasanya punya banyak persamaan di hal-hal lain, ya. Geng anti-Aminah gue ini, misalnya. We turn out to have the exact same sense of humor, similar fashion taste, and similar parenting style. "Kan syeneng. Walaupun mungkin pertemanan ini akan dibawa ke neraka oleh Tuhan, karena dimulai dengan hatred, tapi auk ah lap.

Mengutip temen gue di geng ini, “Aminah, tuh, kayak Adipati Gajahmada, menyatukan nusantara.” :D

Dan ternyata, ada banyak “Aminah-Aminah” lain di luar sana, lho, yang menciptakan sejumlah pertemanan antar strangers akibat ke-ngeselin-an mereka. Warrrbiyasak. This is some high-level psychology study material, deh. Kenapa, sih, belum ada tesisnya?!

Gimana dengan hate-comments?

Gue nggak suka sama hate-comments yang murni ‘hate’, alias yang cuma bermodal nyelain sang subjek depan mukanya dengan kasar, tanpa otak. Tapi gue fine aja dengan komen-komen kritik membangun, walaupun nadanya menunjukkan ketidaksukaan. No problem, I guess. Asalkan ‘serangan’nya juga intelek, terstruktur, dan tepat sasaran.

Bukan cuma demi kesopanan. Masalahnya, hate-comments yang nggak pake otak, tuh, gampang ditepis. Palingan sang subjek akan dibela fans-fansnya dengan belaan standar, “Ah, sirik aja lo! Anonim pula!” Tapi kalo kita ninggalin komen yang pinter, yakin deh, akan lebih efektif dan lebih susah didebat.

Menurut gue, setiap orang berhak ninggalin komen yang menunjukkan ketidaksukaannya di media sosial siapapun. TAPI, sang pemilik media sosial juga berhak untuk balas menyerang, nyuekkin, atau menghapus komen demikian. Nggak ada yang lebih unggul. All is fair in love and (Twit)war.

Suka ninggalin komen-komen begitu nggak, La? Kadang iya, kadang enggak. Kadang “komen-komen kritik” gue direspon (hai, Andien!), kadang enggak.

Oya, gue mau kasih tips buat para fans dalam membela idolanya dari serangan haters, nih.

Manteman terkasih, kalo ada orang ngasih hate-comments untuk idola lo, plis jangan ngebela dengan dua kalimat ini:

1.    Ah, sirik aja lo!
2.    Alah, anonim!

Pertama, biasanya haters NGGAK sirik sama subyek yang dia sebelin. Demi Tuhan dan seisi semesta alam, gue nggak sirik sama Aminah. I do not want her life, her looks, nor her ugly shoes. Orang bisa nggak suka kepada orang lain karena berbagai alasan, tapi bukan (selalu) karena sirik, lho. Plis banget move on dari belaan itu, yah. Bocen dan baciii…

Kedua, soal anonim. Dari pandangan gue, kalo kita nyerang balik seorang hater dengan berfokus kepada ke-anonim-annya, itu berarti kita nggak mampu mendebat isi dari komennya sendiri. Daripada nyerang ke-anonim-annya, lebih baik komen soal betapa nggak bermutunya hate-comment yang dia tinggalkan, lengkap dengan alasan-alasannya, bak lagi sidang pembelaan tesis. Tampak lebih intelek, bukan? Bukaaan…

Oya! Nggak semua komen yang bernada negatif adalah hate-comment, lho. Kadang gue menemukan sebuah komen yang proper dan sopan di blog atau media sosial seseorang, tapi memang mengkritik. Eh, sontak para penggemar sang pemilik blog / medsos membela, "Kenapa, sih, ninggalin hate-comments?! Sirik aja, lu!" Hate-comment belah mane? Plis banget bedain antara mengkritik (membangun) dengan sebel.

Mempunyai Hater

… juga normal. Gue aja punya, ciyeee. Bukannya sok seleb yo, tapi ini adalah resiko yang harus diterima ketika SIAPAPUN meletakkan dirinya di dunia maya. Apalagi gue sadar bahwa tulisan-tulisan gue mungkin banyak yang ‘nantangin’, mulai dari pandangan gue tentang relationship, pengasuhan anak, agama, sampe soal pergi ke Walt Disney World.

Untungnya, sejauh ini, pengaruh para haters ini masih bisa gue ‘redam’. Minimal masih bisa gue seimbangkan antara direnungi vs dicuekkin, halah :D

Enivei, gue sering mention, ya, bahwa salah satu blog favorit gue adalah Cup of Jo. Awalnya gue biasa aja sama Cup of Jo, karena kayaknya kok kurang berbobot amat. Tapi lama-lama, ngebuka blog Joanna adalah salah satu kebiasaan harian gue (jangan-jangan karena gue sebenernya juga nggak berbobot, zzz), dan lama-lama, gue jadi suka sama Joanna dengan segala rekomendasi dan seleranya. I even dream of contributing an article for her.

Maka bayangkan betapa sedihnya hatiku ketika gue menemukan sebuah website bernama Get Off My Internet alias GOMI.

GOMI’s concept is fascinating-slash-horrifying: website asal Amerika ini dibuat khusus untuk menjelek-jelekkan blog-blog yang nggak lo nggak sukai. Overall, it’s a hate-blog. Gokilsss...


GOMI juga punya forum yang bertujuan untuk nyela blog-blog yang nggak lo sukai dengan lebih mendalam. Dan di subforum GOMI tersebut… ada Cup of Jo.

For hours, I couldn’t stop reading Cup of Jo’s hate-forum, pages after pages. Ya amplop, sedih amat deh :( Sebagian celaan mereka terhadap Joanna ngaco dan shallow, tapi (yang bikin tambah sedih) sebagian lainnya memang betul, misalnya bahwa postingan Cup of Jo makin kesini makin banal, repetitif, terlalu bersponsor.

Satu hal yang pasti, para haters nyela SETIAP postingan Cup of Jo. Literally day by day, selama bertahun-tahun. That is some hate-dedication. Apa rasanya kalo Joanna—dan blogger lainnya yang dicela secara intens—baca? Gue nggak setega itu, lho.

Untungnya, sebagian dari haters di GOMI masih bisa bersikap adil. Contohnya, mereka nggak mau nyela penampilan fisik Joanna dan kehidupan anak-anaknya. Mereka juga masih nunjukkin rasa hormat ketika Joanna mengalami musibah, misalnya ketika ipar Jo meninggal di usia muda.

But still, all in all, it’s a bashing forum
. Dan cela-celannya ngeri-ngeri, lho, mak. Ada yang sampe ngeselin dan unfair banget (bagi gue). Kehidupan pribadi Joanna pun bener-bener diulik sampe sangat mendalam (err… gue juga ngulik kehidupan pribadi Aminah sampe mendalam, sih). Oh, inikah rasanya jadi fangirl menyaksikan idolanya dibenci? Aminah fangirls, I feel you now!

Fenomena hate-blogs ini ternyata udah lama nge-tren di Amerika, sebelum tergeser oleh fenomena hate-social media accounts, seperti yang dibahas di The Awl (baca, deh).

Walaupun gue bilang bahwa sebel sama orang di Internet itu normal dan tak terhindarkan, I am not comfortable with this kind of mass public bashing. Sejahat-jahatnya gue, gue masih punya batasan, ah. Mungkin karena gue orang Asia, gue merasa mendingan ber-ghibah ((ber-ghibah)) secara privat atau berantem one-on-one sekalian daripada terang-terangan dan ngajak PULUHAN RIBU orang ngeroyok bloggers gitu. Yah, walaupun dosanya mungkin sama aja ya, mak. But still. Duh, bingung ah… *minum Panadol*

Read more about GOMI here, here, here.

***

Di sisi lain, hal ini bisa jadi pembelajaran untuk semua orang, mulai dari para remah rempeyek sampe para selebritis(tas?)—baik makro ataupun mikro—bahwa kalo kita merasa ‘diatas angin’ melulu, eventually, someone else will bring us down. Dunia ini kejam. What goes up, must come down. Sehingga sepopuler apapun kita, humility tetep kudu dikekep erat, ya. Walaupun mau sok cuek, kalo kita dijelek-jelekkin pada level GOMI 'kan rasanya pengen panggil polisi juga.

Hal lain yang perlu diingat adalah internet itu bisa lebih kejam daripada ibu tiri, ibukota, fitnah dan fitness digabung jadi satu. Di world wide web, pencitraan itu harus. Apakah gue pencitraan? Ya, iyalah! Gue nggak akan cerita tentang hari-hari buruk gue sebagai ibu dan istri, gue nggak akan cerita tentang berapa penghasilan dan pengeluaran gue, tentang insecurities gue, tentang ke-introvert-an gue, dan sebagainya. Internet is a fun but alo scary place, and you HAVE to censor yourself once in a while. Phew. 

 Judging you! Judging you everyday!

Berat, ya, Benci-Bencian Blogger. Mending Banci-Bancian Blogger, akika lebih sukiyaki.

*** 

Selalu ada dua sisi dari kehidupan (ciyeee…). Nggak suka terhadap sesuatu itu normal, tapi menjadi nggak disukai juga normal, dan mungkin akan selalu terjadi di kehidupan kita. *masih nangis baca GOMI*. I guess, to be a well-rounded human, we eventually have to (and will) experience both sides in life. Are you ready? *ambil AK-47*



Image is from Gemma Corell

83 comments:

  1. mbaaak Lei, buka GOMI trus dua blogger sukaan aku dari 8 taun lalu di halaman depan, kres kres hati ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. A beautiful mess sama Love Taza. tapi orang2 banyak nge bash nya si suami Taza sih hahaha samaan aku juga ga suka2 bgt sama suaminya

      Delete
  2. langsung click link forum GOMI dan thread paling atas... my most favorite NAOMI! huhuhu... sediiih :'(
    emang sih hidupnya keliatan perfect banget... just exactly what i want to see.. udah banyak liat yang bitter2 di dunia nyata, saatnya cari yang menyegarkan kepala di dunia maya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naomi tuh Love Taza yah? Aku nggak ngikutin blog dia sih, tapi di GOMI, dia kayaknya salah satu yang paling 'disebelin' deh, kasiaaan :( I hope people would leave her kids in peace, though.

      Delete
    2. Iyaaah... si Love Taza!
      kalo ada yang komen brutal sampe bawa anak2nya sih gak punya hati amaaat... so far yang dikomentarin baru sampe tahap adeknya naomi yang dicurigai MBA padahal mereka penganut Mormon #lah #jadigosip

      Delete
  3. kalau baca GOMI emang pasti bikin depressed banget ya..semuamua dikomentarin jahat, kebetulan gw ga sengaja nemu GOMI ini yg ngebahas soal bleubird (sblmnya bleubird vintage)..dari suami pertamanya ampe suami yg sekarang dibahas-komen jahat bertebaran..tapi kan sedih ya, kalau blogger2 ini berhenti shared their lifes, gw yg lagi kerja trus lagi bosen atau mau cari info atau sekedar cari inspirasi kemana dong..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari inspirasi ke gunung kali yaaa... Anjis, remaja awal 90an banget ya, dikit-dikit naik gunung buat cari inspirasi :D #pakekemejaflanel #bacamajalahAnekaYess

      But yeah, GOMI is depressing T__T

      Delete
  4. Jadi penasaran siapakah si aminah yg shoes nya ugly itu?

    ReplyDelete
  5. Dan aku masih menunggu kelanjutan vakansi Disney....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga masih nungguin nih... :( #lho

      Delete
    2. Sama! Itu selesai di MK atau jadi ke Epcot sama Animal Kingdom? Penasaran~

      Delete
  6. Aku baca GOMI juga karena nge-fans ama Taza :( duh....

    ReplyDelete
  7. Aku baca GOMI nih jadinya.. cuma belum nemu blogger yang bener2 dicintai matik, karena mungkin idola aku cuma satu2nya mbak Leija aja #eaaaaa
    Tapi.. tapi.. kok kayaknya tau yah Aminah dan ugly shoes itu? Hahahhaha

    ReplyDelete
  8. Ahahaha bener banget kadang (atau sering sih?) kita bertemen sama orang bukan karena suka hal yang sama tapi karena ga menyukai hal yang sama. Biasanya temen yang begini level kesiletan mulutnya juga sama, jadi pertemanannya banyak diisi sama komentar/celaan :)) Bahkan aku milih suami (sadar ga sadar) juga nyari yang bisa nyela2 bersama hahaha *astaghfirullah*

    Ah jadi penasaran.. Siapakah Aminah? *padahal udah punya dugaan kuat hihi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dela & Shanti: Hahaha, ini dugannya pasti udah sama semua lah, hihihi :)))

      Delete
  9. waa baru tau ada web macam GOMI gitu, duh kejam yaa dunia... nanti klo para blogger ngambek stop blogging gegara lelah di-bully, kita kita baca apaaan dong dong :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kejadian begitu, mungkin itu adalah petunjuk-Nya supaya kita lebih banyak baca kitab suci atau ensiklopedia yang lebih berguna ya, sister hahaha. Btw, so nice to finally meet you!

      Delete
  10. Gue sering dapet komen anon, mulai dari yang enak didenger, sampe yang menuduh gue macem2 hahaha. Dan lucunya, tiap kali gue ngeliat komen anon yang berbau negatif, gue kayak udah ngerasa tau itu sebenernya dari mana. Kayak kecium bau2nya hihihi dan somehow gue ngga menganggap mereka haters, melainkan lovers, karena mereka sampai hobi memperhatikan tulisan gue sedetail2nya (buat nyela). Dulu gue suka keki, sekarang mah biasa aja. Malah gue encourage orang nulis kalo beda opini. Biar gue bisa ikutan refleksi dan mikirin dari sudut pandang berbeda. Namanye ig manusia kan, tak luput dr subjektifitas.

    Soal gossipin si Aminah (versi masing2) tentulah gue lakukan.. abis mengasyikan sihhh.. terus gue jg ngebayangin gue lagi digossipin juga sama orang, and I feel less guilty udah ngegossipin orang laen hahaha. *pemikiran macemana ini?*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lee, nggak heran deh, soalnya blog kamu kan wildly popular yaaa. Komen-komen anon yang enak dan nggak enak pasti udah jadi makanan hari-hari, huhuhu. Yah semoga yang komen nggak cuma yang geblek-geblek, tapi juga yang ngasih opini intelek ya.

      Delete
  11. sejauh ini belum sampe tahap hate kalo sama blogger, ga suka ya tinggal ga usah baca, paling judge dalem hati terus lupa. Tapi kok jadi seru sih ada si GOMI iniiii...yuk bikin versi indonesianya. hahahaaa. so far sih letthebeastin nomor 1 favoritkuuuuuuuu... cup muah muah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gombal kamoooh :-* Aaah, jangan bikin GOMI ah, nggak sukaaa... terlalu jahat :(

      Delete
  12. Terus kenapa di saat kamu lagi nulis postingan begini gak bisa wassapan siissttt!!!
    Gemeessss!!!!
    Doaku semoga haludita membaca postingan ini, dan sadar kalo dirinya bukanlah Andra Alodita melainkan hanya haludita belaka :))))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahah, gengger kisruh ya! ADOOH, AKU KANGEN KALIAAAN. Semoga haludita sadar bahwa mungkin dia hanya setitik debu di lensa kameranya Andra Alodita yang asli, Plis dueh.

      Delete
    2. Iya semoga bisa buruan wasap, pengen komen banyak banget inih tapi di wasap ajaaaa!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Btw, yes, I agree with the censorships we must do. Gw termasuk yg suka share ini itu, pernah breakdown juga but I learned my lesson, never again show vulnerability (and my child's details) in social media. Implikasi bisa kemana2 mulai dari hater yg jadi punya amunisi, plus danger. Kagak ada deh gw pamer seragam sekolah anak ke sembarang orang. I may be overthinking this, but it's better than regret later.

      Baiklah kutunggu di ranah wasap πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  13. Udah baca gurugossiper.com belom? Gosipin semua artis youtube&blogger, Warbiyasak bgt itu sih, bisa bikin orang yang tadinya kita gak sebel jadi 'iya ya ni orang ternyata bla bla bla' my fave thread itu jaclyn hill, krn minionnya itu bener2 kaya dipelet, komen apapun yg kontra mau bahasanya semanis apapun tetep di attack sama minionnya dan dicap haters, kebalikannya di gg kalo belain bakal diusir haha..

    ReplyDelete
  14. yang bikin orang bisa jadi seleb itu ada 2 hal: fans dan haters.
    jadi kalo orang emang udah (atau pengen) jadi seleb ya harus menerima kenyataan kalo dia punya haters dan harus bersyukur karena dia punya haters! :)

    ada quote yang berbunyi "no such thing as bad publicity" which i think berlaku di dunia maya juga. semakin banyak haters nya, semakin tenar orang itu. jadi berbahagialah para seleb yang punya haters! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kalo follower Instagram seorang seleb misalnya 1 juta orang, 400.000 diantaranya jangan-jangan haters ya Man.... #janganGRdulupunyabanyakfollowers, wakwak :))

      Setuju soal no such thing as bad publicity, but too much of it (good or bad) kayaknya bisa merusak psikologis juga ya.

      Delete
  15. Sebagai fans berat GENGGER, kayaknya aku lumayan yakin deehh siapa itu Aminaah..
    Yang bbrapa taun lalu mau dijorokin ke selokan bukan? #eh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, bukaaan :) Itu kisah lain (banyak ya :D)

      Delete
    2. Oknum yang ngancem jorokkin orang & nyundut rokok ini kayaknya kesayangan gue & Frida doang ya? Kenapa sih ga disindir sekalian :')))

      Sett dah, beli esia hidayah dulu gih laaa...

      Delete
    3. Aaakk..aku salah doong..
      kurang sehati sama gengger niih.. *siapa gueh* :)))

      Kalo begitu, apakah si Aminah ini yang suka nyama2in mbak Fry soal HelKit dan DT? *teteuup usaha* :D :)))

      Delete
    4. Bukaaaan! Hahaha... Udaaah nggak dijawab lagi yaa, hus hus... *siram pake Baygon* :))

      Delete
  16. Lhaaaa Laaa, menurut gue malah blog lo jauh banget lebih asik dan lebih sincere dari blognya si Jo. Like seriously.

    ReplyDelete
  17. Waduhh pas banget baca ini saat nyaris terjerumus jadi hater Riana Rara Kalsum yang halu-nya amit2 itu...

    ReplyDelete
  18. Gw banget itu yang follow orang2 yg gw benci banget tiap posting2an nya cuma buat di ketawa2in nambah dosa kekekeke duh Aminah ku penasaran siapa dirimu! Keren la ini tulisan lo bisa bikin jiwa hater gw semakin bergelora kekeke

    ReplyDelete
  19. ini nih yg bikin saya (dan jutaan pemirsah) cinta (dan ada yg bencik) blogmu. Jujur!
    ailoveyourblog pake banget.

    ReplyDelete
  20. Mbak Laila topiknya ngeri-ngeri sedap yaa..
    Kalo menurutku haters itu normal, we just can't please everybody. Yang personality dan tampilannya bak malaikat aja ada yang benci apalagi yang annoying (ups!). Nah, yang gak normal itu kalo fans dan hatersnya malah berantem di sosmed (baca : IG) selebritis tersebut. Apalagi kalo setiap postingan dia jadi ajang "comment war", macam penyanyi pendatang baru ituu.. Kasian aja ngeliatnya..

    Trus, Aminah and her ugly shoes itu sopo Mbak? ;)))))))))
    #tetepkepo

    ReplyDelete
  21. Hidup Aminah!!!!!

    Setuju La, haters mah jangan dijawab "sirik aja lu" atau motif anonimusnya.. ketauan dong insecurity-nya. nanti tambah dicelain loh hahahah.

    ReplyDelete
  22. Hai Laila..
    Aku kan tau kamu/blog kamu gara2 Aminah (klo bener yah Aminah yg sama). Waktu ada drama Aminah kesel karena diomongin, trus tutup akun (bener gak? Hihihi). Aku kan penasaran siapa sih yg ngomongin (sempet kepikiran ini orang ngapain sih kerjaannya ngomongin orang lain) daaaann masa pencarian pun dimulai. Eh ketemu orangnya. Hahaha.. *tepuk tangan*
    Terus mulai ngintip2 twitter trus baca blog-nya, ih suka deh sama tulisan2nya, suka sarkasme-nya. Trus jadi blog PALING FAVORITE sampe sekarang.
    *Yaaayyyyyy*

    Note:
    Sekarang penasaran sm haludita siapa. =P *berubah jadi detektif*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Somehow I take this as a compliment, and I love it hahaha. Makasih yaaa!

      Delete
    2. Gue sama nih sama Rinia, tau blognya Lei justru dari blognya Aminah Cenderakasih yang sekarang udah bubar :))) ah gila ternyata serem betul dunia perbloggeran yah.. skeeriii. Eh bikin dong GOMI versi indonesia.. hahaha (lah katanya serem tapi pengen ikutan)

      Delete
  23. Kurasa kutahu siapa aminahmu berdasar clue "her looks & her ugly shoes", muahahahaha... *huss cep!

    Tapi aku juga punya dong aminah versiku dan teman se-gank. Emang seru sih ngomongin aminah, hahaha. Aku juga pernah punya blog favorit yang ternyata juga punya banyak haters dan ada forum hatersnya pun (cuma aku lupa nama forumnya apa), dan sekarang doi berhenti nulis blog! Sedih hatiku, sedih. Padahal menurutku isi blognya kalem2 aja, tappi haters selalu nemu bahan untuk dicela ya.

    ReplyDelete
  24. Haii mba lei....your writing is always fun to read 😊😊😊😊 hahahha bener banget sih, semakin benci semakin dikulik dan di follow dengan setia πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… *padahal ngakunya kalo ngeliat postingannya bikin muntah, tapi teteup dikepoin*

    Anyway, gue fans berat elo (dan beberapa ibu2 anggota gengger, *hai hai ke mba miund yang blog nya udah rajin dibuka dari jaman sma, kuliah dan sekarang udah jenuh kerja gini #curhat*) serta........AMINAH!! Huahahahahahhahahah. Weird ya, but although you both have different styles, duaduanya aku sukkiiii 😘😘😘 (psst...dan bahkan gue punya dugaan kuat siapa sang haludita, dan kalo dugaan gue bener berarti aku pun nge fans sama haludita :p)

    Keep writing and feed us with your stories and thoughts yaaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai anon, seperti komennya Rinia dan Wininda, komenmu sungguh membuat gue mixed feelings, entah harus malu atau bangga hahaha. Thanks enivei yaa :)

      Delete
    2. Aku nimbrung yaaa.. kayaknya dugaan kamu akan haludita kemungkinan besar meleset deh. Soalnya haludita kami agak kurang terendus di jagat maya. Gak beken sama sekali, tapi diana berasa beken.. makanya jadilah doik haluuuu

      Delete
    3. Ooh si up-up yaaaa

      Delete
    4. Anon: Diana Rikasari? Iyyyakkk... SALAH! Diana is cool aah...

      Delete
    5. bukannya mbak Lei pernah nulis Diana is plain insane?

      Delete
    6. Kapan, sih? Lupa deh. Fashion sense Diana has always been insane to me, tapi etos kerja dan cerdasnya juga insanely cool. So no one can ever truly hate Diana, me think.

      Delete
    7. Ada kok mba Lei. Haha, aku pikir mba Lei pasti inget semua postingan blog nya :)
      Aku juga setuju kok, style mba Diana ga bisa dibilang wearable, tapi personality nya yg bikin kagum banyak orang. Aku juga ga setuju klo mba Diana dibilang haludita or apa aja. Mungkin mba Lei bisa refer ke komen terakhir yg "up" itu :)

      Delete
  25. Mba Lei... jangan2 dirimu admin mamayeah yaaa?? hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Em.. eng... MamaYeah apaan sih?? :D

      Delete
    2. OMG also think the same thing, huahahaha.....

      Delete
    3. Sumpah sampe ternyata Laila adalah Mamayeah, fix kalo ketemu gue cium tangan!! Apalagi kalau laila adalah Mpok Jane atau siapapun dari whodoyouthinkheare, kecup jidat deh!

      Delete
    4. akupun batin2 gitu. bahkan baca blog ini pertama karena it feels so mamayeah :P

      Delete
  26. aminah nih dapet istana di syurga persahabatan ya hahaha banyak kisah persahabatan dimulai dari sini :D

    ReplyDelete
  27. mbak lei... aku malah suka baca GOMI... walopun kadang rasanya kreskreskresss... tapi sejujurnya kalau di IG ya mbak aku kok lebih suka baca comments war daripada iklan peninggi pelangsing ya... #apadeh gw ini

    *oke, sekarang gw penasaran sama aminah dan haludita*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kriww: Kok kamu nggak kasian sama korban comment war-nya :(

      Delete
    2. kasihan sih. tapi seringnya komen2 itu yg berkaitan sm yg punya IG cuma dua baris. abis itu para fans dan haters itu saling serang yg ga ada hubungannya sama topik yg bikin mereka berantem. dan itu lucu2 banget. OMG serius jadinya gw berasa sosiopat deh. emg sih gw ga pernah komen2 penuh hatred tp kok gw ngetawain orang yg embarassing themselves in public yah... persis bgt perasaan gw kyk puch di bawah. dan sejujurnya ngepoin IG itu time consuming banget. not to mention depressing. akhirnya... gw uninstall IG. ah bingung ah #lohh

      Delete
  28. Lei..pertama kali gue baca GOMI, gue macam edik, ga berhenti2 bcs at first i found it kinda funny. Sama kaya gue menikmati banget perang komen2 alay di ig mars****a atau m***n j****a. Tapi lama2 gue depresi. Quite literally. It made me in such a dark mood for the whole day. What a negatibe energy. Gue juga bukan orang suci yg gak bisa sebel sama siapa2, bahkan gue pun pernah jadi 'haters' (thankfully saat itu belom ada socmed jadi kebencian gue bisa direm haha), dan gue setuju bahwa the moment you decided to step into the public eye, you have to be prepared for the backlash. TAPI kadang2 emang haters2 ini kelewatan menuangkan kebenciannya. Kaya akhir2 ini ada forum di detik yg khusus buat ngebenci salah satu artis FTV. It made me so fucking angry karena haters2 kurang kerjaan ini tega2nya ngatain anak bayi si artis (fisiknya. FISIK BAYI. How low can u be, woman?) sampai kemampuan finansial sang artis dan suaminya. Granted, behavior artis ini memang sangat unpleasant dan mulutnya kasar, but i dont think they (esp the baby!!) deserve that much hatred. I still think ada haters2 yg memang pure sirik sih, instead of ngasih feedback supaya yg bersangkutan mau 'berubah' jadi lebih baik. Emang tujuannya mau bikin orang sakit hati. Dan kaum2 yg begini sih wajib dihardik, kalau ga dimusnahkan, haha. Love your writing as always leiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini salah satu peraturan nomer satu gue sih. Sesebel2nya sama orang, kenal apalagi gak kenal, jangan pernah ngebawa2 anaknya.

      Delete
    2. Poin penting oleh Smita ya. Sebenci-bencinya sama orang, jangan bawa anak-anaknya. Prinsip gengger banget deh ini. Fokus & penyayang..

      Sayang ya banyak yang berfokus ke Aminah & Haludita, padahal kan masih banyak yang lain (haha, ga deng..). Padahal inti postingan ini baguuus, sementara Aminah & Haludita kan cuma contoh, gitu maksudnyaa...

      Delete
    3. Speaking of the haters, dalih mereka berkomentar sampe segitunya biasanya adalah "saling mengingatkan". Sama kayak kak Puche, aku terkadang penasaran ngikutin "perang komen" di sosmed sampe gemes sendiri, like, seriously?! Sebel boleh, gak suka boleh, tapi jangan mentang-mentang bebas berpendapat langsung ilang kontrol. Jagad internet lebih kejam, gahar, ganas dan beringas dari jagad Westeros! *tetep*

      Delete
  29. Aselik penasaran sama Aminah *lah padahal bukan itu inti ceritanya :))) kalo keywordnya ugly shoes kepikiran seseorang tapi kok blognya masih ada yaaa... Gak cocok sama tebakan komen2 di atas dong :)))

    Tapi yg postingan2 kayak gini lah yg bikin gw makin suka blognya Lei ;) ternyata gw tak sendiri suka seneng dan sebel sama orang di internet :p

    ReplyDelete
  30. Oops, so sad that you and Aminah are two of my fav blogger :O
    Hatiku kan fan girl kalian berdua </3 Beneran, jahat lo Mbak Lei hahaha
    I've been in that position, like, everyone must posses some hate-trigger kan. Ended up some ppl disliked me and they were ganging up against me, but their friendship just didn't last. If yours does, good for you =D
    Terus disisi korbannya gimana Mak ? sakit cyin pembunuhan karakter. Ujung2nya jadi insecure, always ga yakin sama diri sendiri, jadi syulit deh mau mengeluarkan jati diri sarkas2 silet yg sebenernya ala Mbak Lei gitu. Quote2 abt Be Yourself, what ?

    Ya, semoga postingan ini bukan justifikasi dan ajang bangga2an akan benci-bencian deh ya =) semoga yang ngebenci dan dibenci hidupnya kalo belum bahagia jadi bahagia, dan yang udah bahagia makin diberkahi deh yaaa =)

    #aamin #positivethinkingjugagakdosakok

    ReplyDelete
  31. Wah isu hangat tapi yang lebih panas malah jadi oknum yang dijadiin contoh, ya. Sebenernya gw jadi lebih penasaran sama para anonim yang komen di sini. Why anonymously comment when the article is bravely written under Laila's true identity? Hayooo ada kepentingan apa iniii? *smirk*

    ReplyDelete
  32. Mau ngeramein komen aminah, ah. Tolong itu clue aminah diperjelas, kalo perlu bikin satu judul posting sendiri..hihi

    ReplyDelete
  33. Hi Laila, selama ini SR tapi akhirnya gatel juga buat comment.. sebagai pemerhati (jiyee belshof kali ah) para blogger, kayanya walau dibantah kaya apapun pasti diem2 ada unsur pengen dikagumin ya (yakalo ngga ngapain dong ah rajin amat posting belanjaan, tempat liburan, etc), jadi sekali nya ada yang ga suka, langsung deh pake trik jadi victim. Apalagi kalo diperkeruh oleh para fans (yang kadangkala kagum membabi buta), weits langsung berasa diatas angin. Indonesia banget gak sih, diem2 bangga di belain, tp disisi lain playing victim terosss... mau ngakak baca comment di atas "dari sisi korban?", loh bukannya tanpa aksi tak mungkin ada reaksi kan?? jadi kalo emang juga diem2 hasrat show off dan ingin dikagumi berakibat ada orang bereaksi, ya moso ga tau resiko nya sih.
    Walau gue ga ada yang bener-bener nge fans sama blogger manapun (pemerhati much?), tapi gue terus terang lebih salut sama tipe blunt kaya elo gini. Mendingan kagum sama mulut pedes tapi jujur, daripada gue jadi fans ala2 fans belshof (lagi-lagi bella shofie), dimana cuma kagum sama penampilan semu dan barang-barang "keren" dimata mereka, jadi deh idola.
    Kalo boleh tebak-tebak buah manggis, Aminah kayanya gue tau deh, termasuk tau info di real life :)) jadi lucu banget para fans yang meng klaim "ah sirik aja luh"..andai mereka tau yaaa :))
    Kalo haludita, kalo bener tebakan gue, apakah ini orang yang rajin amat posting muka serta review KW3 apapun yang lagi trendi, dan sering halusinasi banyak haters? :p

    ReplyDelete
  34. Mba Leii aku sukkkkaaaa sm write style nyaaa iih! Kaya menyuarakan Isi hatiii!ahahah.. akuu mauu dongg follow twitter sm ig nyaaa,boleh tau user nyaa? *wink

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe usernamenya @prin_theth, dan cuma ada di Instagram yaa :)

      Delete
  35. Hai salam kenal, tiba-tiba nyasar ke sini.
    Barusan nemu "aminah" jadi ngerasa bahwa, I feel justified to hate them, hihihi..
    Aku juga suka baca GOMI OM-JIHHH !!! Ekstrim banget kalo nyela...

    ReplyDelete
  36. Hai Mba Lei.. tetiba nyasar di sini.. waaaw dari dulu uda baca yg postingan SAHD.. tapi lupa link-nya..
    salam kenal ya mba.. akhirnya ketemu

    mau komen apa ya.. Woooww aku baru tau ada haters2-an sampai segitunya ya .. selama ini ngeblog cuma utk senang-senang jadi menganggap naif bahwa dunia nyata sudah nyebelin, tidak dengan dunia maya.. happy happy aja.. ternyata yaa..

    ReplyDelete
  37. This is my first time reading your blog, and I fall in love with it, instantly
    Having haters means that you actually stood up for something in your life so, just let them hate you, because no matter what they do, they couldn't be you either

    Keep writing, I will visit often =)

    ReplyDelete
  38. @ Laila: Bukan Diana Rikasari, tapi gue setuju sama komen Selly yang penyiar radio. Maksud gue U**** P**** adalah inisialnya. Doi merajalela banget di hampir semua ig celebgram. gak tau sik sejak kapan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah...akhirnya terpecahkan satu! (nyaris) berakhir kekepoan ikke

      Delete
  39. buseeeeeeet. i love your point of view ya mba, dan demi apa ya allah ada pula komunitas haters buat blogger *buka GOMI

    ReplyDelete
  40. Hahahahahah aku suka banget postingan yang ini. Setuju, kena banget, kaya akhirnya ada yg menyuarakan ini di saat di mana-mana orang lain anti hate comments banget. Dan persahabatan geng yg diawali kzl/bencik/eneg sama seseorang (seleb or not) itu emang seru hahahaha *evil laugh*. Daaaan aku ngakak banget deh di postingan ini, kaya di bagian "Tentunya selama bertaun-taun, persahabatan geng anti-Aminah ini nggak melulu diisi oleh ahenda nyelain Aminah. Kadang nyelain orang lain juga, lah, hihihi… enggak deeeng… (iya deeeng)" terus di bagian "Hal lain yang perlu diingat adalah internet itu bisa lebih kejam daripada ibu tiri, ibukota, fitnah dan fitness digabung jadi satu." dan banyaaaak lagi hahaahahaha. I really can relate to most of your post! Xoxo

    ReplyDelete
  41. kak, aku beberapa bulan ini baca a cup of jo secara berurutan dari pist dia persiapan nikah taun 2009. gilak ya kurang kerjaan amat :)) baru sampe tahun 2016 nih.. trus iseng2 googlung "cup of jo" trus nemu forum GOMInya trus inget kayanya kak laila pernah nulis ini.. ih gilak ya haters di GOMI tuh sepenuh hati banget.. kayak super dendam, padahal mah kenal juga enggak kali yah.. semoga di indo jangan sampe ada yang kayak gitu deh.

    ...dan masih penasaran loh siapa aminah dan haludita :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Shan, sumpah ada banyaaaak bgt manusia-manusia di Indonesia yang bisa segitu bencinya sama seleb-internet, walau kenal juga nggak hahaha. Aku agak nyalahin platform sosmed sih, yang sangat me-magnify sesuatu. Selebgram yg aslinya norak jadi tambah norak, yang keren yang tambah memicu sirik netijen. Plus, netijen jaman skrg juga udah terlalu kesedot sama sosmed hahaha. Coba dianalisa pake elmu sikolokhi!

      Delete